GADIS LELANG

GADIS LELANG
78


__ADS_3

Dua hari kemudian Nancy langsung datang ke ruangan Lexsa untuk menemui gadis itu karena beberapa hari ini Nancy tidak pernah menemuinya.


Pastinya Nancy ingin bertemu untuk membahas tentang Lexter, ia sengaja berpamitan dengan pria itu lebih awal agar dapat bertemu dengan Lexsa.


Ceklek


Ia langsung membuka pintu tanpa permisi, Lexsa sendiri ia anggap teman yang sudah akrab namun Lexsa sebaliknya.


"Ada apa nona?" Tanya Lexsa saat sedang memainkan jarinya diatas keyboard.


"Lexsa sudah lama tidak bertemu, kau pasti tidak lupa dengan perjanjian kita waktu itu kan," kata Nancy dengan senyum manis sembari meletakkan kotak makan siang yang sengaja ia siapkan untuk gadis itu.


Lexsa menggigit bibir bawahnya mendengar ucapan Nancy, dari sudut lain ia sudah membuat kesepakatan dengan Lexter.


"Mm nona sebenarnya...."


"Kenapa Lexsa?"


Nancy mengerutkan kening saat melihat Lexsa bimbang, terlihat seperti ia akan mengatakan sesuatu yang membuat Nancy kecewa.


Tok...tok...tok


Lexsa menatap Nancy sejenak lalu membuka pintu, ia melihat Amalie sedang membawa beberapa berkas.


"Nona ini berkas yang akan ditandatangani tuan muda," ucap Amalie.


"Baiklah terimakasih masuk saja nona Amalie," kata Lexsa.

__ADS_1


Wanita itu mengangguk dan masuk kedalam ruangan sembari menata berkas dengan rapi.


"Jadi bagaimana Lexsa? Kau mau membantuku kan untuk menyatakan perasaan pada tuan muda," kata Nancy yang sudah tidak sabaran.


"Tidak mungkin!" Ucap Amalie dengan spontan.


Nancy dan Lexsa sama sama terkejut dengan sautan Amalie yang seakan menolak dengan keras.


"Ada apa denganmu nona?" Tanya Nancy.


"Tuan muda menyukai nona Lexsa apa nona tidak tahu hal itu? Beritanya sudah tersebar dimana-mana," jawab Amalie tanpa hambatan.


Nancy mengalihkan tatapannya pada Lexsa kali ini tatapan itu lebih dingin dari biasanya.


"Benarkah?" Ucapnya dengan penuh tanda tanya.


"Pe-permisi nona saya akan kembali bekerja," ucap Amalie.


Wanita itu meninggalkan keduanya di dalam ruangan, entah apa yang akan mereka lakukan setelah Nancy mengetahui hal itu.


"Lexsa jawab aku apa semuanya benar?" Tanya Nancy.


Lexsa meremas jarinya sembari mengigit bibir, ia benar benar tidak bisa mengatakan itu benar karena pasti akan menyakiti Nancy.


"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal Lexsa."


"Maafkan aku nona aku tidak ada maksud lain hanya saja semuanya berjalan dengan cepat dan aku tidak ingin menyakiti mu."

__ADS_1


Lexsa menundukkan sedikit wajahnya ketika menjawab perkataan Nancy, ia sangat takut jika wanita itu tiba tiba membatalkan kontrak dan mengacaukan citra La Cosa Nostra Group.


Hahhh!!!


Nancy menghempaskan tubuhnya di sofa lalu membuang tas ke sembarang tempat, ia memijat pelipisnya beberapa detik.


"Aku akan meminta waktu dengan Lexter malam ini."


Lexsa mengerutkan dahi namun ia tidak memiliki pertanyaan.


"Mari kita bersaing dengan sehat," lanjutnya.


"Ma-maksudnya?"


"Aku akan mengungkapkan perasaan ku pada Lexter malam ini dan aku akan menerima apapun jawabannya."


"Nona yakin?" Tanya Lexsa dengan ragu.


"Tentu saja memangnya kenapa?" Tanya Nancy balik.


"Aku kira nona akan mengamuk lalu menarik rambutku dan membalas dendam padaku."


"Cihh sangat kekanakan aku tidak segila itu menyukai seseorang," bantah Nancy.


Huuhhh


Lexsa menghela nafas setelah mengetahui isi hati Nancy, ia senang Nancy tidak memberikan reaksi seperti di film-film yang pernah ia tonton.

__ADS_1


__ADS_2