
Tulang kering pria itu berhasil di tendang oleh Lexter sehingga Arkan kesakitan.
"Bodoh cepat habiskan makanan mu!" Tegur Lexter ketus
"Iya iya tuan muda."
Lexsa yang masih malu malu terus menunduk menghabiskan makanannya hingga tak lagi tersisa.
"Lexsa apa jadwal mu hari minggu besok?" Tanya Arkan.
"Heuh? Mm tidak ada, ada apa tuan?" Tanya Lexsa balik.
"Mau ikut bersamaku memancing?"
"Dimana?"
"Dipantai dekat butik madam Sina."
"Benarkah? Aku ingin ikut," jawab Lexsa dengan semangat.
"Aku mengizinkan mu?" Saut Lexter.
Sontak tubuh semangat Lexsa menciut dan menunduk memainkan jarinya.
"Tuan muda kita tidak mungkin membiarkan Lexsa sendirian disini bukan."
Setelah berpikir sedikit lama benar juga perkataan Arkan tidak mungkin ia membiarkan Lexsa dirumah itu sendiri.
"Kami akan pergi bersama Ellen," ucap Lexter.
Lexsa membulatkan mata mendengar perkataan Lexter.
Brakk!!
__ADS_1
"Pergi saja sendiri!!" Ucapnya sembari menggebrak meja dan pergi dari ruang makan.
"Lexsa tunggu!"
"Tuan muda pergi saja sendiri aku bisa menjaga diriku sendiri disini!" Kata Lexsa.
Entah mengapa dadanya sesak mendengar seseorang yang ia benci harus dekat dengan Lexter, gadis itu tidak menyukainya.
"Dengarkan aku!" Lexter mengehentikan langkah Lexsa dengan menarik lengannya.
"Tidak akan!"
Wajah Lexsa memerah dengan kemarahannya, gadis itu menepis tangan Lexter yang kebetulan tidak memegang tangannya dengan erat.
"Kau pergi saja tuan muda siapa yang memarahi mu, aku bisa menjaga diriku sendiri disini, aku akan makan dengan baik, aku tidak akan memberikan kabar buruk kau tenang saja!"
"Nona Alexandra Larossa kau cemburu?" Saut Arkan dari bawah.
"Mustahil!!" Teriak Lexter dan Lexsa bersamaan hingga membuat Arkan terkejut.
"Apapun alasannya itu urusan mu bukan urusan ku jadi pergilah!!"
Ceklek
Lexsa membuka pintu kamar dan masuk lalu hendak menutupnya namun Lexter menahan pintu dan ikut masuk kedalam kamarnya.
"Keluar tuan muda aku ingin istirahat!"
"Jangan lupa ini rumahku!"
Lexsa mengatur nafasnya namun tetap saja tidak ingin menatap wajah Lexter, mungkin ia terlalu kesal mendengar kabar tadi.
"Baiklah kau mau tidur disini terserah kau saja!"
__ADS_1
Lexsa mendorong tubuh kekar Lexter lalu menghempaskan tubuhnya di ranjang, gadis itu langsung menutup diri dengan selimut.
Lexter menghela nafas panjang dan mendekati ranjang lalu duduk disamping Lexsa.
"Aku akan membuat alasan agar kau ikut dengan kami, anggap saja Ellen utusan dari perusahaannya, kau utusan dari La Cosa Nostra Group dan aku yang mengadakan acara memancing itu," ucap Lexter dengan nada pelan.
"Cihh!!"
Lexsa memutar bola matanya dari dalam selimut lalu membelakangi Lexter.
"Pulau kosong itu juga penting untuk pembangunan, urusan ku bukan cuma mengambil La Cosa Nostra." Ujarnya.
"Pergilah tuan muda aku sedang tidak ingin bicara denganmu."
"Aku akan memaafkan mu dengan ucapan itu, ini terakhir kau mengatakannya," ujar Lexter dan meninggalkan kamar tersebut.
Huhhh!!
Lexsa membuka selimut yang menutupi tubuhnya lalu berpikir mengapa ia harus marah padahal Lexter toh itu urusannya.
"Bodoh!" Gerutunya pada diri sendiri.
***
Keesokan harinya tuan Pandev memberitahu Lexsa agar langsung ke LA Group tidak perlu ke kantor terlebih dahulu, gadis itu dapat bernafas lega sejenak sebab pemilik LA Group berada dirumah itu.
Tok…tok…tok
Gadis itu berjalan membuka pintu dan melihat Arkan sedang berdiri di depannya.
"Ada apa?" Tanya Lexsa.
"Apa yang terjadi tadi malam?" Tanya pria itu balik.
__ADS_1
"Apa maksud mu tuan aku tidak mengerti."