
Ceklek!
Kamar pertama diberikan untuk Lexsa dan gadis itu masuk kedalam lalu kamar kedua untuk Madam Choo.
Lexsa melihat kamarnya dengan ujung manik hitam dan ada banyak peralatan kecantikan di meja rias, gadis itu mengambil beberapa parfum dan menciumnya dan itu sangat menyengat.
"Mereka menggunakan ini sebelum memuaskan para lelaki," gumamnya.
Gadis itu kembali meletakkan parfum pada tempatnya dan beralih pada lemari penyimpanan baju, pakaian disana terlihat menjijikkan meskipun orang tuanya sering memberikan pakaian terbuka.
Tok..tok..tok!
Ceklek!!
"Lancang sekali membuka pintu sembarangan!"
Madam Sina masuk tanpa permisi dengan hak tinggi di kakinya, wanita itu benar benar tidak menghiraukan ucapan Lexsa.
"Alexsa sayang ayo keluar makan malam, madam akan mengenalkan mu pada orang orang disini."
"Tidak mau."
Jawaban Lexsa sangat jelas ditelinga Madam Sina dan itu membuatnya sedikit kesal, wanita itu mendekati Lexsa dan menarik rambutnya.
"Ahh!"
__ADS_1
"Gadis kecil kau sudah cukup lancang tadi, berani sekali kau melawan ku hm?"
Lexsa meringis kesakitan namun ia tidak tinggal diam, gadis itu membalas dengan menusuk pergelangan tangan Madam Sina menggunakan kukunya.
"Gadis sialan!!"
"Pergilah sebelum aku menusuk ku dengan pisau!" Ancam Lexsa.
"Pengawal!!"
Dua pria berbadan kekar masuk kedalam kamar tersebut.
Plakk!!
Mereka sudah paham dengan tugasnya dan menampar Lexsa beberapa kali hingga ujung bibirnya berdarah.
Lexsa terdiam sembari mengusap darah di bibirnya.
"Dandani wajah cantikmu lalu keluar ke ruang tamu!!"
Madam Sina keluar dengan kedua pengawalnya sedangkan Lexsa masih duduk sembari mengepalkan tangan.
Rasa sakit yang sekarang ingin ia alihkan pada keluarga Patricia, bukan rasa sayang atau rindu yang ia rasakan melainkan sakit hati.
***
__ADS_1
Selang beberapa lama Lexsa keluar dengan gaun putih, entah apa motifnya berdandan bak mempelai wanita.
"Alexandra Larossa!!"
"Kau ingin aku keluar menggunakan bikini yang ada di lemari sampah mu?" Tanya Lexsa.
Madam Sina geram dengan dandanan gadis itu sebab setiap wanita yang ia bawa harus keluar menggunakan bikini untuk memperkenalkan diri sekaligus memperlihatkan tubuh indah mereka.
"Jangan bermimpi Madam ini saja syukur aku mau keluar," ucapnya lalu duduk di kursi.
Madam Sina menarik nafas dan tersenyum dengan paksa, dia harus mengontrol emosi untuk sekarang.
"Baiklah gadis gadis ku sekalian perkenalkan ini Alexandra Larossa, perempuan yang akan menjadi teman kalian nantinya."
Alexandra Larossa melihat sekitarnya yang dikelilingi para gadis muda dengan penampilan kurang wajar sebab pakaian mereka sangat terbuka untuk umur 17 tahun ke atas.
"Namaku Alexandra Larossa panggil saja Lexsa," ucapnya.
Para gadis-gadis disana mengangguk seperti tidak memiliki tujuan dan hanya menaati perintah, Lexsa sampai bingung dengan sikap para gadis disana.
"Baiklah aku lelah aku akan masuk."
"Alexandra Larossa jangan keterlaluan!!"
Lexsa tidak peduli dia berdiri dan masuk kedalam kamar namun pengawal Madam Sina menghalangi jalannya.
__ADS_1
"Madam Sina yang terhormat anak buah mu baru saja menampar ku jika mereka menampar ku lagi mungkin harga ku di acara pelelangan nanti akan berkurang," ujar Lexsa dengan senyum tipis.
Madam Sina menyuruh pengawalnya mundur dan memberikan jalan untuk gadis itu masuk kedalam kamarnya, jika saja itu gadis lain mungkin Madam Sina sudah memberikannya hukuman dengan melayani 5 pria dalam satu malam.