GADIS LELANG

GADIS LELANG
70


__ADS_3

Rumah La Cosa Nostra.


Nancy benar benar mengunjungi tuan Louiston dan membawa beberapa tes herbal langka yang jarang ditemui. Tuan Louiston menyambut dengan baik gadis itu meskipun ia lupa lupa ingat siapa Nancy ini.


"Tuan besar saya bawakan teh herbal untuk anda nikmati dan baik untuk kesehatan," ucap Nancy.


"Terimakasih itu sangat berguna," kata tuan Louiston.


Nancy terus mencari topik pembicaraan agar bisa akrab dan tidak canggung dengan tuan Louiston, Lexter tidak berada disana karena ia sedang mandi sepulang dari kantor.


Disisi percakapan nya tuan Louiston sadar Lexsa belum kembali sejak pagi dan tidak biasanya gadis itu meninggalkan rumah hingga malam.


Ceklek


Lexter keluar dari kamar dengan pakaian santai, pria itu tidak pernah mengecewakan menggunakan style apapun bahkan Nancy pun kagum dengan pria itu.


"Lexter dimana Lexsa?" Tanya tuan Louiston dengan wajah khawatir.


"Dia belum kembali?" Tanya Lexter balik.


Nancy mengerutkan dahi dengan satu nama perempuan yang ia dengarkan, kurasa tidak ada keluarganya perempuan siapa dia pikir Nancy.


"Setahu papa dia pergi pagi dan belum kembali hingga sekarang," jawab tuan Louiston.


"Aku akan menghubunginya."


Lexter kembali ke kamar tanpa menatap Nancy untuk mengambil ponsel, setelah berhasil menemukan nama Lexsa di kontaknya Lexter langsung menghubungi gadis itu.


Beberapa kali Lexter berputar kesana kemari sembari menggigit jarinya sebab Lexsa tidak mengangkat ponsel dan panggilan kedua ponsel gadis itu sudah tidak aktif.


Ceklek


Lexter kembali membuka pintu dan menemui tuan Louiston "Lexter tidak bisa dihubungi pa," ucapnya.


"Segera cari dia!" Kata tuan Louiston dengan nada perintah.


Lexter mengangguk dan segera mengambil kunci mobilnya, pria itu sempat menghubungi Arkan untuk membantunya melacak ponsel Lexsa dan mendapat lokasinya.


"Tuan siapa Lexsa?" Tanya Nancy.


"Dia gadis yang sangat berjasa pada La Cosa Nostra Group, dia adalah sekertaris utama Lexter di kantor." Jawab tuan Louiston.


Nancy sebenarnya masih ingin bertanya lagi kenapa Lexsa tinggal dirumah itu kenapa Lexsa berpengaruh terhadap perusahaan namun melihat wajah khawatir tuan Louiston sepertinya tidak tepat menanyakan hal itu sekarang.


"Lexter boleh aku ikut membantu?" Tanya Nancy saat melihat pria itu hendak pergi.


"Tidak perlu kau diam saja disini," jawab Lexter.


"Ahh tidak apa aku akan membantumu."


Gadis itu segera mengambil tasnya lalu berpamitan pada tuan Louiston dan menyusul Lexter keluar dari rumah.


Mereka menaiki mobil dan keluar dari perumahan La Cosa Nostra, jarak Lexsa dari maps yang ditunjukkan tidak terlalu jauh namun Lexter menggunakan kecepatan tinggi hingga Nancy terheran seberapa besar pengaruh gadis itu baginya.


"Pelan pelan saja," tegur Nancy dengan pelan.


Barulah Lexter menyadari bahwa ada seorang wanita ikut bersamanya "baiklah," ucap Lexter.


Kecepatan pria itu berkurang sedikit toh sebentar lagi sampai pikirnya.


*****


Di apartemen Luis.


Lexsa ikut membantu menyiapkan makanan, saat baru sampai ia merasa asing dengan tempat itu tapi ternyata Luis pria yang baik dan ramah senyum.


"Lexsa bisa bantu aku menyiapkan wine," ucap Luis.


"Aku masih dibawah umur," tolak Lexsa dengan menggelengkan kepalanya.


"Astaga aku hampir lupa," Luis segera menyiapkan susu hangat untuk gadis itu sedangkan Luis menyiapkan satu gelas wine untuknya sendiri persis seperti ayah dan anak sedang makan malam bersama.


Haahhh!!


Keduanya duduk di kursi dan menatap kerja keras mereka memasak selama beberapa menit, senyum Lexsa terbit entah darimana sebab ia jarang bergelut dengan dapur di rumah Lexter.

__ADS_1


"Selamat makan," ucapnya.


Luis mencoba masakan yang dibuat oleh Lexsa dan rasanya cukup memuaskan, ia bahkan tidak pernah memasak selezat itu.


"Lexsa kau tau ini masakan terenak yang pernah ku coba," kata Luis sembari memasukkan makanan kedalam mulutnya hingga penuh.


Lexsa merasa puas dengan hasil masakannya sebab ada seseorang yang memuji masakan gadis itu, sebelumnya Lexter hanya berwajah datar dan tidak berkomentar apapun.


"Lain kali aku yang akan berkunjung ke rumah mu," tambah Luis.


Uhuk..uhuk!!!


Tentu saja perkataan pria itu membuat Lexsa tersedak, ia bahkan tidak pernah memiliki tamu baik dirumahnya dulu maupun rumah sekarang kecuali Choon Hee.


"Hei ada apa denganmu."


Luis mengambil tisu lalu membersihkan bibir Lexsa, sejenak keduanya bertatapan namun Lexsa mengakhirinya.


"Kau ini ada ada saja," ucap Luis dan kembali melanjutkan makannya.


Lexsa tidak bernafsu lagi menyantap makanannya, tiba tiba otak gadis itu mengarah pada seorang pria yang tak lain adalah Lexter.


"Hei kenapa melamun?!" Tegur Luis.


Lexsa menggelengkan kepalanya beberapa kali untuk mengembalikan fokus dan baru tersadar Luis telah memanggilnya beberapa kali.


"Aku sudah kenyang kau makan saja," kata Lexsa.


Luis mengangkat bahu dan menghabiskan seluruh makanan di atas meja tanpa tersisa sedikitpun. Setelah makan bersama Luis mencuci piring.


"Biarkan aku membantumu," ucap Lexsa sembari melipat kemejanya.


"Tidak tidak ini tugas tuan rumah kau duduk saja diruang tamu," tolak Luis.


"Aku tidak bisa membiarkan mu membersihkannya sendiri lagipula aku juga ikut makan,"


Lexsa bersiap mencelupkan tangannya kedalam air namun Luis segera menyipratkan air ke arah gadis itu.


"Hei apa yang kau lakukan!" Ucapnya sembari menghindari cipratan air tersebut.


Lexsa tak berkata apapun lalu menjauhi dapur dan membiarkan Luis mencuci dengan tenang, gadis itu menyadarkan tubuhnya di sofa dan menyalakan televisi.


Rasanya apartemen kecil itu nyaman sekali untuk ditinggali sendiri, Lexsa bisa melakukan apa saja disana namun sayang Lexter tidak mengizinkan Lexsa tinggal sendiri dengan alasan keselamatan mengingat dirinya berperan penting mengambil alih perusahaan.


Tok...tok...tok


"Seseorang mengetuk pintu!" Ucap Lexsa dengan nada sedikit tinggi.


"Buka saja mungkin itu pengantar paket," kata Luis.


Lexsa melepas bantal yang sedang ia peluk lalu berjalan menuju pintu.


Ceklek!


Dan ya Lexsa membulatkan mata saat melihat Lexter berdiri tepat di depannya, tatapan pria itu jauh lebih dingin dari sebelumnya.


"Siapa Lexsa?" Tanya Luis sembari menyusul gadis itu.


Tatapan Lexter berpindah ke arah Luis hingga pria itu membatu sebab melihat bosnya berada ditempat tersebut.


"Tu-tuan."


Luis langsung menundukkan kepala memberi hormat pada Lexter namun pria itu tidak butuh penghormatan saat ini.


"Ikut aku!"


Lexter menarik pergelangan tangan Lexsa pergi dari tempat itu bahkan Lexsa belum sempat mengambil tasnya didalam.


Sampai diparkiran Lexsa melihat mobil yang dikendarai Lexter, tentu saja ia hafal mobilnya dan tidak saat ini Lexsa sedang tidak memiliki masalah dengan matanya.


Lexsa menghentikan langkah saat melihat seorang wanita duduk di mobil, tatapannya perlahan mengarah pada Lexter.


"Untuk apa kau membawanya," ucap Lexsa dengan suara dingin.


"Dia...."

__ADS_1


"Sudahlah tidak perlu menjelaskannya," Lexsa memotong kalimat Lexter dan memaksa pria itu melepaskan pergelangan tangannya.


"Ada apa denganmu Lexsa tadi kau baik baik saja dikantor," ucap Lexter yang tampak kebingungan bagaimana menanggapi Lexsa.


Bugh


Nancy keluar dari mobil dan mendekati kedua orang yang sedang berdebat tersebut.


"Hallo nona perkenalkan aku Nancy teman Lexter," katanya dengan senyum merekah dan memperlihatkan jelas warna lipstik merah tersebut.


"Alexandra Larossa panggil Lexsa," jawab gadis itu dengan senyum tipis.


"Lexter ini sekertaris yang kau maksud? Dia tampak sedikit muda," kata Nancy sembari memperhatikan Lexsa dari atas sampai bawah.


"Ayo pulang," Lexter kembali menarik lengan Lexsa dan mengabaikan perkataan Nancy.


Wanita itu sedikit kesal namun tak ia tampakkan di depan Lexter, Nancy membuka pintu mobil bagian depan dan membuat Lexsa menghentikan langkahnya lalu memaksa Lexter melepas lengannya.


Terlihat jelas dimata Nancy mereka bukan sekedar atasan dan bawahan namun ia tetap tenang. Lexsa membuka pintu mobil dan duduk di kursi penumpang.


Dalam perjalanan mereka terdiam, Lexter sangat kesal dengan Lexsa yang pergi tanpa izin bahkan kerumah seorang pria


"Lexter ku dengar besok ada pengecekan ke sterilkan di laboratorium kosmetik, aku akan membantumu," ujar Nancy membelah keheningan.


"Baiklah," ucap Lexter dengan wajah datar.


"Kau mau ikut?" Tanya Nancy dengan senyum tipis memutar kepalanya ke belakang.


"Aku ada jam pagi besok setelah itu kembali ke kantor sepertinya tidak bisa," jawab Lexsa.


"Ahh sayang sekali padahal itu sangat penting karena kau seorang sekertaris."


Nancy mengembalikan pandangannya ke depan "aku dan Amalie akan kesana jangan ganggu pendidikannya," kata Lexter.


Mendapat pembelaan seperti itu Lexsa sedikit lega rasanya meskipun ada beberapa peristiwa yang membuat hatinya tidak karuan.


"Ya baiklah."


Beberapa saat kemudian mereka sampai di depan rumah Nancy, Lexsa tertegun melihat gerbang rumahnya yang begitu tinggi hingga rumahnya tak terlihat sedikitpun.


"Terimakasih Lexter sampai jumpa besok," kata Nancy.


Lexter menjawab dengan senyum tipis seperti ciri khasnya lalu menjalankan mobilnya menjauhi rumah tersebut.


Dalam perjalanan Lexter menghentikan mobilnya dan tidak berkata apapun "kenapa?" Tanya Lexsa.


"Duduk didepan kau pikir aku supir mu," jawab Lexter ketus.


"Aku tidak mau," kata Lexsa tak kalah ketusnya.


"Duduk didepan ada yang ingin ku bicarakan," kali ini nada Lexter terdengar lembut.


Suara itu membuat Lexsa tidak dapat menolak dan segera berpindah ke kursi depan, sedetik gadis itu menatap Lexter lalu ia buang pandangannya.


"Ada apa?" Tanya Lexsa.


"Untuk apa malam malam datang ke rumah pria? Kau punya rumah...."


"Rumah? Dimana rumahku tuan muda Lexter La Cosa Nostra?" Tanya Lexsa balik dengan nada jengkel.


"Rumah ku juga rumah mu ada apa denganmu Lexsa." Lexter benar benar tidak paham apa yang terjadi dengan gadis itu.


"Jika memang rumahku kenapa aku tidak bisa kembali kesana tepat waktu, kenapa aku harus pergi kerumah seseorang yang baru ku kenal untungnya dia baik bagaimana jika tidak dia pasti akan membodohi ku," tutur Lexsa dengan wajah kesalnya.


"Apa alasanmu tidak kembali? Aku pernah memarahimu sebelumnya?"


Lexsa diam karena memang Lexter tidak pernah melarangnya untuk pulang tapi tetap saja ada orang asing disana.


"Nancy bukan alasan mu untuk kesal padaku, dia datang untuk mengunjungi papa tidak ada maksud lain dan aku tidak pernah menyembunyikan mu darinya, kau sendiri yang berasumsi seperti itu Alexsa," ujar Lexter sembari memegang tangan gadis itu.


"Tapi...."


"Tidak ada tapi tapi aku sudah panik mencarimu tadi jangan seperti itu lagi paham?"


Lexsa mengangguk setuju dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil, Lexter mencium kening gadis itu lalu melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


__ADS_2