
"Be-belum tuan besar saya sedang berkeliling mencarinya," ucap Lexsa dengan sedikit ketakutan.
Tuan Pandev mengangguk lalu berjalan jalan pelan mengelilingi ruangan diikuti oleh Lexsa dari belakang.
"Rosa Beltrame kau tau setelah memasuki ruangan ini kau tidak akan bisa keluar dari perusahaan."
Spontan Lexsa berhenti melangkah dan menelan ludahnya mendengar ucapan tersebut. Tuan Pandev sontak melirik kebelakang dan tersenyum tipis.
"Jangan salah paham, ini adalah rahasia perusahaan yang tak diketahui banyak orang itu artinya kau tidak akan lepas dari kontrak seumur hidup karena kau mengetahui rahasia perusahaan."
"Ahh ya tuan besar saya juga tidak berniat mengundurkan diri sedikitpun dari perusahaan," ucap Lexsa dengan nafas lega.
"Ini."
Tuan Pandev memberikan berkas LA Group pada Lexsa, gadis itu membuka satu persatu lembaran informasi tentang LA Group.
"Informasinya sangat lengkap tuan besar," ucap Lexsa.
"Tentu saja itu dikumpulkan oleh mata mata yang bekerja di sana."
"Setahu saya LA Group masih dibawah La Cosa Nostra Group tuan besar kenapa kita harus mengawasi perusahaannya?" Tanya Lexsa bingung.
"LA Group berkembang dengan pesat selama tiga tahun terakhir bahkan namanya sudah tersebar di dunia bisnis."
__ADS_1
"Itu bagus tuan jadi negara kita terkenal dengan pembisnis handal," ucap Lexsa dengan bodohnya.
Tuan Pandev tersenyum tipis duduk disofa diikuti oleh Lexsa.
"Kau tau perlombaan hanya memiliki satu pemenang? Kita harus menerapkan itu dalam dunia bisnis Rosa Beltrame."
"Ahh ya aku mengerti, kita harus lebih unggul dari LA Group?"
"Tentu saja tapi kita bisa menjatuhkan LA Group agar tetap berada di atas."
"Ma-maksudnya tuan besar?"
"Aku akan mengirim mu ke LA Group untuk bernegosiasi bisnis jika kau berhasil membujuk Lexter untuk bekerjasama aku pastikan bonus mu akan keluar 20 kali lipat dari gajimu."
"Baik tuan besar kapan saya kesana?"
"Besok pagi, sementara Lea menggantikan mu sebagai sekertaris disini."
"Tuan besar boleh saya bertanya?"
"Silahkan."
"Kenapa harus saya tuan besar? Saya bekerja belum sampai satu bulan dan anda mempercayakan saya atas sesuatu yang besar," ucap Lexsa dengan sangat hati-hati.
__ADS_1
"Rosa Beltrame aku melihat kinerja mu selama ini, klien selalu menyetujui ucapan mu dan meskipun kau belum bekerja disini performa perusahaan meningkat, kau memenangkan tender projek setiap minggu dan itu sangat jarang bisa dilakukan."
Lexsa tersenyum tipis mendapat pujian dari tuan Pandev, dan memang benar selama ia menjadi sekertaris gadis itu sangat amat tekun bekerja bahkan Lexter saja tidak menyangka gadis itu akan belajar hingga larut malam.
"Baiklah tuan besar saya akan berusaha sebaik mungkin."
"Berkas ini tidak bisa keluar dari brankas Rosa jadi kau pelajari disini saja."
"Baik tuan besar."
"Baiklah aku harus keluar dari sini, ingat ranah mu hanya berkas ini jangan membuka apapun!"
"Tuan besar bisa melihat saya dari cctv jika masih ragu," ucap Lexsa dengan senyum.
"Ini ruangan yang hanya diketahui olehku jadi aku tidak meletakkan cctv."
"Bagaimana jika tuan melakukan panggilan video dengan ponsel saya dan awasi dari ruangan?"
"Aku percaya padamu Rosa Beltrame lakukan pekerjaan mu dengan baik."
"Baik tuan besar."
Tuan Pandev bergegas keluar dari brankas dan kembali menutup pintu, dari belakang Lexsa menyunggingkan seringai liciknya dan menutup berkas LA Group.
__ADS_1