GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 39


__ADS_3

Disisi lain tuan Pandev sudah kembali dari kantor dan kini ia sedang duduk manis sembari menyesap teh hangat.


Ujung bibir pria paruh baya itu menyeringai setelah membaca berkas-berkas di tangannya.


"Sayang sekali permainanmu sudah berakhir anak kecil," ujarnya.


"Tuan apa yang harus kita lakukan?"


"Tidak ada cukup duduk manis dan berpura pura tidak tahu segalanya," jawab tuan Pandev.


"Anda akan membunuh gadis itu juga tuan?"


"Hm sepertinya permainan ini cukup menarik, aku ingin melihat sejauh mana bocah itu akan mempertahankan Alexandra Larossa."


Seluruh data pribadi Lexsa telah bocor ditangan tuan Pandev, ia tahu gadis itu hanya lulusan SMA dan merupakan suruhan dari Lexter.


"Pergilah lakukan sesuai rencana yang ku katakan siang tadi!" Titahnya.


"Baik tuan besar."


****


Keesokan harinya Lexsa keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan.


"Aku tidak sarapan, ada hal penting di kantor," ucapnya.


"Hal penting apa sampai tidak bisa sarapan," kata Lexter.


"Akan ku jelaskan nanti."

__ADS_1


Lexsa segera bergegas menenteng tasnya keluar rumah menuju kantor. Pagi tadi saat bangun tidur ia mendapat pesan dari Lea bahwa sesuatu terjadi di kantor.


30 menit kemudian gadis itu sampai di kantor, Lea menyambut dengan baik dan mengajaknya ke ruang meeting.


"Ada apa Lea?" Tanya Lexsa.


"Rosa aku ingin bertanya sesuatu padamu."


"Katakan saja ada apa?"


"Kau tau sesuatu tentang ruang brankas?" Tanya Lea.


"Heuh? Tidak, bukankah tuan besar melarang kita kesana," jawab Lexsa dengan senyum tipis.


"Aku lega kau tidak tahu."


"Ada apa Lea?" Tanya Lexsa.


Seketika Lexsa mengerutkan dahi mendengar semua itu, ia mengingat madam Sina pemilik butik di dekat pantai yang merupakan mantan sekertaris di La Cosa Nostra Group.


"Kau hanya ingin mengatakan itu?" Tanya Lexsa.


"Tuan besar akan mengadakan meeting di kantor hari ini, dia tidak bisa menghubungi ponsel mu tadi malam lalu memberikan pesan padaku untuk memberitahu mu pagi ini."


"Astaga meeting? De-dengan siapa dan jam berapa? Aku belum menyiapkan berkas nya sama sekali," kata Lexsa dengan panik.


"Kau tenang saja aku sudah menyiapkan berkas nya."


"Benarkah? Lea terima kasih banyak."

__ADS_1


Dari ujung sana terdengar suara langkah kaki, Lexsa membalikkan badan dan melihat wajah semrawut tuan Pandev.


"Maaf tuan besar semalam saya tidak memegang ponsel sama sekali bahkan langsung tidur ketika sampai rumah," ucap Lexsa dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak apa Rosa lagipula Lea sudah mengerjakan semuanya." Ujar tuan Pandev dengan senyum tipis dan ramah seolah ia belum mengetahui asal usul gadis itu.


"Sekali lagi maaf tuan besar."


"Sudahlah bahas itu nanti saja Rosa sekarang kembali ke ruangan mu."


Lexsa mengangkat sedikit wajahnya seolah bertanya maksud tuan Pandev.


"Lea yang menyiapkan meeting jadi dia yang harus presentasi, kau tidak mungkin akan mengambil kerja keras Lea bukan?"


"Ahh ya tentu saja tuan besar, saya akan kembali ke ruangan."


Lexsa menundukkan badan lalu berjalan menuju ruangan, sesekali gadis itu menengok ke belakang namun ia masih tak paham maksud tuan Pandev menyuruhnya tidak mengikuti meeting penting.


Sampai di ruangan Lexsa mengambil ponsel dan menghubungi Arkan yang diberi nama singa jantan.


'ada apa nona Lexsa?'


'bisa berikan ponselnya pada bosmu?'


'tunggu sebentar'


Arkan berjalan menuju ruangan Lexter dan memberikannya ponsel.


"Kenapa kau memberikan ponselmu padaku!" Ucapnya dengan acuh.

__ADS_1


"Nona Alexandra Larossa menyuruhku memberikan ponselnya padamu tuan," jawab Arkan dengan nada paksaan.


__ADS_2