GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 28


__ADS_3

"CK ck ck untuk apa seorang Lexter La Cosa Nostra berada ditempat ini," sapanya.


"Aku juga heran kenapa tuan besar datang ketempat ini," ucap Lexter dengan arogan.


Ucapan Lexter hanya ditanggapi dengan senyuman oleh pria paruh baya tersebut.


"Tuan muda perkenalan ini adalah tuan besar Pandev William dan dia…."


"Dia pemilik perusahaan terbesar di negara ini bukan."


Ellen mengangguk pelan saat mendengar perkataan Lexter, bodoh juga jika ia mengenalkan tuan Pandev sebab keduanya merupakan orang besar yang penting dalam perusahaan.


"Tuan besar saya sudah siapkan berkasnya," saut seseorang dari belakang.


Tentu saja seluruh mata mengarah pada sumber suara. Lexter dan Arkan tidak menunjukkan ekspresi apapun saat melihat Lexsa berada disana dan tentu saja Ellen membulatkan mata saat melihat adik tirinya berada disana juga.


Lexsa berjalan begitu saja melewati Lexter dan Arkan seolah ketiganya memang baru bertemu hari ini untuk pertama kalinya.


"Rosa perkenalkan ini adalah Ellen dia sekertaris disini," ucap tuan Pandev.


Masih dengan wajah terheran heran Ellen menyambut uluran tangan Lexsa yang sedang tersenyum manis padanya.


"Rosa Beltrame."


"Ellen." Sejenak Ellen termenung melihat wajah gadis yang sangat mirip dengan adik tirinya itu.

__ADS_1


"Tuan besar maaf tapi siapa mereka?" Tanya Lexsa dan menunjuk dua pria di depannya.


"Ahh perkenalkan ini tuan muda Lexter La Cosa Nostra."


Lexsa kembali mengulurkan tangan dengan senyum semanis mungkin.


"Rosa Beltrame."


Lexter tak berniat sedikitpun membalas uluran tangan Lexsa hingga gadis itu mengembalikan telapak tangannya.


"Kurasa sekertaris mu lebih muda tuan, kau telah membunuh sekretaris lamamu?" Tanya Arkan dengan ketus.


Tuan Pandev membalas dengan senyuman tipis, ia merasa lega sebab Lexter dan sekertarisnya memang tidak pernah berhubungan sebelumnya.


"Baik tuan besar."


Lexsa menundukkan sedikit badannya untuk berpamitan kepada semua orang lalu berjalan mengikuti staff yang tadi.


"Nona Ellen kami harus segera pergi," ucap Arkan.


"Heuh? Ahh ya baiklah tuan muda hati hati di jalan," kata Ellen yang masih dengan kebingungannya.


Lexter dan Arkan berjalan menuju lobi tanpa mempedulikan tuan Pandev lagi, mereka meninggalkan tempat itu dan segera kembali ke LA Group.


"Tuan aku masih bingung mengapa kita mengambil pulau kosong untuk pembangunan proyek," ucap Arkan.

__ADS_1


"Itu bukan point utamanya, beberapa hari ini Alexsa memberitahuku soal pulau kosong yang dibicarakan tuan Pandev dan mereka mengincar pulau tersebut."


"Lalu?"


"Lihat ini!"


Lexter memberikan tablet yang ia pegang pada Arkan dan tertulis jelas tuan Pandev bersedia memberikan 35% sahamnya di dalam proyek itu asal ia mendapatkan pulaunya.


"Tuan tua ini tau apa yang ia lakukan akan berdampak pada perusahaannya mengapa dia memberikan saham sebanyak itu," gumam Arkan.


"Ohh aku akhirnya mengerti kenapa kau melakukan ini."


***


Disisi lain Ellen dan kliennya telah selesai mengadakan pertemuan, wanita itu meminta izin pada tuan Pandev untuk membawa Lexsa ke dalam ruangannya untuk saling mengenal sebagai sesama sekretaris.


"Lexsa apa apaan ini!!" Ucap Ellen tegas.


"Seperti yang kau lihat nona Ellen," jawab Lexsa dengan senyum tipis.


"Hei kau pikir aku bodoh gadis licik? Kau bahkan belum mengambil ijazah SMA kenapa kau mendapat pekerjaan sebagai sekertaris di La Cosa Nostra Group!!"


Hahaha!!


Lexsa menghela nafas berat dan berjalan jalan mengitari ruangan Ellen sembari melihat beberapa pajangan.

__ADS_1


__ADS_2