
Pria itu membuka pintu namun terkunci dari luar, madam Sina pun telah pergi dari rumah itu sebab ia mengurus klien lain diluar.
Brak…brakk…brakk!!
Bagaimanapun ia menggedor pintu tak akan ada yang berani membukakan pintu sebab perintah madam Sina tidak boleh dilanggar oleh siapapun.
Arkan semakin tak bisa menguasai pikirannya, sedetik saja ia menatap Choon Hee ia merasa aneh bahkan ingin sekali mendekati gadis itu.
"Buka!!"
Percuma sebab tak ada jawaban apapun, ia ingin menghubungi Lexter namun ponselnya tertinggal di mobil.
Satu satunya jalan adalah kamar mandi, pria itu bergegas mencari kamar mandi namun sayang kamar tersebut tidak di fasilitasi kamar mandi.
"Argh!!!"
Tubuhnya mulai panas bahkan tubuh Choon Hee terlihat sangat menggoda dimatanya. Pria itu mengetuk-ngetuk kepalanya di tembok untuk mencari jalan keluar.
"Tuan," panggil Choon Hee kembali.
Dengan pelan Arkan memutar tubuhnya berharap Choon Hee akan memberi kunci pintu padanya namun sebaliknya tubuh wanita tersebut sudah tidak memakai satu helai kain pun.
"Ka-kau gunakan pakaian mu!" Ucap Arkan dengan tegas.
"Tubuh ku sangat panas tuan," kata Choon Hee.
Wanita itu pelan pelan mendekati Arkan lalu meraih tengkuknya dan berjinjit mencium bibir Arkan. Kali ini tubuh pria itu tak bisa menolak sebab dirinya sangat membutuhkan juga.
Perlahan Choon Hee membawa Arkan ke ranjang lalu mendorong pelan tubuh pria itu dan membuka satu persatu kancingnya.
"Tuan aku takut," ucap Choon Hee dengan sangat pelan.
__ADS_1
Arkan pun bimbang harus melakukannya atau tidak namun tubuhnya sudah tidak bisa terkontrol sejak tubuh gadis itu menempel pada kulitnya.
"Kau terbiasa melakukannya kenapa kau takut."
"Akan ku ceritakan nanti tuan tapi bisakah kau memulainya, aku tidak bisa."
Tanpa menunggu waktu lama Arkan memutar posisinya dengan Choon Hee dan kini wanita itu berada di bawahnya.
Arkan membuka sabuknya terlebih dahulu diikuti dengan celana hingga tak ada sehelai kain seperti Choon Hee. Keduanya sudah tak perduli soal kelamin yang sama sama terlihat.
Arkan kembali menindih tubuh Choon Hee dan mulai menciumi setiap inci tubuh gadis itu.
"Shh!!"
Tubuh Choon Hee memberikan respon setiap kali Arkan mencium bagian sensitif tubuhnya lalu bermain sebentar di payud*ra gadis itu sebelum ia memulai menjelajah lebih jauh.
"Choon Hee aku…"
Pria itu benar benar tidak bisa menahan fisik dan batinnya untuk menikmati tubuh indah di depan wajahnya tersebut.
"Ahh!!"
Erangan kecil terdengar dari mulut Choon Hee ketika Arkan menjelajahi ruang sempit itu dengan lidahnya. Semakin Choon Hee mengerang semakin cepat pula lidah Arkan bermain main disana.
"Aku tidak tahan!!" Jerit Choon Hee.
Setelah puas menikmati erangan Choon Hee pria itu menatap wajahnya sebentar sembari memegang kedua tangan Choon Hee yang meremas seprei sedari tadi.
"Tentu ini tidak sakit bagimu," ucap Arkan.
Ia mempersiapkan diri dan membuat posisi yang pas untuk memasukkan miliknya kedalam lubang yang baru saja ia mainkan.
__ADS_1
"Ahh!!"
Choon Hee terlihat sedikit kesakitan walaupun Arkan baru memasukkannya setengah, gadis itu mengeluarkan air mata saat merasakan perih yang sangat luar biasa.
Arkan mengeluarkan miliknya lalu melihat kebawah dan pria itu terkejut saat melihat darah menempel Kela**n nya.
"Choon Hee kau…."
"Tubuh ku membutuhkan itu cepatlah!" Ucap Choon Hee ditengah tengah kesadarannya.
Arkan pun sama efek obat itu belum hilang dan sekarang dia kembali memasukkan miliknya kedalam lubang sempit tadi.
"Ahh!!" Kali ini keduanya mengeluarkan suara menikmati persatuan tubuh mereka.
Walau sakit Arkan mencoba bergerak dengan pelan untuk memberikan kelonggaran agar keduanya nyaman.
"Shh ahh tuan lebih cepat," ucap Choon Hee.
Arkan mengangguk dan mencoba lebih cepat, keduanya mendesah bergantian menikmati permainan dibawah.
"Ahh ahhh ahh"
Sedikit lagi keduanya sampai di puncak kenikmatan sehingga ******* terus memenuhi kamar, Arkan semakin mempercepat pergerakannya hingga mereka sampai di puncak yang telah ditunggu-tunggu.
"Ahhh!!"
Choon langsung lemas setelah mendapat kenikmatannya bahkan noda darah dan bekas noda putih yang dikeluarkan Arkan masih menempel ditubuh gadis itu.
Arkan mengambil tisu lalu membersihkan sisa sisanya di tubuh Choon Hee dan setelah itu ia menutup tubuh gadis itu dengan selimut.
Arkan pun ikut tertidur karena efek obat di dalam air itu, ia merasa matanya sangat berat dan tidak memikirkan apapun lalu tertidur pulas.
__ADS_1
Keduanya sama sama tidak mengenakan pakaian sebelum tidur sebab permainan tadi cukup melelahkan bagi pemula seperti mereka.