GADIS LELANG

GADIS LELANG
52


__ADS_3

Arkan memutuskan sambungan tanpa berpikir berapa jumlah yang ia sebutkan tadi, ia bertanya seolah membeli kuaci di warung.


Uhukk!!!


Lexsa terbatuk-batuk mendengar harga pantastis yang ia dengarkan tadi.


"Hutangku padamu saja belum bisa ku lunasi bagaimana ini."


"Kau selalu berpikir tentang uang, biarkan Arkan mengurus itu jangan banyak berpikir lagi," ucap Lexter sembari menyentil kening Lexsa.


"Baiklah tuan muda dan nona aku akan menemui madam Sina dan membawa nona Choon Hee kembali."


"Terimakasih tuan Arkan."


Arkan membalas dengan senyum tipis lalu pergi dengan menutup pintu.


"Hanya berterima kasih pada Arkan saja?" Tanya Lexter.


"Hahh terimakasih tuan muda Lexter La Cosa Nostra," ucap Lexsa diiringi senyum semanis mungkin.


Lexter menundukkan badannya hingga setara dengan Lexsa lalu menunjuk kening.


"Apa maksudnya?" Tanya Lexsa berpura pura tidak mengerti.


"Arkan!!" Teriak Lexter.


"Aishh aku hanya bercanda,"


Lexsa langsung mencium kening Lexter beserta pipi dan dagunya.


Ceklek


"Ya tuan muda?"


"Argh!!!"


Lexsa mendorong Lexter setelah Arkan kembali membuka pintu, ternyata ia mendengar teriakan tersebut sebab Lexter tak menghidupkan kedap suaranya.

__ADS_1


"Pergilah kenapa masih disini!!"


"Ah ya baiklah."


Arkan seperti orang bodoh yang membuka pintu tiga kali berturut turut hanya untuk melayani dua orang tersebut.


***


Malam hari Arkan bergegas menuju rumah pelelangan madam Sina, pria itu sebenarnya tidak ingin mencatat sejarah dalam hidupnya pernah menampakkan langkah kaki ditempat tersebut.


"Selamat malam tuan," sapa Madam Sina.


Wanita itu langsung menyambut Arkan dengan baik mengingat atasannya pernah membeli seorang gadis dengan harga sangat fantastis.


"Dimana dia," tanya Arkan tanpa basa basi.


"Silahkan masuk tuan pesanan anda ada di dalam," jawab madam Sina dengan senyum manis menggandeng Arkan namun pria itu menghindar dengan cepat.


Madam Sina mengangguk pelan dengan penolakan Arkan sembari mempersilahkannya masuk kedalam, di dalam Arkan melihat banyak gadis kesana kemari dengan dandanan mencolok bahkan beberapa gadis mencoba merayu Arkan namun madam Sina memberikan isyarat untuk menjauh.


Ceklek


"Silahkan masuk tuan," ucap Madam Sina.


Arkan langsung masuk tanpa menunggu lama toh dia hanya menemui Choon Hee lalu membawanya pergi dari tempat itu.


Ceklek


Arkan memperhatikan kamar yang ia masuki dan tempat itu dihias sedemikian rupa persis seperti kamar pengantin.


"Tuan," sapa Choon Hee dengan lembut.


Arkan langsung mengalihkan tatapan ke sofa, ia mematung melihat Choon Hee sedang tersenyum sangat manis padanya sembari berpose erotis.


"Nona Alexandra Larossa menyuruh anda…"


"Siapa dia tuan? Jangan menyebut gadis lain di depanku karena hanya ada kita disini," ucap Choon Hee dengan lemah lembut sembari mendekatkan dirinya pada Arkan.

__ADS_1


"Nona Lexsa yang menyuruhku membawa mu pergi dari tempat ini jadi…"


"Anda pasti lelah berjalan kemari tuan."


Choon Hee memotong kalimat Arkan begitu saja dan membawakannya air minum yang ia tuang sendiri dari botol kaca.


"Silahkan minum."


"Tidak!" Tolak Arkan dengan tegas.


Choon Hee tersenyum sembari membawa Arkan duduk di sofa lalu menindih tubuhnya sembari memberikan air minum.


"Sudah ku katakan tidak!"


Brakk!!


Arkan membuang gelas yang ada di tangan Choon Hee. Wanita itu tampak kesal dan mengambil botol kaca lalu meminum air tersebut dan kembali mendekati Arkan.


Wanita itu langsung menarik dagu Arkan dan mencium bibirnya lalu memasukkan air kedalam mulut pria tersebut.


Choon Hee ******* bibir Arkan agar airnya masuk kedalam mulut pria itu, Arkan tak bisa menahan naluri prianya ketika Choon Hee berada sangat dekat dengan dirinya.


Namun masih dengan akal sehatnya Arkan kembali mendorong Choon Hee hingga terhempas di sofa dan botol kaca di tangannya ikut pecah.


"Nona Lexsa menunggumu kembali, aku datang menjemputmu bukan menikmati tubuhmu!" Ucap Arkan dengan tegas.


Choon hanya tersenyum tipis dengan mata satu seperti seseorang yang berada dalam gangguan obat obatan.


"Aku akan bicara pada madam Sina sebentar."


Arkan bergegas menjauhi Choon Hee namun setelah beberapa langkah pria itu merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.


"Kau menaruh apa dalam air itu?" Tanya Arkan.


"Hmm bukan aku, mereka yang melakukannya," jawab Choon Hee dengan pelan sembari tersenyum tipis.


"Sial!!"

__ADS_1


__ADS_2