GADIS LELANG

GADIS LELANG
bab 35


__ADS_3

"Cihhh!!" Lexsa tersenyum sinis dengan ucapan munafik kakaknya itu.


"Kurasa kau tidak melupakan malam itu nona Ellen!"


Lexsa langsung mengambil berkas yang telah ditandatangani semua oleh Lexter dan pergi meninggalkan ruangan.


Lexter mengirim pesan pada Arkan untuk mencegah Lexsa keluar dari kantornya sebelum Ellen kembali.


"Maafkan adikku tuan muda sifatnya memang seperti itu," ucap Ellen yang hendak ingin menggoda Lexter kembali namun pria itu mencegahnya dengan menjauh dari tubuh wanita yang akan mendekatinya tersebut.


"Nona sepertinya pembahasan kita sudah cukup melenceng dan sekertaris ku sudah membatalkan acara memancing karena kita sudah membahas tuntas masalah bisnis," ujar Lexter.


"Heuh? Ta-tapi tuan bukankah acara itu untuk pendekatan kita?"


"Kurasa kau salah paham nona, aku benar benar hanya ingin membahas bisnis dan masalah kau membuka kancing aku yakin itu karena kesalahpahaman pemikiran mu," jawab Lexter datar.


"A-aku…."


Ellen menggigit bibir bawahnya menahan malu, ia mengira Lexter memberikannya kesempatan untuk dekat dengannya sebab pria itu sangat jarang bahkan tidak pernah memberikan ruang seorang wanita masuk kedalam hatinya.


Setelah Ellen keluar Lexter menghampiri Arkan dan bertanya kemana ia membawa Lexsa namun pria itu agak ragu menjawabnya.


"Kenapa kau tidak menjawab ku!" Ucap Lexter.


"M-mm kau jangan marahi aku ya aku terpaksa melakukannya," kata Arkan.


Pria itu membawa Lexter ke kamar mandi dan lalu membuka kuncinya dari luar.

__ADS_1


Ceklek.


"Tuan kau…"


Lexsa menghentikan ucapannya setelah melihat Lexter berada di depannya, gadis itu bungkam tanpa bicara.


"Perlu penjelasan?" Tanya Lexter datar.


"Tidak!" Jawab Lexsa lalu pergi meninggalkan ruangan.


Gadis itu tak ingin berlama lama berada disana dan langsung keluar meninggalkan LA Group.


"Lexsa!"


Gadis itu memperhatikan satu suara yang memanggilnya dengan sedikit keras hingga akhirnya menemukan seseorang.


"Masuklah!"


"Aku ingin bicara denganmu!"


Lexsa berpikir sejenak lalu menghampiri wanita itu, ya siapa lagi jika bukan Ellen. Wanita itu membawa adik tirinya pergi menjauhi LA Group.


"Nona Ellen turunkan aku disini!"


"Alexandra Larossa tenanglah aku tidak akan melukaimu," ujar Ellen dengan senyum sinis.


"Tidak cukup semua yang kalian lakukan padaku?"

__ADS_1


"Justru aku iri padamu Lexsa, papa menyuguhkan mu berbagai macam peralatan kecantikan dari usia muda sedangkan aku? Aku harus mencari uang terlebih dahulu baru bisa membeli apa yang aku inginkan," jawab Ellen.


"Ciihh ingin bertukar posisi?" Tantang Lexsa dengan seringai tipis.


Ellen tidak lagi menjawab sebab ia tahu apa yang akan terjadi.


"Ku dengar kau dibawa ke tempat pelelangan, bagaimana sekarang sudah berapa pria yang kau layani?"


"Apa urusanmu dengan itu lagipula kenapa kau sangat peduli padaku."


"Tidak aku hanya ingin memastikan adik tiriku hebat dalam bermain diatas ranjang," ejek Ellen dengan tawa puas.


Lexsa menutup matanya menahan geram dengan ucapan wanita itu namun ia tidak bisa sembarangan memukul seseorang.


"Bukankah nona Ellen ini yang lebih pintar bermain di atas ranjang? Nona bagaimana rasanya tubuhmu dinikmati pria hidung belang saat malam natal ketika keluarga Patricia pergi liburan?"


Ellen mengerutkan dahi dan menatap Lexsa sekilas saat mendengar ucapannya.


"Nona Ellen kau berpikir aku tidak tahu malam itu kau membawa dua pria sekaligus dan melayani mereka di kamar mu? Astaga kau mengira aku bodoh rupanya bahkan aku masih menaruh rekamannya di kamar ku," ujar Lexsa dengan santai memainkan kuku cantiknya.


Ellen langsung menekan rem sekuat mungkin bahkan hampir menabrak mobil di depan saat mendengar perkataan Lexsa lagi.


"Ka-kau…"


"Pergilah selamatkan dirimu dari papa sebelum dia menemukan rekaman panas itu. Nona Ellen aku masih hafal bagaimana ******* panas mu malam itu," goda Lexsa kembali.


"Keluar! Keluarga dari sini!"

__ADS_1


"Upss tidak seharusnya sekertaris dari perusahaan besar semarah ini, baiklah baiklah aku akan keluar selamat tinggal semoga berhasil."


Lexsa keluar dari mobil setelah menarik nafas lalu Ellen menancap gas kembali ke rumahnya mencari rekaman yang dikatakan oleh Lexsa.


__ADS_2