GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 08


__ADS_3

"ka-kau...."


"Ambil dia dan bawa pulang!" Titah Lexter.


"Heuh??" Arkan masih tidak menyangka gadis itu adalah pilihan Lexter.


Jika dibandingkan dengan gadis lain gadis ini adalah gadis polos yang tidak akan berhasil melakukan hal apapun.


"Kau tidak dengar?"


"Ah ya baiklah."


Acara pelelangan telah selesai, semua gadis terjual habis termasuk Lexsa yang mencapai angka tertinggi selama ini, para gadis di bawa oleh pemiliknya masing-masing kecuali Lexsa yang belum ditemui.


"Sayang ku kau sangat berharga," ucap madam Sina dengan mata bersinar membayangkan uang yang ia dapatkan hari ini.


Lexsa menepis ujung telunjuk madam Sina yang memegang dagunya, gadis itu terlihat acuh tak perduli dengan ucapan madam Sina.


"Permisi."


Madam Sina melihat ke samping dan wajahnya semakin bersinar tiga kali lipat saat melihat Arkan berdiri disana.


"Iya tuan?"


"Ini cek nya."


"Ahh tuan terimakasih kau bisa mengambil gadis ini sekarang juga, sayang ikuti tuan muda ini ya."


Lexsa menatap datar wajah Arkan begitu juga dengan pria tersebut.


"Baiklah tuan saya akan pergi dan selamat bersenang-senang."

__ADS_1


Madam Sina pergi meninggalkan ruangan tersebut dan hanya mereka berdua disana, Arkan mengambil tempat duduk tidak terlalu jauh dari Lexsa.


"Perkenalkan nama ku Arkan...."


"Kurasa bukan kau orang yang tadi kau penipu ya," ucap Lexsa ketus.


"Hei kau... Ah aku bawahan tuan muda yang tadi," ujarnya kesal.


"Oh."


Lexsa menjawab singkat dan kembali bersandar di sofa, dia melihat lihat sekitar karena belum bertemu Madam Choo sedari tadi.


"Nona siapa namamu?" Tanya Arkan.


"Alexandra Larossa kenapa kau bertanya."


"Tidak jadi anggap saja tidak pernah bertanya," kata Arkan.


Keduanya berdengus kesal sekarang, mereka seperti dua orang yang tidak akan patuh kedepannya.


Disisi lain Lexter mendatangi ruangan tersebut dan duduk di samping Arkan.


"Tuan muda mau dibawa kemana gadis ini."


"Kerumah."


"Apa? Tidak akan!" Tolak Lexsa.


"Siapa yang menyuruhmu bicara!" Tegur Lexter tegas.


Lexsa terkejut dengan perbedaan Arkan dan Lexter, karakter mereka cukup berbeda. Lexsa pun tak banyak bicara seperti tadi.

__ADS_1


Ketiganya terdiam sejenak, Lexter pun diam saat melihat camera tersembunyi terpasang di dekat jendela.


"Bawa dia," ucapnya.


"Baik tuan muda."


Arkan mendekati Lexsa dan hendak memegang kedua tangannya seperti sandera.


"Aku bisa sendiri kau kira aku penjahat dibawa seperti itu."


"Ya sudah jalan sana," ujar Arkan ketus.


Lexsa berjalan mengikuti Lexter, dia melirik kesana kemari mencari Madam Choo namun wanita itu tidak terlihat batang hidungnya.


"Aku ingin ke toilet."


"Nanti di rumah," ucap Lexter.


"Aku akan membuangnya di mobil mu!" Ancam Lexsa.


"Coba saja jika kau berani!"


Lexsa tidak bisa berkutik, Lexter mengatakan itu harus itu tidak boleh yang lain. Gadis itu terpaksa menaiki mobil dan meninggalkan tempat pelelangan dengan rencana gagal yang telah mereka susun.


Kemana mereka akan membawa ku dan Madam Choo kau dimana kenapa menghilang, batin Lexsa.


Dalam perjalanan Lexsa selalu memperhatikan setiap belokan agar ia tahu jalan pulang nanti, setidaknya tidak terikat terus menerus di tempat dua pria asing yang sedang bersamanya.


###


Hallo semuanya ikutin terus cerita aku ya hehe, kisah mereka bakal berlanjut lebih seru loh jadi jangan sampai ketinggalan ya dan jangan lupa dukung aku terus dengan cara like and komen😘

__ADS_1


Alexandra Larossa



__ADS_2