GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 09


__ADS_3

Sampai di rumah Lexsa cukup terkejut dengan suasana rumah mewah milik tuan muda itu, ia tidak heran jika Lexter berani membeli seorang gadis dengan harga semahal itu.


Rumah dengan nuansa gelap itu membuat mata Lexsa sedikit terganggu sebab itu sangat berbeda dengan apa yang dirumahnya dulu.


"Ayo masuk nona," ucap Arkan.


Lexsa mengangguk dan ketiganya masuk kedalam rumah, lagi lagi gadis itu terkejut dengan isi rumah yang sangat monoton dan sepi, tidak tampak sedikitpun seseorang ataupun pelayan.


"Tuan muda tidak suka kebisingan jadi pelayan hanya datang saat membersihkan rumah," bisik Arkan.


"Dia aneh," bisik Lexsa juga.


Lexter menghentikan langkahnya saat mendengar bisikan kecil tersebut untungnya dia tidak mendengar jelas kalimat Lexsa.


"Kau siap tidur dengan ku."


Uhuk,,,uhuk,,,uhuk


Arkan tersedak menelan ludahnya sendiri ketika mendengar ucapan tak terduga Lexter, begitu juga dengan Lexsa yang menegang mendengar kalimat pria itu.


"Tu-tuan...."


"Kau kembali ke ruang kerja!" Titah Lexter.


"Ba-baiklah."


Arkan perlahan mundur sembari menatap Lexter, tidak mungkin pria itu melakukannya. Arkan tahu betul siapa Lexter dan sejauh ini tidak pernah ia menyentuh yang namanya perempuan.


"Aku perlu bicara dengan mu, ikuti aku."


Lexter menaiki anak tangga menuju lantai dua dan Lexsa mengikuti dari belakang meskipun langkahnya agak gemetar.


Ceklek

__ADS_1


Pria itu mengajak Lexsa kedalam sebuah kamar, lagi lagi bernuansa gelap yang membuatnya merasa tidak nyaman.


"Tuan saya belum pernah melakukan hal hal aneh sebelumnya jadi...."


"Jangan berpikiran aneh, aku membeli mu bukan untuk dinikmati."


"Lalu?"


Lexter mengambil beberapa foto dan map lalu menyodorkan Lexsa.


"Kau akan ku kirim ke tempat itu dan berikan informasi yang kau dapatkan disana."


Lexsa memeriksa beberapa foto dan map, ia mengerjapkan mata saat melihat salah satu perusahaan orang tuanya ada disana.


"Patricia?"


"Mereka komplotan konglomerat yang mengambil harta ayah ku, perusahaan mereka membantah adanya saham atas nama La Cosa Nostra," ujar Lexter.


"Lalu?"


"Bagaimana aku bisa melakukannya?"


"Kau hanya perlu menjadi kepercayaan mereka terutama tuan Pandev William."


"Pandev William?"


"Kenapa?"


"Mm tidak ada," jawab Lexsa dengan cepat.


Lexter mengangguk dan kembali menjelaskan apa tujuannya membeli Lexsa, itu tugas yang cukup berat untuk dijalankan.


"Jadi aku harus bekerja di perusahaan tuan Pandev dan mendapat kepercayaan nya menjadi orang terdekat?"

__ADS_1


Lexter mengangguk datar sembari menyilangkan kedua kakinya, pria itu hanya berharap 10% dari hasil kerja seorang perempuan.


"Baiklah hanya itu yang ingin ku katakan padamu sekarang turunlah makan malam."


"A-aku disini saja."


"Dalam rumah ini kau tidak bisa melakukan penolakan."


"Baiklah aku akan mengganti pakaian terlebih dahulu."


Lexter keluar setelah memberitahu Lexsa apa yang harus ia kerjakan, pria itu berjalan menuju ruang kerja yang sudah ditunggu oleh Arkan.


Ceklek


"Aku sudah memberitahunya dan kau awasi dia jika berhianat bunuh saja," ucap Lexter.


"Kau menghilangkan 50 M hanya untuk wanita menyebalkan itu padahal ada banyak perempuan seksi lainnya," ujar Arkan kesal.


"Kenapa kau kesal."


"Dia menyebalkan aku tidak suka."


"Jangan minum ludah mu sendiri jika menyukainya suatu saat nanti."


"Cuihhh hueekk!!"


Lexter tersenyum sinis sembari menggelengkan kepala dan kembali memeriksa beberapa kertas di dalam map.


###


rumahnya


__ADS_1


kamarnya



__ADS_2