GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 24


__ADS_3

"Aku sudah membelikanmu tiket pesawat, kembali ke rumahmu besok!" Ujar Lexter.


"He-hei mama ku pasti akan marah paham tidak!" Decak Vero kesal.


"Itu urusanmu jika aku membutuhkanmu aku pasti akan mengabari lagipula siapa yang mengurus perusahaan disana kau tau sendiri farel tidak becus."


Ucapan Lexter ada benarnya juga, mengandalkan saudaranya itu tidak akan berguna dan pasti merugikan perusahaan.


"Baiklah terserah kau saja."


Vero berjalan menuju kamarnya, pria itu memiliki tempat tersendiri di rumah tersebut dan ia menempati kamar yang selama ini dikunci. Tentu saja pria itu yang memegang kunci kamarnya oleh karena itu kamar tersebut tidak pernah terbuka.


"Siapa dia?" Tanya Lexsa pada Arkan yang sedang duduk di taman.


"Dia siapa," jawab Arkan datar.


"Yang tadi."


"Vero Salvatrucha, cucu mantan mafia yang pernah menguasai dunia gelap."


"Oh astaga aku masih melihat aura mafia dalam wajahnya," ujar Lexsa.


"Apa dia teman tuan Lexter?" Tanyanya lagi.


"Kurasa bukan teman, tuan muda Lexter tidak pernah membuka pertemanan dengan siapapun."


"Huh tuan muda memang sangat dingin," ucap Lexsa menyetujui perkataan Arkan.


"Apa tidak ada pembicaraan lain," saut seseorang dari belakang.

__ADS_1


Tentu saja seperti yang dipikirkan keduanya, itu adalah Lexter dan sekarang dia sedang menuju ke arah mereka.


Arkan berdiri seolah tahu tubuhnya memang sudah seharusnya tidak berada disana dan langsung digantikan oleh Lexter.


"Mm hehe."


Lexsa menundukkan kepala sedikit dan perlahan ingin menjauh dari kursi namun Lexter menahan ujung pakaiannya dengan jari.


"Tuan muda aku tadi…."


"Bagaimana dengan tuan Pandev dia tidak mencurigaimu?" 


"Tidak sama sekali tuan muda tenang saja."


"Menjadi sekretaris bukan hal yang mudah kau bisa berapa bahasa?"


"Lima."


"Kau sedang bercanda dengan ku? Kau akan bertemu banyak klien dari luar negeri jadi tidak mudah mengerti bahasa mereka kau harus belajar dari sekarang."


"Ingin mencoba?" Tantang Lexsa.


Lexter memberikan isyarat untuk membuktikan ucapan Lexsa tadi, gadis itu langsung berdiri di depan Lexter.


Iya memperkenalkan dirinya dimulai dari bahasa Inggris lalu mengucapkan hobinya dengan bahasa Rusia setelah itu dilanjutkan dengan Korea, Jepang, dan Prancis.


Aku sedikit meremehkan gadis ini, batin Lexter.


"Bagaimana tuan muda?"

__ADS_1


"Darimana kau belajar?"


"Dari mama."


"Bukannya"


"Bukan, papa menikah lagi dan memiliki istri setelah mama meninggal."


Lexter mengangguk dan tidak ingin tahu lagi soal keluarga gadis itu.


"Tuan muda aku boleh meminta sesuatu?"


"Kau belum menghasilkan sesuatu tapi permintaanmu sudah sangat banyak."


"Baiklah nanti saja setelah aku menghasilkan sesuatu," ucap Lexsa dengan wajah sendu.


"Katakan!"


Lexsa kembali dengan wajah cerah menatap wajah dingin pria itu.


"Jika pekerjaan ku selesai suatu saat aku sangat bersyukur namun jika pekerjaan ku berhenti ditengah jalan dan nyawaku berada di tangan tuan Pandev tolong jangan katakan apapun pada keluarga ku, kuburkan saja aku di samping kuburan mama."


Lexter terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut gadis itu, Lexsa memberikan alamat detail lokasi kuburan beserta nama mamanya yang tertulis dibantu nisan.


"Aku sudah tidak memiliki tujuan hidup tuan muda, hidupku memang sudah diskenario oleh papa sejak kecil dan aku beruntung bisa bertemu denganmu, aku akan bekerja sampai kau mendapatkan kembali hak keluargamu," ujar Lexsa sendu.


"Aku akan menguburmu dengan baik," jawab Lexter sembari mengantongi kertas yang diberikan Lexsa.


Gadis itu tersenyum kecut mendengarnya padahal ia masih berkeinginan untuk hidup meskipun suatu hari ia akan berada dalam situasi diujung tanduk.

__ADS_1


*Hallo semuanya aku balik lagi dan kali ini aku update ceritanya sampe ending langsung ya, yuks ikutin terus😘**


__ADS_2