GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 15


__ADS_3

Ketiganya sibuk berolahraga dengan gerakan masing-masing, Lexter mengangkat barbel lalu Arkan memilih treadmill sebagai alat olahraga nya.


Sangat berbeda dari keduanya Lexsa hanya memilih peralatan ringan yaitu tali untuk melompat. Itu saja sudah cukup membuatnya berkeringat.


30 menit kemudian Lexsa telah habis tenaga, gadis itu bersandar di kursi dekat Lexter mengangkat barbel kecil.


Hahhh!!


"Ambil air minum disana," ucap Lexter datar.


Lexsa melihat lemari pendingin di samping peralatan olahraga, anehnya gadis itu tidak melihat sama sekali adanya air minum.


"Ah ya terimakasih."


Dengan langkah pelan gadis itu berjalan hingga lemari pendingin terbuka.


"Ahhh kenapa tidak dari tadi tuan muda."


Lexsa mengambil air minum lalu meneguknya namun tidak ingin pergi dari depan lemari pendingin. Lexter melepas barbel dan ikut mengambil air minum tak peduli alasan Lexsa membiarkan itu terbuka dan duduk di bawah.


"Tuan muda kemari lah."


"Kau saja," ucapnya ketus.


"Tuan muda kemari lah."


Lexsa menarik pergelangan tangan pria itu hingga membuatnya duduk dengan cepat.


"Bagaimana? Sejuk bukan?" Tanya Lexsa dengan senyum merekah.

__ADS_1


Lexter menyunggingkan senyum tipis dengan rasa dingin di punggungnya, itu sebabnya Lexsa duduk disana.


Karena merasa lumayan Lexter membuka jaket hingga membuat seluruh tubuhnya terekspos rapi, Lexsa membulatkan mata besar besar dan segera mengalihkan pandangan.


"Ehem! Tuan muda itu melanggar peraturan," ucapnya.


"Ada apa denganmu," ujar Lexter.


"Tu-tuan bukankah sebuah pelanggaran membuka pakaian sembarangan."


Lexter memegang pundak Lexsa dan memegang resleting di jaket gadis itu lalu membukanya setengah.


"Satu sama," ucapnya.


"Tu-tuan muda apa yang kau lakukan."


Lexsa segera menutupnya kembali namun Lexter menahan pergelangan gadis itu.


Lexter memang membuka resleting jaket Lexsa namun matanya tetap mengarah pada gadis itu tanpa ingin melihat ke arah lain.


"Lihat saja tuan muda aku juga mengenakan pakaian dalam."


Lexsa menggunakan senyum menggoda sembari membuka jaketnya hingga memperlihatkan lekuk tubuh gadis itu, Lexsa mengenakan miniset sampai bawah dada dan sekarang bagian perutnya terekspos.


Tubuh gadis itu benar benar ramping dan putih di tambah dengan keringat membuatnya terlihat sedikit menggoda hingga Lexter diam sejenak.


"Tuan muda?"


Itu adalah panggilan ke tiga kali dari Lexsa.

__ADS_1


"Tutup itu!" Titahnya.


"Mengapa?"


"Kau ingin menjadi santapan Arkan? Dia pria mesum yang bisa masuk ke kamarmu kapan saja," jawab Lexter datar.


"Aku selalu mengunci pintu saat malam hari jadi dia tidak bisa masuk."


"O iya? Kau belum tau kemampuan Arkan melebihi tukang kunci? Dia bisa membuat kunci duplikat kamar mu dalam satu menit."


Dengan segera Lexsa mengenakan jaketnya kembali, gadis itu juga memaksa Lexter mengenakan pakaian nya, tubuh kotak kotak itu membuat Lexsa tidak fokus melakukan apapun.


"Jam berapa ini?"


"Ahh hampir sore aku harus pergi."


"Kemana?" Tanya Lexter.


"La Cosa Nostra group sedang membuat tes untukku menjadi sekertaris tuan besar Pandev William jadi aku harus belajar dari sekarang lagipula aku belum tahu dunia perusahaan seperti apa," jawab Lexsa.


"Datang ke lantai satu di ujung ruang tamu, temui aku disana."


"Untuk?"


"Ku ajari semuanya."


"Ah ya baiklah aku akan membersihkan diri terlebih dahulu."


Lexter mengangguk pelan dan Lexsa pergi ke kamarnya begitu juga pria itu yang pergi tanpa permisi pada Arkan.

__ADS_1


Hahh Arkan asik mengenakan earphone sehingga tidak sadar Lexter menutup tempat itu kembali dengan dinding yang tadi.


__ADS_2