
Pagi hari Madam Choo mendatangi kamar Lexsa yang sudah ia temani sejak Lexsa berusia 10 tahun, wanita berumur sekitar 30 tahunan itu membuka pintu dan melihat Lexsa sedang tertidur pulas.
"Nona."
Madam Choo membangunkan Lexsa dengan menggerakkan sedikit bahu nya.
"Mmhh kenapa madam Choo?"
"Nona ayo sarapan dan kita pergi dari sini," jawabnya dengan nada sangat kecil hingga Lexsa hanya mendengar intinya saja.
"Madam Choo kita tidak bisa lari dari sini," ujar Lexsa.
Madam Choo mengernyitkan dahi dengan ujaran Lexsa, dia seperti tidak ingin pergi dari tempat itu dengan wajah putus asa nya yang sekarang.
"Kenapa nona mengatakan itu, nona tidak ingin pergi dari sini?"
"Madam Choo kemari."
Lexsa memegang tangan Madam Choo dan mengajaknya ke dekat jendela, gadis itu menunjukkan ketatnya penjagaan diluar.
"Tidak ada pilihan madam Choo, kita tidak bisa keluar."
"Lalu bagaimana nona?"
"Aku akan mengikuti pelelangan itu Madam...."
"Tidak nona aku tidak ingin melihatmu mengikuti pelelangan itu!"
Lexsa mendekati Madam Choo dan membisikkan sesuatu di telinganya
'Madam Choo dengarkan dulu, mereka akan mengeluarkan kita dari sini ketika mereka membawa kita ke tempat pelelangan, ketika sudah ada yang membeli ku kita akan kabur dari sana'
__ADS_1
Madam Choo langsung menggelengkan kepala sebab ia tidak ingin Lexsa menjadi tontonan banyak orang.
"Madam ayolah tidak ada cara lain."
"Baik nona tapi setelah ini kita harus pergi ke tempat yang jauh dan tidak bisa ditemui tuan Patricia."
Lexsa mengangguk dengan senyum tipis, mereka kembali membicarakan rencana tersebut matang matang hingga beberapa pelayan datang membawa pakaian.
"Permisi nona kami ditugaskan untuk mendampingi nona memilih pakaian untuk acara nanti malam."
"Tidak perlu, aku akan mendampingi nona."
"Tapi..."
"Aku akan membunuh kalian jika tidak menepati ucapan ku!"
"Ba-baiklah."
"Nona pergilah bersihkan dirimu aku akan mengurus semua ini."
Lexsa mengangguk patuh dan mengambil pakaian yang diberikan pelayan tadi.
"Nona ganti pakaian di kamar mandi saja," tambahnya.
Lexsa kembali mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi sedangkan Madam Choo merasa ada yang aneh dari balik tatanan meja rias tersebut.
Pelan pelan langkahnya mengarah kepada vas bunga disamping meja rias, aneh saja jika ada vas bunga di samping meja rias, Madam Choo mengambilnya dan mengalihkan ke tempat lain.
Brakkk!!!
Tangannya tak sengaja menjatuhkan vas bunga tersebut ketika ia akan meletakkannya.
__ADS_1
"Aku harus membersihkan nya sebelum mereka datang," gumamnya.
Madam Choo membulatkan mata ketika mengambil pecahan vas bunga terdapat kamera tersembunyi disana, wanita itu langsung mencari beberapa benda aneh lainnya.
"Sialan!!"
Tok...tok...tok!!
"Ada apa Madam?"
"Buka sebentar nona."
"Aku sudah membuka pakaian Madam memangnya ada apa?"
"Nona buka pintu sebentar saja."
"Baiklah tunggu sebentar aku akan menggunakan handuk."
Beberapa saat kemudian Lexsa keluar dengan handuk yang masih terlilit di dadanya dan Madam Choo langsung masuk memeriksa kamar mandi dan sialnya disana terdapat vas bunga yang sama seperti yang ia temukan.
Madam Choo mengeluarkan vas itu dan menemukan benda yang sama, Lexsa membulatkan mata melihat kamera kecil tersebut menyorot seluruh tubuhnya.
"Madam!!"
"Nona tenang aku akan mengumpulkan seluruh kamera ini dan membawanya pergi nanti saat acara lelang dengan begitu mereka tidak bisa mengancam nona untuk kembali kemari."
Lexsa mengangguk patuh untung saja mereka menemukan kamera itu jika tidak dia akan terkurung seumur hidup dengan ancaman penyebaran video vulgar.
***
Alexandra Larossa
__ADS_1