GADIS LELANG

GADIS LELANG
54


__ADS_3

Malam berlalu begitu cepat saat ini, dua orang tak saling mengenal satu sama lain itu masih tertidur pulas diranjang yang sama bahkan noda noda bekas percumbuan semalam belum hilang dari kain seprei.


Beberapa saat setelahnya dua buah manik hitam mengerjapkan mata samar samar, kepalanya terasa pening bahkan penglihatannya belum kembali pulih dengan baik.


Setelah beberapa kali mengusap matanya untuk memperhatikan sesuatu wanita itu tersadar akan satu hal tadi malam.


Flashback


Saat itu Choon Hee sedang menyiapkan makanan untuk para gadis gadis dirumah tersebut namun siapa sangka seseorang berminat padanya dan memesan wanita itu.


"Choon Hee beristirahatlah kau tidak perlu melakukan ini," ucap madam Sina.


"Baik nyonya."


Setelah Lexsa dibawa pergi oleh Lexter ternyata Choon Hee menjadi pengganti wanita itu namun madam Sina tak berniat menggunakan Choon Hee dan hanya menyuruhnya melakukan pekerjaan rumah tangga.


Wanita tak bisa berbuat banyak kecuali mengikuti keinginannya, ia dipekerjakan oleh ibunya Lexsa sejak masih kecil untuk menjaga gadis itu.


Choon Hee juga lulusan terbaik saat menyelesaikan perguruan tingginya namun ia tak ingin mengambil pekerjaan kantor sebab tanggung jawabnya pada Lexsa cukup besar.


"Tunggu Choon Hee."

__ADS_1


Madam Sina menuangkan air lalu memberikannya minum agar gadis itu bisa melepas sedikit lelahnya.


"Minumlah setelah itu istirahat," ucap Madam Sina.


"Terimakasih madam."


Choon Hee meminum minuman itu tanpa ragu namun tatapan madam Sina berbinar-binar sebab rencananya berhasil.


Setelah meminum air Choon beristirahat di kamarnya dan dalam sekejap tertidur. Dalam minuman tadi terdapat kandungan obat yang menyebabkan halusinasi tinggi.


Flashback end


Karena mengingat kejadian tadi malam Choon Hee langsung bergegas ke kamar mandi sembari membawa pakaiannya untuk menutupi tubuhnya.


Beberapa saat kemudian Choon Hee keluar dari kamarnya mandi menggunakan mantel dan rambut yang basah.


Wanita itu harus melewati balkon ketika kembali kedalam kamar namun seketika ia menunduk setelah melihat Arkan telah bangun. Keduanya terdiam cukup lama hingga suara terkecil pun mereka dengar dari luar.


"Kamar ini ada kamar mandi?" Tanya Arkan canggung.


Choon Hee mengangguk lalu menunjuk ke arah kamar mandi yang berdekatan dengan balkon, kamar yang aneh namun ia harus segera membersihkan dirinya saat ini.

__ADS_1


"Jangan pergi sebelum aku selesai mandi, ada yang perlu ku bicarakan."


Arkan berlalu ke kamar mandi melewati Choon Hee yang mematung mendengar ucapannya. Di kamar mandi Arkan melepas selimut tersebut lalu mulai membasahi tubuhnya.


Pria itu kembali mengingat kejadian tadi malam berkali-kali dan kepalanya tidak bisa menampung apa yang ia pikirkan, sebelumnya Arkan hanya mengurus wanita wanita yang mencoba mendekati Lexter dan dia sendiri tidak pernah berhubungan dengan wanita.


Selesai mandi Arkan pun menggunakan mantel, sepertinya mantel itu telah disiapkan oleh berandal yang merencanakan ini. Arkan keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju sofa "berikan identitas mu." Ucapnya sembari mendudukkan tubuh.


Choon Hee yang sedang mengeringkan rambut mengalihkan tatapannya pada pria itu, ia tidak mengerti maksud Arkan.


"Berikan padaku," ucap Arkan sekali lagi.


"Tuan anda orang yang membeli nona Lexsa kan?" Tanya Choon alih alih memberikan identitasnya.


"Atasanku," jawab Arkan datar.


"Dimana nona sekarang apa dia baik baik saja?"


Arkan menyimpangkan kedua kakinya sehingga memperlihatkan otot otot di paha pria itu "khawatirkan dirimu terlebih dahulu baru mengkhawatirkan diri sendiri." Ucapnya.


Choon Hee menekan tombol off yang ada di pengering rambut lalu mendekati Arkan sembari membawa dompetnya yang berada dimeja rias "katakan padaku bagaimana kondisi nona sekarang," ucap Choon sembari memberikan kartu identitasnya.

__ADS_1


Arkan mengambil kartu identitas tersebut lalu memotretnya dan memainkan ponsel beberapa saat "nona dalam kondisi baik," jawab Arkan sembari menatap ponselnya.


__ADS_2