GADIS LELANG

GADIS LELANG
50


__ADS_3

Ditempat lain Lexsa sedang melihat pemandangan dari balkon kamarnya namun setelah ia melihat kebawah gadis itu langsung bersembunyi.


"Ada apa Ellen kemari," gumamnya.


Gadis itu terus berpikir sampai ia teringat akan sesuatu di kantor Lexter, ternyata mereka masih berhubungan dekat pikir Lexsa.


Moodnya sedikit hancur melihat Ellen keluar dari rumah tersebut dan kemudian berpikir untuk menemui Lexter.


Lexsa turun dari kamarnya menuju ruang tamu dimana Lexter dan tuan Louiston sedang duduk bersama.


"Kemarilah," ucap tuan Louiston dengan senyum manis.


Lexter memutar kepala dan melihat Lexsa namun gadis itu enggan menatapnya tetapi ikut duduk disana.


"Ehem! Tuan ada yang ingin saya bicarakan," ucap Lexsa.


"Katakan saja jangan sungkan."


Lexter pun cukup tertarik dengan apa yang ingin dikatakan oleh Lexsa.


"Sepertinya tugasku sudah habis membantu tuan muda mendapatkan kembali La Cosa Nostra jadi aku tidak punya alasan untuk tinggal disini lagi," ujarnya.


Tuan Louiston mengerutkan dahi sembari menatap putranya, Lexter pun sama terkejutnya ketika mendengar ucapan Lexsa.

__ADS_1


"Apa maksudmu?!" Tanya Lexter.


"Saya harus pergi dari sini dan…."


Lexter langsung menarik Lexsa pergi menjauh dari ruang tamu, seperti biasa pria itu mengajak Lexsa masuk kedalam ruang kerja dan menyuruhnya duduk di kursi.


"Kau tau apa yang kau katakan?"


"Memangnya apa yang harus kulakukan disini? Aku sudah melakukan tugasku sebagai mata mata disana dan semuanya sudah selesai," jawab Lexsa acuh.


"Sepertinya kau lupa aku membawamu darimana!"


Deg!!


"Aku akan membayar sejumlah uang yang kau habiskan untuk membeli ku tapi aku tidak ingin tinggal disini!" Ucap Lexsa mulai dengan nada sedikit tinggi.


"Alexandra Larossa jangan lewati batas mu!"


"Aku akan melewatinya memangnya kenapa!" Lexsa melawan dengan keras kali ini.


"Lexsa ada apa denganmu kenapa kau tiba tiba ingin pergi dari sini?" Tanya Lexter yang benar benar tidak mengerti akar masalahnya.


"Aku sudah bilang pekerjaan ku sudah selesai disini."

__ADS_1


Benar juga ada apa denganku kenapa tiba-tiba ingin pergi dari sini, apa karena hubungan Lexter dengan Ellen, batin Lexsa.


Rumah ini akan mati jika dia pergi, papa ku sangat menyukainya, batin Lexter.


"Papa tidak akan mengizinkan mu pergi Lexsa lagipula apa masalahnya tinggal disini," bujuk Lexter.


"Aku akan memberikan pengertian pada tuan Louiston dia pasti akan mengerti," sangkal Lexsa.


Keduanya terdiam beberapa saat, Lexter tak akan membiarkan gadis itu pergi begitu saja namun bagaimana cara mencegahnya.


"Dimana kau akan tinggal?"


"Aku akan mencari apartemen kelas bawah dari hasil ku bekerja di La Cosa Nostra Group, sudahlah aku akan menyiapkan barang ku sekarang."


Gadis itu berdiri dengan mantap dan berjalan menuju pintu namun sebelum terbuka Lexter menghalanginya dan memeluk gadis itu dari belakang.


"A-apa yang kau lakukan?" Tanya Lexsa sembari membuka pelukan Lexter namun pria itu malah membalik tubuh Lexsa dan mencium bibirnya.


Seketika Lexsa mematung sembari membulatkan mata, detak jantungnya berpacu kencang bahkan nafasnya tak terdengar sedikitpun.


Lexter terus ******* bibir gadis itu hingga Lexsa membuat perlawanan namun Lexsa segera mendorongnya.


"Lexter kau…"

__ADS_1


Lexter tak berkata apapun lalu mengangkat tubuh Lexsa ke sofa, gadis itu berdiri disana hingga membuat tinggi mereka sejajar.


__ADS_2