GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 10


__ADS_3

Malam itu ketiganya serentak keluar dari kamar masing-masing, Lexsa juga telah mengganti pakaiannya dengan kaos oversize beserta celana jeans pendek.


Arkan melihat gadis itu sedikit berbeda dengan penampilan awal yang terlihat menggoda pria dan sekarang seperti gadis rumahan yang memang keluar dari rumahnya.


"Kenapa melihatku seperti itu," tegur Lexsa ketus.


"Matamu buta, siapa yang melihatmu!"


"Tadi kau terus menatap ku jangan jangan kau ingin menyantap ku."


"Sembarangan aku...."


"Sampai kapan kalian akan berdebat!" Potong Lexter yang telah lama duduk di kursi meja makan.


Keduanya bersamaan menatap Lexter dan duduk di kursi masing masing.


"Ini tempatku kenapa kau mengambilnya," ucap Arkan kesal.


Gadis itu mengambil tempat ternyaman nya untuk makan namun Lexsa tidak tahu menahu sebab ada banyak kursi di sekitar meja.


"Ambil tempat lain saja," jawab Lexsa.


"Enak saja."


Arkan menarik lengan Lexsa hingga gadis itu berdiri dan langsung menggantikan tempatnya tidur.


"Tuan muda dia menarik ku."


"Ayo tuan muda makan malam," ucap Arkan tanpa memperdulikan keluhan Lexsa.

__ADS_1


Lexter menyandarkan tubuhnya di kursi dan melipat kedua tangan di dada lalu menatap keduanya bergantian.


"Sejak kapan rumah ini menjadi begitu berisik, kalian belum merasakan tidak punya lidah?"


Keduanya langsung terdiam dan menunduk setelah Lexter mengucapkan satu kalimat ancaman, Lexsa pun mengalah dan mengambil tempat duduk.


Ketiganya menikmati makan malam dengan hikmat dan Lexsa tidak terbiasa dengan kesunyian, walaupun rumahnya bisa dikatakan lemah akan kekeluargaan namun Lexsa tetap menghidupkan suasana dengan pelayan.


Berbicara soal pelayan Lexsa langsung mengingat soal madam Choo yang entah dimana sekarang, gadis itu baru mengingat rencana mereka gagal dan dia belum melihat madam Choo sampai saat ini.


"Mm tiba tiba aku mengingat sesuatu," ujarnya.


"Katakan."


"Saat pelelangan itu aku dibawa bersama pelayan, aku memanggilnya Madam Choo tapi sekarang aku tidak tahu dia dimana mm bisakah kau membantuku mencarinya?"


"Tidak!" Tolak Arkan sambil menyuap makanan.


"Cihhh"


"Aku hanya mengizinkan satu orang perempuan disini," ucap Lexter.


Lexsa mengangguk mengerti mungkin Lexter tidak ingin memiliki banyak tampungan dan sepertinya dia tidak mampu tapi jika dibilang tidak mampu tidak mungkin rumah semewah ini pikirnya.


"Kau mengizinkan ku mencarinya tuan muda?"


"Kerjakan tugasmu atau aku akan menjual mu ke orang lain yang akan menikmati tubuhmu!"


Lexsa langsung mengangguk dan meneguk air minumnya lalu pergi dari ruang makan, gadis itu berkeliling keliling sebentar mengitari rumah agar ia tau dimana letak pintu keluar, bukan untuk kabur tapi ia tidak mengerti jalur rumah tersebut.

__ADS_1


***


Keesokan harinya beberapa orang masuk kedalam rumah dan mereka sudah mengerti tugas masing masing, ada yang membersihkan rumah ada juga yang membawa beberapa pasang pakaian ke arah kamar Lexsa.


Tok...tok...tok


"Mmhh siapa yang datang pagi pagi seperti ini," gerutu Lexsa.


Tok...tok...tok


"Ya Tuhan ibu tiri ku saja tidak pernah mengetuk pintu sekeras ini," gerutunya lagi.


Gadis itu membuka selimutnya dengan sedikit kesal lalu berjalan membuka pintu dan melihat beberapa pelayan berdiri di depan.


"Selamat pagi, mm maaf kalian mencari tuan muda? Kamarnya bukan disini," ujar Lexsa.


"Selamat siang nona," jawab pelayan dengan senyum manis.


"Si-siang?"


Lexsa melihat jam dinding besar yang sengaja di pasang di atas tembok dan itu menunjukkan pukul 12:25. Gadis itu tercengir kuda setelah mengetahuinya.


"Kami datang karena disuruh tuan muda Lexter untuk membantu nona memilih pakaian, tuan muda tidak menyukai pakaian yang tadi malam katanya sedikit vulgar,"


"Vulgar? Pakaian yang mana? Yang ini?" Tanya Lexsa menunjukkan pakaian oversize yang ia kenakan tadi malam.


"Mungkin saja nona, nona akan di utus ke tempat yang sedikit berbahaya bagi perempuan jadi tuan muda memilih pakaian yang bisa dikatakan sedikit tertutup namun elegan."


"Ahh ya baiklah silahkan masuk."

__ADS_1


Lexsa ingin kesal tapi sudah tugasnya menjadi mata mata jika tidak mungkin amarah Lexter akan memuncak dan bisa saja dia menjual gadis itu, ini saja Lexsa bersyukur tidak dijadikan pel*c*r pribadinya.


__ADS_2