
"Baiklah karena tuan muda dan tuan besar telah datang kita akan memulai acara penyambutan presiden baru La Cosa Nostra Group. Kepada tuan muda Lexter La Cosa Nostra silahkan memberikan kata kata sambutan."
Prok..prok…prok
Semua bertepuk tangan menyambut Lexter naik ke atas panggung, dari samping pria itu melihat Lexsa baru memasuki ruangan dan duduk dibelakang tuan Louiston, ia tidak ingin mengambil tempat di kursi VIP.
"Selamat pagi semuanya perkenalkan namaku Lexter La Cosa Nostra, aku senang bisa bergabung disini dan akan melanjutkan bisnis yang telah dibangun kedua orang tuaku. Beberapa kejadian tidak mengenakkan datang dari La Cosa Nostra Group beberapa hari ini dan memang benar perusahaan kami telah di sabotase oleh orang serakah yang ingin menikmati hasil tanpa bekerja keras. Aku sangat berterimakasih pada seseorang yang telah membantu merebut kembali hak milik kami selama bertahun tahun, karena dia aku bisa berdiri disini dan aku tidak bisa membalas jasanya dengan apapun."
Lexsa tersenyum tipis atas sambutan Lexter, beruntung pria itu mengerti bahwa Lexsa tidak ingin diketahui banyak orang sehingga tidak menyebut namanya ketika berpidato.
Pidato dilanjutkan dengan rencana rencana Lexter kedepannya untuk memimpin perusahaan dan para karyawan terlihat sangat mengerti dengan pembahasan.
Dalam pidatonya Lexter tidak menyebut tuan Louiston, dia tidak ingin kejadian mengerikan itu terulang dua kali, akan ada banyak orang yang memberikan ancaman bagi Lexter jika ia mengungkapkan keluarganya satu persatu.
Setelah penyambutan selesai acara dilanjutkan dengan pesta perusahaan, pria itu berbicara dengan beberapa pembisnis kelas atas sehingga tak bisa diganggu.
"Ayah lihatlah anakmu tidak peduli dengan kita," bisik Lexsa pada tuan Louiston.
"Hei gadis nakal dia sedang membicarakan bisnis kita diamkan saja dan makan makanan mu," jawab tuan Louiston yang tidak tergoda sama sekali dengan bisikan Lexsa.
"Ayah tidak seru!" Lexsa memanyunkan bibirnya beberapa senti hingga membuatnya terlihat menggemaskan.
Saat berbicara dengan para pembisnis tuan Patricia terlihat datang mendekat memberikan selamat pada Lexter.
"Selamat tuan muda saya yakin anda bisa memimpin La Cosa Nostra Group dengan sangat baik," ucapnya.
__ADS_1
Lexter mengangguk pelan sembari meminum minumannya, ia tahu tuan Patricia adalah ayah dari Lexsa.
"Ini kartu nama saya tuan, perusahaan kami berdiri dibagian interior jika anda membutuhkan sesuatu bisa menghubungi saya," ucapnya lagi.
"Dimana keluarga anda tuan?" Tanya Lexter.
"Heuh? Ah ya mereka sedang duduk disana," tuan Patricia menunjuk ke meja ujung.
Lexter pun hanya melirik dan melihat nyonya Patricia dengan gadis kecil beserta Ellen, mereka terlihat seperti keluarga bahagia tanpa kehadiran Lexsa disana.
Seringai tipis pria itu terpampang jelas di depan tuan Patricia namun ia tak mengerti dan hanya membalas senyum.
"Keluarga mu sangat ceria tuan," ucap Lexter.
Lexter mengangguk pelan namun tatapannya kembali ke meja di ujung sana, tawa mereka benar benar sangat renyah ditelinga.
"Berkumpul lah dengan keluarga mu tuan."
"Baik tuan muda saya permisi."
Lexter menghampiri Lexsa dan tuan Louiston yang sedang duduk, ia takut Lexsa melihat keluarganya dan bersedih jadi ia mencoba menghalangi pandangan gadis itu.
"Pa ayo beristirahat," ajak Lexter.
"Arkan akan mengantarku pulang terlebih dahulu kau lanjutkan saja pestanya, tidak bagus jika kau kembali lebih dulu," ujar tuan Louiston.
__ADS_1
"Bawa Lexsa juga," ucap Lexter.
"Ah tidak perlu dia yang akan menemanimu disini."
"Tapi pa…."
"Lexter dengarkan papa."
Lexter mengangguk pelan setelah melihat tatapan tuan Louiston, entah mengapa ia tidak pernah bisa melawan tatapan tuan Louiston.
Tuan Louiston menjauh dengan mendorong kursi roda, Lexsa masih dengan tatapan heran melihat Lexter yang tiba tiba ingin ia pulang.
"Ada apa?" Tanya Lexsa.
"Tidak."
"Beritahu saja apa ada yang membuatmu tidak nyaman dengan kehadiran ku?" Tanya Lexsa sekali lagi.
"Tidak Lexsa kau harus…."
"Kak Lexsa!!!"
Teriakan seorang gadis kecil itu membuat pandangan Lexsa teralihkan dan membuat Lexter tidak bisa melanjutkan kalimatnya "Katherine!" Lexsa langsung berlari memeluk gadis itu.
Ah dia terlihat sangat merindukan adiknya yang cantik, Katharine selalu membantu Lexsa ketika ia sedang mendapat perlakuan tidak adil dari papanya.
__ADS_1