
Disisi lain Arkan langsung membawa Choon Hee ke rumah sakit sebab keningnya berdarah terkena besi dari rak yang menimpanya.
Setelah diobati Choon Hee langsung bisa pulang karena lukanya tidak terlalu berat, mereka kembali ke rumah setelah beberapa menit.
Arkan benar benar kesal pada Ellen yang menyentuh Choon dengan seenaknya bahkan sampai melukai istrinya.
"Beristirahatlah jangan kemana-mana aku tidak mengizinkan," ucap Arkan.
"Kenapa kau sangat khawatir padaku," kata Choon Hee.
"Kau istriku tentu saja khawatir."
"Apa kau mencintaiku?"
Arkan tidak langsung menjawab, spontan ia membuang muka dan tidak mau menatap Choon Hee.
"Baiklah jika kau tidak mencintaiku, aku hanya bertanya saja."
"Aku mencintaimu sejak malam itu tapi aku tidak mengatakannya karena takut kau tidak nyaman saat sudah mengetahuinya."
Arkan benar benar tidak berani menatap wajah cantik Choon Hee, wanita itu tersenyum manis mendengar pengakuan Arkan.
"Aku juga mencintaimu," kata Choon Hee.
__ADS_1
Arkan menggelengkan kepala dengan cepat "tidak mungkin."
"Aku menyukai semua sisi darimu perlakuan mu dan segalanya."
"Sejak kapan?" Tanya Arkan yang mulai tersenyum tipis.
"Sejak kau membawaku ke rumahmu kau pria yang bisa menghormati wanita bahkan kau tidak pernah menyentuhku jika bukan karena izin ku sendiri dan aku menyukai itu."
"Aku berpikir aku sangat membosankan karena tidak punya banyak waktu untukmu, aku juga berpikir kau akan meminta cerai denganku."
"Apa kau menjadi suami yang baik untukku?" Tanya Choon Hee.
"Tentu saja."
Choon Hee membuka kedua tangannya lalu memeluk pria itu dari samping, Arkan benar benar senang Choon Hee mau hidup bersamanya sebab selama ini pria itu hidup sendiri dan terasa begitu hambar namun setelah kedatangan Choon Hee semuanya berubah.
Setiap pagi ia tidak perlu mendengarkan alarm karena Choon Hee sudah siap membangunkannya, sarapan pun selalu ada yang menyiapkan lalu mengantarnya berangkat bekerja, saat pulang pun ia selalu disambut dengan senyum hangat Choon Hee dan sedikit keluhannya karena bosan sendiri setiap hari.
"Ayo kita bangun keluarga kita dari sekarang," ujar Arkan.
"Aku sangat kesepian bukankah kita memerlukan seorang bayi," kata Choon Hee dengan nada menggoda.
"Kau benar mari kita buat sekarang."
__ADS_1
Arkan melepas pelukan Choon Hee lalu menarik tengkuknya dan mencium bibir wanita itu, keduanya kembali berciuman setelah malam na'as yang membuat mereka harus menjadi pasangan suami istri.
Selanjutnya mereka melakukan apa yang selayaknya dilakukan oleh pasutri meskipun disiang hari, karena sudah menyatakan perasaannya dan Choon Hee menerima Arkan pasti tidak akan pernah terlambat pulang untuk menanam benih.
***
Plakkk!!!
Tuan Patricia memberikan pelajaran pada Ellen karena perbuatannya saham Patricia Group anjlok hingga titik terendah selama perusahaan tersebut berdiri.
"Kenapa kau mengganggu mereka Ellen!!" Teriaknya.
"Pa sudah pa," ucap nyonya Patricia.
"Tidak bisa ma, anak ini perlu diberi pelajaran!!"
"Pa! Ini bukan salah Ellen tapi Lexsa!"
"Terus saja kau salahkan dia, dia sudah pergi dari rumah ini dan jika kau tidak mengganggunya semua itu tidak akan terjadi paham!!"
Tuan Patricia kembali ingin menampar Ellen namun ia melihat putrinya yang paling kecil sedang ketakutan mendengar teriakan, tuan Patricia memilih menenangkan dirinya kedalam kamar.
Katherine berlari keluar rumah sembari menangis ketakutan namun tidak diperhatikan sama sekali oleh nyonya Patricia karena ia sibuk menenangkan Ellen.
__ADS_1
Katherine berlari sejauh mungkin dan pergi dari rumah tersebut, ia benar benar muak dengan keluarga yang penuh drama bahkan dalam sehari selalu ada pertengkaran yang membuat mentalnya down.