GADIS LELANG

GADIS LELANG
43


__ADS_3

Lexsa berhenti membersihkan tubuh pria itu lalu berdiri di hadapannya.


"Jika kau melawan ucapanku atau tidak mengikuti peraturan ku maka hidupmu tidak akan tenang!!"


"Astaga dia mengatakan itu padamu?"


"Tidak ayah bukan hanya itu dia juga mengatakan seperti ini, hei berani padaku!"


"Ishh aku sangat kesal padanya ayah jika sudah mengatakan itu," ucap Lexsa.


Gadis itu kembali membersihkan tubuh tuan Louiston dengan wajah cemberut.


"Kenapa kau ingin memanggilku ayah?" Tanya tuan Louiston.


"Karena mendiang ibuku adalah sahabat mendiang istrimu, aku baru tahu tadi malam saat tuan muda membawaku ke suatu ruangan."


"Benarkah?"


Tuan Louiston percaya gadis itu bukan gadis sembarangan sebab karakter Lexter tidak pernah mengizinkan seseorang mengetahui privasi hidupnya apalagi tentang keluarga.


"Tentu saja, tuan muda sebenarnya pria yang baik hanya saja keadaan yang membuatnya menjadi dingin dan menjauh dari kehidupan sosial."


"Apa dia memperlakukanmu dengan baik?"


"Mm 50% baik sisanya ketus," jawab Lexsa sembari tercengir kuda.


"Tuan muda itu tidak bisa diprediksi kadang baik tapi kadang ketus. Ayah tau? Dia menyelamatkan ku dari pelelangan pelac*r waktu itu, dia yang membeliku dengan harga mahal."


"Kau bekerja di…"


"Ahh tidak tidak ceritanya tidak seperti itu, ayah ku dan ibu tiriku yang membawa ku kesana beruntung aku dibeli oleh tuan muda dan diberikan pekerjaan sebagai mata mata disini ya meskipun sudah ketahuan tuan besar." Tutur Lexsa panjang lebar.

__ADS_1


"Aku sudah memberitahu tuan muda soal ruang brankas ini ayah jika besok aku sudah tidak ada semoga saja tuan muda menemukanmu dan kalian bisa merebut La Cosa Nostra kembali," tambahnya.


Tuan Louiston hanya menjawab dengan senyum tipis, tanpa terasa gadis itu sudah selesai membersihkan tubuh tuan Louiston bahkan memakaikan pakaian untuknya.


"Sudah selesai sekarang aku akan membuatmu sedikit lebih tampan ayah," ujar Lexsa.


"Kau mau apa lagi nak."


"Ayah tunggu saja."


Lexsa mencari gunting di beberapa laci dan kemarin namun ia tak menemukannya.


"Ayah tidak ada gunting?" Tanya Lexsa.


"Benda tajam seperti itu tidak diperbolehkan ada diruangan ini nak, mereka takut ayah bunuh diri."


"Ohh benarkah?"


Lexsa mengurungkan niatnya untuk memperbaiki rambut tuan Louiston yang telah panjang, gadis itu kembali duduk sembari menatapnya.


"Kenapa kau menatapku?"


"Ayah sangat mirip dengan tuan muda, bedanya ayah baik dia tidak," jawab Lexsa dengan polosnya menjelekkan seorang anak di depan ayah.


Disisi lain Arkan telah selesai mencari data ob yang ditanyakan Lexsa, pria itu telah mengirim file namun Lexsa tak kunjung membacanya.


Ceklek


"Tuan muda sepertinya nona masih sibuk, aku saja yang pergi mencari orang itu," ucapnya.


"Lexsa belum membalas pesan mu?" Tanya Lexter.

__ADS_1


Arkan mengangguk pelan namun ia membuang jauh jauh angannya yang mengatakan terjadi sesuatu tidak baik.


"Baiklah tuan muda aku akan pergi ke rumah orang itu."


Lexter mengangguk membiarkan Arkan pergi, pikirannya tertuju pada Lexsa yang tidak biasanya membuka pesan terlalu lama.


"Dia pasti baik baik saja," ujarnya.


Pria itu kembali bekerja namun hatinya tidak tenang hanya untuk menekan keyboard komputer.


"Aku harus pergi melihatnya."


Lexter tak tahan harus menunggu, ia mengambil ponselnya dan memberikan pesan pada Arkan untuk bertemu di La Cosa Nostra Group.


Tak sampai 30 menit pria itu sudah menginjakkan kaki di depan gedung La Cosa Nostra Group diikuti oleh Arkan dari belakang, 20 tahun yang lalu ia berdiri ditempat itu dan sekarang kakinya kembali melangkah kesana.


"Selamat siang tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya receptionist


"Aku ingin bertemu tuan Pandev."


"Maaf tuan muda tapi tuan Pandev sedang menemani klien makan siang."


"Aku akan menunggu di dalam."


"Mohon menunggu diruang tunggu tuan."


"Aku ingin bertemu dengannya sekarang juga! Paham?!"


Manik hitam pria itu menusuk tatapan resepsionis sehingga membuatnya takut.


"Sedang mencariku tuan muda?" Tanya seseorang dari belakang.

__ADS_1


Lexter memutar tubuhnya dan melihat tuan Pandev sedang bersama orang lain di sampingnya bukan Lexsa.


__ADS_2