
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Lexsa sembari menyingkirkan anak rambut di wajah gadis itu.
"Harusnya aku yang bertanya bagaimana kabarmu kak."
"Aku baik baik saja."
Katherine melihat pakaian yang dikenakan kakaknya dan ia paham Lexsa sebenarnya hidup dengan baik selama meninggalkan rumah.
Dari sisi lain tawa renyah yang tadi terdengar langsung menghilang setelah melihat Lexsa, nyonya Patricia langsung menarik Katherine dari pelukan Lexsa.
"Apa kau tidak punya sopan santun memeluk orang sembarangan!" Tegurannya.
Lexsa berdiri dan menatap tuan Patricia beserta keluarganya berada disana. Lexter dari jauh membiarkan mereka berbicara beberapa saat.
"Dia adikku kenapa harus punya sopan santun lagipula aku hanya memeluknya bukan memukulkannya," jawab Lexsa pelan.
"Kau sudah berani menjawab ku sekarang ya! Siapa yang membawa gadis bodoh tidak berguna sepertinya datang kemari, tua Bangka mana yang menyewa mu hah?!"
"Lagipula untuk apa kau datang kemari Lexsa, tuan Pandev sudah ditangkap. Haruskah aku memberitahu tuan muda untuk mengusir mu dari sini?" Gertak Ellen.
Ibu dan anak itu sama sama mengintimidasi Lexsa berkali kali dan Lexsa sudah muak mendengar perkataan mereka.
"Tuan Patricia kenapa diam saja? Tidak ingin mengatakan hal yang sama dengan istri dan anakmu?" Tanya Lexsa sembari menyatukan kedua tangannya.
"Diam kau Lexsa lagipula siapa yang membawa mu kemari jangan sampai ada orang yang tau hubungan mu dengan kami, aku tidak ingin bersangkut paut denganmu!!"
Ellen memiliki ide untuk mempermalukan Lexsa di depan banyak orang, ia pun menarik pergelangan tangan Lexsa kedepan Lexter.
__ADS_1
"Tuan muda kau masih ingat orang ini?" Tanya Ellen pada Lexter.
Keluarganya pun ikut mendekati Lexter dengan seringai jahatnya menatap Lexsa. Lexter hanya diam dan menunggu perkataan Ellen selanjutnya.
"Gadis menjijikan ini berasal dari rumah lelang tuan dan entah siapa yang membawanya kemari mungkin saja brandal tua dan itu akan merusak reputasi anda tuan muda," ujar Ellen.
"Lepaskan tanganmu dari tangannya nanti kotor," ucap Lexter.
Ellen dengan tatapan sinisnya melepas pergelangan tangan Lexsa dan menyatukan kedua tangan di dada, ia merasa akan mendapat tontonan gratis ketika Lexsa ditendang keluar dari acara itu.
"Kau tidak dengar? Kau itu kotor Lexsa kotor!!"
Lexter melepas minumannya di meja lalu menarik pergelangan tangan Lexsa dan meniup bekas tangan Ellen tadi.
"Tangan mu belum bersih nanti cuci tangan diluar," ucap Lexter sembari tersenyum hangat.
"Tu-tuan apa maksud anda?"
"Dia milikku jangan berani melakukan apapun padanya dan kau (menunjuk Ellen) jangan berani berani menjelekkannya!"
"Tuan Lexsa ini putri kami bagaimana kau bisa mengatakan dia milikmu?" Tanya tuan Patricia.
"Astaga kalian keluarga yang sangat lucu ya aku benar benar tidak bisa mengatakan apapun." Jawab Lexter dengan tawa mengejek.
"Mari pergi," bisik Lexsa yang merasa tidak nyaman dengan tatapan beberapa orang yang mulai memperhatikan.
Rasanya Lexter belum tenang jika belum memberikan pelajaran pada orang orang di depannya yang telah menjatuhkan Lexsa.
__ADS_1
"Ingat baik baik jangan pernah mengganggunya atau hidup kalian tidak akan tenang! Dan kau nona Ellen aku sudah menyiapkan kontrak pembatalan saham di pulau kosong baik dari LA Group dan La Cosa Nostra Group. Siapkan tenaga mu mencari investor baru!"
Lexter meninggalkan tempat itu sembari menggandeng Lexsa pergi tak peduli orang orang melihatnya.
"Apa! Tuan tunggu aku bisa memperbaiki kesalahan ku!" Teriak Ellen sembari mengejar keduanya namun beberapa pengawal menghalangi gerakannya.
"Apa tuan muda yang membeli Lexsa hari itu," gumam nyonya Patricia.
Itu akan gawat jika memang benar karena posisi Lexsa melambung jauh dari mereka, Lexsa pun pasti memiliki kewenangan.
"Ma Lexsa sebenarnya menjadi sekertaris tuan Pandev pemimpin La Cosa Nostra sebelumnya," ucap Ellen.
"Apa!!" Tentu saja tuan dan nyonya Patricia terkejut mendengarnya. Gadis kecil sepertinya pasti hanya akan menjadi panggilan para pria hidung belang namun tak disangka Lexsa bisa mencapai sejauh itu.
"Kenapa tidak mengatakannya dari dulu!" Tegur nyonya Patricia.
"Karena aku pikir dia tidak akan becus bekerja ma jadi aku tidak memberitahu mama."
"Ma kenapa kalian sangat tidak menyukai kak Lexsa, dia baik padaku," saut Katherine.
"Hust diam anak kecil tidak tahu apa apa."
Katherine benar benar kesal dengan keluarganya yang terlalu membenci Lexsa sebab gadis itu sangat baik bahkan tidak pernah berbicara dengan nada tinggi.
***
__ADS_1