GADIS LELANG

GADIS LELANG
56


__ADS_3

"Kemarilah ikuti aku," jawab Arkan.


Lagi lagi jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaan yang dilontarkan Choon Hee, setelah menuruni mobil keduanya disambut oleh seorang pria lengkap dengan setelan jas hitam sembari membawa beberapa buku sampel.


"Selamat pagi tuan dan nona silahkan masuk untuk melihat rumahnya," sambut pria tersebut.


Choon Hee menyatukan kedua alisnya mendengar pernyataan pria tadi, melihat rumah? Apa maksud Arkan rumah ini yang ia siapkan?


Arkan memberikan isyarat untuk masuk sehingga Choon Hee mengangguk pelan dan masuk kedalam. Baru selangkah di depan pintu masuk wanita itu mematung melihat betapa luasnya rumah yang akan ia tinggali bahkan interior di dalamnya tidak ada satupun yang murah.


"Untuk rumah ini kami sudah menyiapkan semuanya tuan jadi anda tidak perlu membeli apapun. Silahkan tuan"


Keduanya masuk lebih dalam dan Choon Hee lebih terkejut saat melihat dapur melebihi luas kamar Lexsa dulu di rumah Patricia.


"Berapa harganya?" Tanya Arkan.


"Ah ya untuk harga kami menaruhnya dari 11 milliar tuan."

__ADS_1


Uhuk,,uhukk


Choon Hee tersedak dengan ludahnya sendiri setelah mendengar harga rumah mewah yang ingin dibeli oleh Arkan.


"Baiklah."


Arkan menyetujui seperti tidak ada sama sekali beban dalam hidupnya, itu 11 milliar bukan 11 ribu pikir Choon Hee. "Apa rumahnya tidak terlalu besar lagipula hanya kau dan aku yang akan menempatinya," bisik Choon Hee ditelinga Arkan.


Seperti biasa Arkan sama keras kepalanya dengan Lexter jika perkataannya sudah pada satu arah maka tidak bisa di rubah lagi.


"Aku baik baik saja tinggal dirumah sederhana tuan," Choon Hee kembali meyakinkan Arkan namun pria itu sudah menandatangani surat-surat kepemilikan rumah bahkan ia membayarnya langsung tanpa credit.


Pria itu berlalu dan tentu saja ia sangat senang karena Arkan satu satunya pembeli yang tak banyak cing cing dan langsung membeli rumah tanpa pertimbangan ataupun meminta potongan.


"Ini berlebihan tuan…."


"Sudahlah kau ingin bertemu nona kan? Kita akan ke rumah tuan muda sekarang."

__ADS_1


Choon Hee mengangguk dan mengesampingkan rumah super besar tadi, keduanya menuju rumah Lexter La Cosa Nostra kemungkinan di siang hari mereka sedang berkumpul diruang tamu.


Sampai di rumah Lexter, Choon Hee kembali dikagetkan dengan besar rumah yang sedang ia tatap sekarang.


"Rumah tuan muda yang kau maksud?" Tanya Choon Hee.


Arkan tak menjawab apapun dan mengajak Choon Hee masuk kedalam, rumah itu bahkan lebih besar dari rumah yang ia injak tadi.


"Madam Choo!!" Teriak Lexsa yang tengah berbincang dengan tuan Louiston.


Choon Hee menatap Lexsa dan berlari memeluknya dengan erat, gadis kecil yang selalu berada disampingnya itu kembali kedalam dekapan Choon Hee bahkan ia bisa melihat Lexsa hidup bahagia ditempat itu.


"Bagaimana kabar mu nona Lexsa?"


"Aku baik baik saja Madam, aku merindukanmu."


Choon Hee kembali memeluknya hingga beberapa saat, Lexsa membawa Choon Hee duduk di sofa untuk mendengarkan ceritanya selama mereka tidak bersama.

__ADS_1


"Perkenalkan ini tuan muda Lexter La Cosa Nostra dan ini ayahnya tuan Louiston La Cosa Nostra," ucap Lexsa dengan antusias.


Choon Hee menatap keduanya dengan senyum canggung sebab ia baru pertama kali bertemu orang orang asing itu.


__ADS_2