GADIS LELANG

GADIS LELANG
61


__ADS_3

Kembali dari pesta Nyonya Patricia dan Ellen diruang tamu sedangkan Katherine yang telah tertidur pulas dari mobil.


"ma apa ini kenapa Lexsa lebih kuat setelah menyingkirkannya dari rumah!" Ucap Ellen dengan kesal.


Nyonya Patricia pun tidak mengerti bagaimana gadis itu bisa dekat dengan Lexter presiden La Cosa Nostra Group.


"Kau harus bisa mengalahkan gadis itu Ellen kau harus bisa mengambil perhatian tuan muda Lexter."


"Pria itu memang tampan ma tapi dia sangat dingin dan acuh," keluh Ellen yang memang menyukai Lexter sejak awal.


"Mama tidak mau tau kau harus mendapatkan tuan muda bagaimana pun caranya!"


"Mungkin aku tidak bisa mengambil perhatian tuan muda tapi aku ingat seseorang ma."


"Siapa?"


"Tuan Arkan dia adalah direktur baru LA Group, aku akan mencoba mendekatinya."


Nyonya Patricia berpikir sejenak namun tidak ada salahnya menggunakan bawahan Lexter untuk menyingkirkan Lexsa.


"Baiklah bagaimana pun caranya kau harus berhasil!"


Ellen mengangguk dengan seringai liciknya yang akan menjalankan rencana, jika tak bisa Lexter Arkan memang tujuan yang bagus untuk mengalihkan incaran.


****


Keesokan harinya Lexter memulai hidup baru dengan bekerja di La Cosa Nostra Group, seluruh interior ruangan diganti sesuai tipe Lexter dan untuk brankas yang dimaksud Lexsa telah dihancurkan dan dibuat gudang.


Tuan Louiston tidak pernah mau menginjakkan kaki di gedung itu sebab ia merasa trauma pernah terkurung disana selama puluhan tahun.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan muda," sapa seorang wanita ketika Lexter sedang melihat ruangannya.


"Saya Amelie sekertaris baru yang ditunjuk tuan Louiston untuk mendampingi anda," ujarnya.


Lexter menyatukan alis dengan perkataan wanita tersebut, ia tidak tahu papanya mengirim seseorang untuk mendampinginya.


Pria itu mengambil ponsel dan menekan nomor telepon rumahnya "berikan teleponnya pada tuan Louiston" ucapnya.


"Baik tuan"


Beberapa saat telepon sepi sebab pelayan sedang menjemput tuan Louiston yang tak jauh dari sana "ada apa Lexter?" Tanyanya.


"Pa siapa ini?" Tanya Lexter.


"Ah dia sudah datang? Itu sekertaris yang akan membantu mu bekerja Lexter."


"Lexsa sudah bicara padaku dan dia tidak bisa membantumu sepenuhnya karena pasti akan sibuk mengurus kuliahnya, dia akan tetap menjadi sekertaris mu dan kurasa tidak ada salahnya memiliki dua sekertaris karena banyak yang akan mereka urus," tutur tuan Louiston memberikan pengertian pada putranya.


"Baiklah."


Lexter memutuskan sambungan setelah mendengar penjelasan papanya lagipula tidak ada salahnya menuruti kata orang tua.


"Baiklah pergi ke ruangan mu karena ini hari pertama aku ingin bertemu dengan direktur di kantor, siapkan meeting setelah selesai makan siang," ujar Lexter.


"Baik tuan."


Amelia pergi ke ruangannya namun kali ini ruangan itu sudah di rombak, tidak lagi menyatu dengan ruang sekertaris.


Setelah beberapa saat Lexter mulai disibukkan dengan pekerjaan baru, karena libur satu minggu penuh kemarin membuat pekerjaannya menumpuk belum lagi pertemuan dengan pembisnis luar negeri yang ingin bertemu dengan presiden baru La Cosa Nostra Group.

__ADS_1


*


Disisi lain Arkan sedang bersiap menuju kantor, ia baru selesai mandi dan sedang memakai pakaian. Ia tidak perlu mencari pakaian mana yang akan ia pakai sebab Choon Hee menyiapkan semuanya dengan baik.


Selama mereka tinggal bersama rumah terasa aman aman saja bahkan tidak ada pertengkaran sedikitpun namun masih sedikit canggung untuk dua orang tak dikenal tinggal dalam satu rumah bahkan satu ranjang.


"Sudah selesai? Ayo keluar sarapan," aja Choon Hee.


"Tunggu sebentar aku belum selesai," ucap Arkan sembari memasang kancing kemejanya.


Choon Hee membuka lebar pintu kamar lalu mendekati Arkan dan membantunya memasang kancing kemeja.


"Bagaimana kantor?" Tanya Choon Hee agar suasana tidak terlalu canggung.


"Cukup baik tapi pekerjaan semakin banyak karena di handle semua olehku," jawabnya sembari memasang kancing kemeja di pergelangan tangan.


"Aku akan datang membantumu nanti setelah menemani nona mendaftar kuliah," ucap Choon Hee.


"Ah ya kau perlu ku antar ke rumah tuan muda?"


Choon Hee menggelengkan kepala sembari tersenyum tipis "tidak perlu nona bilang akan datang kemari, dia tidak memiliki teman mungkin sedikit kesepian."


Arkan mengangguk lalu memutar tubuhnya menghadap kaca besar yang bisa memperlihatkan seluruh tubuhnya "kemari" ucap Choon Hee.


Wanita itu membawa Arkan ke kursi lalu membantunya mengeringkan rambut yang masih basah.


"Kau sendiri tidak kesepian disini?" Tanya Arkan yang tiba tiba berpikir tentang ucapan istrinya tadi.


"Hmm tidak hanya sedikit bosan saja, ah ya di LA Group ada lowongan pekerjaan?"

__ADS_1


__ADS_2