GADIS LELANG

GADIS LELANG
76


__ADS_3

Satu minggu kemudian Lexsa mendapat kabar mengejutkan dari keluarganya yaitu soal Katherine yang hilang selama satu minggu tanpa kabar.


Keluarga Patricia berusaha mencari Katherine kemana mana bahkan memajang fotonya sepanjang jalan dan membuat berita di media namun karena Patricia Group sudah meredup beritanya tidak terlalu besar.


Sudah dua hari Lexsa tidak tidur karena sibuk mencari adiknya, Katherine adalah gadis yang selalu menolong Lexsa saat masih berada dirumah dulu. Meskipun darah mereka seutuhnya tidak sama Katherine sangat menyayangi kakaknya itu.


"Jangan khawatir nona Katherine pasti baik baik saja," ucap Choon Hee.


"Itu benar jangan terlalu khawatir Lexsa." Saut Lexter


"Bagaimana aku tidak khawatir Katherine sudah menghilang satu minggu tanpa kabar bagaimana jika terjadi sesuatu padanya," ujar Lexsa cemas.


Tok...tok...tok


Arkan berjalan menuju pintu dan membukanya, seorang pria tampak tak asing masuk tanpa permisi.


"Lexsa kau punya alat kompres?" Tanya Luis.


"Kau sakit?" Tanya Lexsa balik.


"Ah tidak itu aku sedang merawat seseorang."


"Ah ya sebentar."


Lexsa mengambil alat kompres lalu memberikannya pada Luis, pria itu tidak ingin bercanda apapun ia langsung mengucapkan terimakasih dan keluar.


"Aku akan melihat orangnya mungkin mereka membutuhkan sesuatu," kata Choon Hee.


Lexsa mengangguk lalu Choon Hee mengikuti Luis masuk kedalam apartment, beberapa kali mereka bertegur sapa karena Choon Hee sering datang bermain ke apartemen Lexsa jadi ia sediki tidaknya akrab dengan Luis.


"Siapa yang sakit?" Tanya Choon Hee.

__ADS_1


Luis menoleh ke belakang dan kembali memusatkan perhatian saat mengetahui itu Choon Hee "seorang gadis kecil," jawabnya.


"Kekasihmu?"


"Ah bukan bukan dia masih terlalu kecil," jawab Luis dengan cepat.


"Lalu kenapa kau membawanya kemari."


"Daripada dia duduk sendirian di lorong apartment."


"Berikan padaku,"


Choon Hee mengambil alat kompres lalu masuk kedalam kamar gelap tersebut, ia menekan stop kontak untuk membuat penerangan "bawa air kemari!" Ucap Choon Hee dengan nada pelan agar tidak mengganggu gadis itu.


"Gadis kecil aku akan membantumu menurunkan demam ya," ucap Choon Hee.


Gadis itu menggelengkan kepala sembari menutup seluruh tubuhnya dengan kain, sedikitpun tak ada respon kecuali menggelengkan kepala.


"Gadis ini tidak mau dikompres," kata Choon Hee.


"Hei gadis kecil kenapa kau tidak mau dikompres, aku akan memberitahu keamanan bahwa kau adalah penguntit di apartemen ini mau?!" Ancam Luis.


"Ja-jangan!"


Gadis itu langsung membuka kain yang menutup selimutnya hingga membuat Choon Hee terdiam. Gadis itu langsung berlari keluar unit apartemen Luis.


"Nona kemari!" Ucap Choon Hee.


Wanita itu sampai menarik Lexsa yang tidak ada tenaga untuk melakukan apapun namun ia mengikuti jejak langkah Choon Hee.


"Hei ada apa?" Tanya Lexsa.

__ADS_1


"Nona ikuti aku."


Choon Hee segera membawa Lexsa masuk kedalam apartment Luis diikuti oleh Lexsa dan Arkan yang bingung dengan sikap Choon Hee seperti itu.


"Hei kenapa kau pergi begitu saja," ucap Luis.


Choon Hee mendorong Luis keluar dari kamar dan menunjuk seseorang yang sedang berbaring ditempat tidur tersebut.


"Katherine?!!"


Lexsa langsung berlari memeluk adiknya lalu mencium kening gadis itu beberapa kali "kemana saja kau aku sangat mengkhawatirkan mu!"


Katherine membalas pelukan Lexsa yang begitu erat, ia sudah mengira gadis itu akan memperlakukannya dengan sangat baik.


"Sejak satu minggu yang lalu dia bersembunyi di lorong apartment dan mengintip beberapa unit apartment."


"Ka-kau disini sejak satu minggu yang lalu? Kenapa tidak memberitahu kakak," ucap Lexsa sembari memegang wajah gadis itu.


"Katherine malu kak karena perbuatan keluarga, Katherine sangat merindukan kakak jadi hanya melihat dari jauh, Katherine malu menyapa kakak."


Tangis Lexsa pecah saat mendengar perkataan adiknya yang sangat menyedihkan.


"Mulai sekarang tinggal bersama kakak ya," kata Lexsa.


"Boleh kak?"


"Tentu sayang kakak akan merawat mu dengan baik."


Katherine memeluk Lexsa dengan erat, rasa sakitnya seketika hilang setelah bertemu dengan Lexsa. Mereka kembali ke apartemen Lexsa dan memberikan Katherine makan sepuasnya.


Mereka tanpa sadar tersenyum melihat Katherine makan dengan lahap, Lexter dan Arkan merasa semua sudah selesai dan mereka kembali ke kantor karena dua hari sudah menunda pekerjaan belum lagi peluncuran produk tinggal menghitung hari.

__ADS_1


__ADS_2