
Sebelum tuan Pandev memberitahunya soal berkas LA Group gadis itu sudah mempelajarinya terlebih dahulu jadi ia tidak akan menghabiskan waktu untuk membuka kembali berkas tersebut.
Gadis itu berkeliling melihat berkas apa saja yang ada di dalam brankas hingga beberapa saat matanya mengarah pada berkas yang bertuliskan aset kepemilikan.
'aku harus melihat berkas ini' ucap Lexsa dalam hati.
Gadis itu mengambil berkas yang ada ditengah tengah susunan berkas dan membukanya. Beberapa saat setelah membaca isinya Lexsa terbelalak melihat seluruh aset kepemilikan La Cosa Nostra Group masih atas nama Lexter La Cosa Nostra lengkap beserta stempel hukum dan tanda tangan ayahnya.
"Tuan muda benar benar pewaris La Cosa Nostra Group tapi aku pernah melihat berkas kepemilikan di meja tuan Pandev yang mengatas namakan dirinya untuk seluruh aset La Cosa Nostra Group," gumam gadis itu dengan bingung.
Lexsa segera mengeluarkan ponselnya dan memotret beberapa lembar berkas tersebut dan segera meletakkannya kembali.
Setelah merasa aman gadis itu kembali berkeliling, ia semakin penasaran dengan isi isi brankas tersebut.
Brakk!!
Gadis itu tidak sengaja menyenggol pajangan yang membuat pajangan tersebut jatuh dan menumpahkan isinya.
"Kunci?"
Gadis itu sangat aneh pada pajangan bunga palsu yang berisi tanah asli. Bukankah seharusnya bunga palsu hanya di lapasi gabus bukan tanah dan kunci itu keluar dari dalam tanah.
__ADS_1
"Aku harus segera membersihkannya sebelum tuan Pandev kembali," gumam Lexsa.
Gadis itu membersihkan pajangan dan meletakkan tanahnya kembali kedalam begitu juga dengan kunci yang tertanam, ia tak mengizinkan satu butir tanah pun masih di lantai atau tuan Pandev akan curiga.
Setelah semuanya selesai Lexsa mengembalikan pajangan ke tempat semula dan tak sengaja matanya mengarah pada pintu di ujung ruangan brankas, gadis itu berjalan mendekati pintu namun terkunci.
"Ruangan apa ini," ucapnya.
"Ah sudahlah aku akan memikirkannya besok sekarang aku harus kembali ke ruangan agar tuan Pandev tidak curiga."
Lexsa mengembalikan berkas LA Group ke tempatnya dan keluar dari ruangan tersebut lalu kembali ke ruangannya.
"Sudah selesai?" Tanya tuan Pandev namun tidak terlalu memperhatikan Lexsa sebab ia sedang mengurus sesuatu di mejanya.
"Baiklah kau bersiap besok."
"Baik tuan besar," jawab Lexsa dan segera masuk ke ruangannya.
Huhh!!!
Lexsa kembali menghempaskan tubuhnya sebelum kembali bekerja lagi, gadis itu menemukan sesuatu yang harus ia selesaikan keesokan harinya.
__ADS_1
***
Beberapa jam kemudian seperti biasa Lexsa kembali ke rumah, wajahnya terlihat lesu karena kelelahan bekerja.
"Malam sekali," sapa Lexter sembari membawakan susu.
"Ah ya perusahaan sedang sibuk dengan projek baru," ucap Lexsa sembari meminum susu hangat yang diberikan Lexter.
"Tuan muda ada yang ingin ku bicarakan," tambahnya.
"Bersihkan tubuhmu terlebih dahulu dan temui aku diruang kerja," ucap Lexter.
Lexsa mengangguk dan naik keatas kamarnya lalu membersihkan diri, gadis itu tidak ingin berlama-lama di kamar mandi dan segera turun setelah 30 menit berlalu.
Lexsa hanya mengenakan piyama menuju lantai satu di ruangan Lexter, ia paham betul rumah itu sepi dan pastinya Lexter menyukai suasana seperti ini.
Ceklek
Gadis itu duduk di kursi yang menghadap ke depan Lexter langsung.
"Tuan Pandev ingin melakukan kerjasama dengan mu."
__ADS_1
Lexter mengeluarkan seringai mendengar ucapan Lexsa.