
"Nona kau baik baik saja kan?" Tanya Choon Hee sekali lagi.
"Dia makan dengan baik disini kau tidak perlu khawatir," jawab tuan Louiston dengan ramah.
Choon Hee kembali tersenyum lega setelah mendapat jawaban yang bagus "Arkan aku menyuruhmu menjemputnya tadi malam kenapa kau datang siang?" Tanya Lexter.
Lexsa pun ikut menunggu jawaban sebab tadi malam ia melihat Arkan pergi menjemput Choon Hee namun baru kembali sekarang.
Arkan menatap Choon Hee sekilas sembari memikirkan jawaban yang tepat "tuan muda maaf tadi malam ada insiden kecil dirumah madam Sina jadi aku tidak bisa membawa Choon Hee tepat waktu," jawabnya.
"Benarkah, apa yang terjadi madam Choo kau baik baik saja kan?" Tanya Lexsa langsung khawatir.
"Tidak apa nona aku baik baik saja jangan khawatir," jawab Choon Hee.
Melihat wajah Arkan sepertinya Lexter belum menemukan jawaban yang tepat, ia mengenal pria itu dan sekarang ia merasa Arkan sedang tertekan.
"Ikut aku," ucap Lexter lebih tepatnya itu perintah.
Arkan mengangguk dan mengikuti Lexter tentu saja keduanya keruang kerja, tempat itu seperti ruang pengadilan jika seseorang melakukan kesalahan.
"Apa yang terjadi?" Tanya Lexter.
"Maaf tuan muda tadi malam ada kesalahpahaman dan…" Arkan menghentikan kalimatnya bahkan tak tahu harus menjelaskan darimana.
"Jelaskan kenapa kau berhenti."
"Tadi malam aku datang menjemput Choon Hee dirumah madam Sina dan aku langsung masuk ke kamarnya tak disangka mereka mengunci pintu dari luar agar sewaktu-waktu Choon Hee tidak bisa keluar. Madam Sina mengira aku membeli Choon Hee dan ingin menikmati tubuhnya, wanita tua itu memberikan obat yang menyebabkan halusinasi pada Choon Hee, aku pun meminum minuman di meja dan ternyata ada obat perangsang disana lalu kami…."
__ADS_1
Arkan enggan menjelaskan lebih detail lagi intinya Lexter sudah paham bagaimana kelanjutannya.
"Apa yang kau lakukan sekarang?" Tanya Lexter.
"Choon Hee tidak pernah berhubungan **** dengan pria lain selama dirumah itu dan aku merasa aku perlu bertanggung jawab tuan muda jadi aku sudah mengatur pernikahan dan membelikan rumah untuknya."
"Kenapa tidak tinggal disini?"
"Sepertinya hubungan kami sedikit sulit dijelaskan tuan muda, kami perlu menyesuaikan diri satu sama lain jadi aku memutuskan untuk membeli rumah dan tinggal dengannya."
"Wanita itu setuju?"
"Dia setuju."
Lexter mengangguk pelan sembari menepuk pundak Arkan, ia merasa bersalah telah mengirim Arkan menjemput wanita itu tadi malam.
"Tidak perlu tuan ini sudah menjadi tanggung jawab ku sendiri lagipula aku tidak pernah mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar."
"Baiklah dan untuk pernikahan mu?"
"Untuk pernikahan sepertinya kami tidak merayakan apapun karena Choon Hee tidak menginginkannya."
Setelah berbincang bincang keduanya keluar dari ruang kerja. Diluar Lexsa, Choon Hee dan tuan Louiston bercanda gurau seperti tak ada beban.
"Tuan besar ini waktunya beristirahat aku akan membawamu ke kamar," ucap Lexsa setelah menatap jam tangannya.
"Tidak tidak Lexsa aku akan pergi sendiri agar aku bisa menggerakkan otot-otot tangan ku, kalian lanjutkan bicara ya."
__ADS_1
"Baiklah tuan hati hati."
Lexsa membiarkan tuan Louiston mendorong tubuhnya sendiri dengan kursi roda namun pandangan gadis itu tak bisa lepas hingga tuan Louiston masuk kedalam kamar, ia tak perlu khawatir sebab di dalam kamar sudah ada perawat disana.
"Kemarilah tuan kenapa diam disana," sapa Lexsa sembari mengerutkan alisnya.
Choon Hee tampak ragu menghadap kebelakang dan melihat Lexter sedan berdiri bersama Arkan "nona aku ingin bicara sebentar," ucapnya.
"Heuh? Ah ya baiklah ayo ke kamarku."
Lexsa menarik Choon masuk kedalam kamarnya di lantai dua, karena menganggap itu rahasia Lexsa menutup dan mengunci pintu dari dalam.
"Ada apa madam Choo?" Tanya Lexsa.
"Nona kau jangan marah padaku jika aku mengatakannya."
Lexsa mengangguk dengan cepat sembari memegang kedua tangan Choon Hee untuk meyakinkannya "tadi malam aku tidur dengan tuan Arkan."
"Apa!!" Seketika Lexsa terbelalak mendengar ucapan Choon Hee, ia hampir berdiri hendak mencari Arkan namun di halangi Choon Hee.
"Ini bukan salahnya nona kami sama sama terkena obat perangsang, madam Sina yang menjebaknya."
"Madam Choo kau wanita baik baik dan aku sangat keberatan tuan Arkan melakukan itu meskipun ia terjebak!"
Lexsa ingin kembali pergi namun tetap di halangi Choon Hee, wanita itu tau bagaimana emosi Lexsa saat ini. "Dia ingin bertanggung jawab dan menikahi ku nona."
"Benarkah?" Lexsa menggenggam erat telapak tangan Choon Hee berharap semuanya benar sebab wanita itu tidak memiliki siapa siapa dihidupnya.
__ADS_1