
Keesokan harinya hari dimana Lexsa bekerja sebagai sekertaris, gadis itu benar benar mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan perias sebab tadi malam ia bersih keras mengatakan itu pada Lexter.
Lexter mengalah dan membiarkan Lexsa mengurus penampilannya, setelah selesai gadis itu keluar dengan dress pendek lagi namun terlihat sopan untuk pekerja kantoran.
"Not bad but not good," komentar Lexter.
"What ever tuan muda aku harus pergi bekerja sekarang."
Lexter dan Arkan mengangguk, keduanya mengantar gadis itu sampai di depan pintu dengan secercah harapan.
Sampai di gedung La Cosa Nostra gadis itu langsung masuk dengan sambutan dari Lea, dia adalah wanita yang akan memberitahu apa saja tugas Lexsa sebagai sekertaris tuan besar.
"Selamat pagi Rosa Beltrame perkenalkan namaku Lea dan aku akan memberitahu apa tugas mu disini," sapanya.
"Ehem! Selamat pagi," jawab Lexsa dengan canggung karena panggilan baru itu.
"Baiklah Rosa Beltrame tugasmu yang pertama adalah bertemu dengan tuan besar di lantai 30, pagi pagi kau harus menyiapkan kopi dan membawakan jadwalnya lalu mengatur meeting jika ada, menulis jadwal pertemuan dengan klien dan sisanya akan diperintahkan oleh tuan besar nanti," tutur Lea.
"Aku mengerti mm apa tuan besar sudah datang?"
"Tiga menit lagi tuan besar akan sampai disini," jawab Lea sembari memeriksa jam tangannya.
"Ahh ya baiklah."
Lexsa memperbaiki sedikit pakaiannya sebelum bertemu tuan Pandev, gadis itu merasa sedikit tegang akan bertemu musuhnya mulai hari ini.
Tin...tin... tin!
3 menit berlalu mobil tuan Pandev William sampai di perusahaan, pria itu turun dari mobil dan seketika terlihat seorang pria berusia sekitar 50 tahunan.
__ADS_1
Pakaian rapi dan rambut setengahnya telah putih mendominasi penampilan pria itu, dengan cepat Lexsa berjalan menyambut lalu menundukkan sedikit badannya.
"Selamat pagi tuan besar Pandev William perkenalkan nama saya Rosa Beltrame sekertaris baru anda," ucapnya dengan sopan dan senyum manis.
"Kau terlihat masih muda nak," ucap tuan Pandev.
"Terimakasih tuan besar, usia saya 25 tahun."
Tuan Pandev menyambut dengan senyum hangat, ternyata pria itu tidak semengerikan yang dikira bahkan wataknya terbalik seperti cerita Lexter.
"Selamat pagi Rosa Beltrame sekarang mari ikuti aku ke ruangan," ucap tuan Pandev William.
"Baik tuan besar."
Lea menyunggingkan senyum manis ketika tuan Pandev melewati lobi gedung begitu juga dengan Lexsa yang melambaikan tangan.
Keduanya menaiki lift menuju lantai 30, ruangan terbesar untuk pemilik perusahaan. Tidak sampai 5 menit mereka sampai disana.
Lift terbuka dan Lexsa terkagum kagum melihat ruang kerja itu seperti ruang kerja impiannya, sangat sangat mewah dan nyaman.
"Rosa Beltrame disana ruangan mu, kau pasti tahu tugasmu pagi hari bukan?"
"Nona Lea sudah menjelaskannya pada saya tuan muda."
"Baiklah sekarang kau pergi ke ruanganmu dan mulai bekerja."
"Baik tuan besar,"
Lexsa membungkukkan sedikit badannya dan pergi ke ruang yang di tunjukkan tuan Pandev William tadi.
__ADS_1
"Wahhh"
Hanya kata itu yang bisa ia ucapkan saat melihat ruangannya, sedikit lebih kecil dari ruangan tuan Pandev namun bagi Lexsa itu sangat besar dan rapi seperti tidak pernah tersentuh oleh siapapun kecuali sekertaris sebelumnya.
"Ini benar-benar luar biasa," gumamnya sembari meletakkan tas di kursi.
Gadis itu mereview semua isi ruangan dan berbaring santai di sofa empuk sebelum ia mulai bekerja.
"Ahhh nyaman sekali," ucapnya dengan senyum manis.
Tring tring tring
Gadis itu terkejut dengan suara seperti alarm di dekat meja, ia tidak mengerti dari arah mana suara itu.
"Aku harus menanyakan ini pada tuan besar."
Lexsa keluar menemui tuan Pandev.
"Tuan besar di meja saya...."
"Itu adalah panggilan dari ku jika tombol itu berbunyi berarti kau harus menemui ku," jelasnya.
"Ah ya baiklah tuan besar aku mengerti."
"Rosa tolong copy lembaran ini menjadi 15 bagian karena kita akan meeting bersama direksi nanti setelah makan siang," kata tuan Pandev sembari memberikan lembaran kertas dengan map.
"Baik tuan besar."
Lexsa mengambil kertas lalu keluar dengan lift, sial gadis itu lupa bertanya mesin fotocopy ada dimana, Lexsa memutuskan untuk pergi ke ruang paling bawah untuk bertanya pada receptionis.
__ADS_1
***
malas update komennya dikitš¤£š¤£