GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 26


__ADS_3

Suara itu terdengar dari ujung dapur dan terlihat Lexsa sedang memeluk lututnya dengan mata kosong dibarengi suara nafas tak terkendali.


Arkan langsung menghampiri gadis itu lalu mengangkat tubuhnya menjauh dari ruangan yang sudah berantakan.


"Kau disini dulu nanti aku akan kembali tenang saja itu hanya cara mereka bercanda," ucap Arkan sembari mengelus pelan rambut Lexsa.


"Tu-tuan muda tiba tiba marah aku memasak, aku tidak menaruh racun atau apapun di dalam makanan itu," ujar Lexsa tersedu sedu.


"Tuan muda sedang banyak pikiran untuk saat ini kuharap kau mengerti ya, jangan pikirkan itu dan kendalikan dirimu aku akan keluar sebentar."


Arkan keluar dari kamar dan menutup pintu dengan rapat sembari menekan tombol kedap suara dari luar agar Lexsa tidak mendengar apapun di dalam.


"Tuan muda ada apa ini?" Tanya Arkan.


"Tuan muda mu sudah gila!" Jawab Vero kesal sembari menghapus darah di bibirnya.


"Kau yang bodoh tidak mendengar ucapanku," saut Lexter kesal.


"Memangnya apa salah gadis itu hingga kau membentaknya di pagi buta."


"Kau bodoh? Dia akan mati jika memasak dari bahan-bahan masakan itu," ucap Lexter.


"Apa maksudmu."

__ADS_1


"Bahan masakan itu dikirim sekali seminggu disini dan minggu ini Lexsa diterima bekerja, dia akan mengirim racun ke rumahku dengan cara apapun, jika Lexsa makan makanan itu dia akan mati lalu dia tahu Lexsa adalah kiriman ku."


"Darimana kau tau makanan itu beracun?"


"Aku pernah belajar berbagai macam jenis racun dan dari atas tangga saja sudah tercium baunya, memang tidak berbau busuk justru lebih harum dari racun pada umumnya."


"Aku tidak berpikir kesana tuan Pandev akan melakukan itu semua," ujar Vero.


"Dia sangat kejam entah kapan aku bisa menghabisinya," kata Lexter.


"Baiklah aku harus kembali sekarang kau minta maaflah pada gadis itu kurasa dia baru pertama kali melihat kejadian seperti tadi."


Lexter mengangguk lalu Vero keluar dari ruangan dan melihat kamar dimana Lexsa berada, pria itu menghela nafas dan pergi meninggalkan kediaman Lexter La Cosa Nostra.


Vero kembali ke rumahnya dan kediaman Lexter La Cosa Nostra sepi sunyi namun beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki dari ruang kerja.


Ceklek


Tok…tok…tok


Dengan pelan pria itu mengetuk pintu dan disaksikan langsung oleh Arkan dari ujung kamar.


"Buka pintunya," ucap Lexter dengan nada rendah.

__ADS_1


Ceklek


Lexsa membuka pintu dengan kepala tertunduk lalu kembali ke kursi di dalam kamar tersebut, Lexter menyusul dari belakang sembari menutup pintu.


Beberapa saat keduanya terdiam tanpa ada yang ingin mengucapkan kata terlebih dahulu.


"Hahh baiklah tuan muda aku harus pergi bekerja," ucap Lexsa yang akhirnya mengalah.


"Maaf."


Apa aku tidak salah dengar, tuan arogan ini meminta maaf padaku, batin Lexsa.


"Tidak masalah tuan muda aku berjanji tidak akan menyentuh barangmu mulai hari ini, aku akan patuh."


Lexter mengangguk pelan dan enggan membahasnya lagi, lagipula ia terlihat bodoh meminta maaf dengan perbuatannya sendiri.


"Sudah jam berapa ini kenapa kau belum berangkat!"


"Baik tuan muda permisi," ucap Lexsa dengan senyum tipis lalu keluar dari kamar.


Ceklek


"Tuan kenapa disini?" Tanya Lexsa pada Arkan yang rupanya mengintip diam diam.

__ADS_1


"Aku menjagamu jika terjadi sesuatu," jawab pria itu.


Lexsa mengangguk pelan dan kembali berjalan keluar rumah. Disisi lain Lexter menyusul keluar dari kamar.


__ADS_2