
Entah bagaimana ponsel itu sudah ada di mejanya padahal tadi malam jelas jelas tidak ada dan ia ingat meninggalkannya di mobil. Mungkin itu ulah pelayan pelayan madam Sina sebab tadi malam mereka meminta kunci mobil untuk parkir.
Tring
Pria itu berjalan meninggalkan Choon Hee menuju balkon lalu mengangkat telponnya, pria itu terlihat serius saat berbicara sehingga Choon Hee berpikir dua kali saat ingin mendatanginya kembali.
Selesai menerima panggilan Arkan kembali duduk ditempat semula lalu menatap Choon Hee baik baik. Wanita itu tampak tak nyaman dengan tatapan datar Arkan yang tak henti.
"Apa yang kau lakukan setelah ini?" Tanya Arkan.
Choon Hee pun bingung dia harus apa kemungkinan ia akan dijadikan bahan operan untuk memuaskan nafsu pria dirumah madam Sina "aku belum memikirkannya tuan," jawab Choon Hee.
"Kau mau menikah denganku?" Tanya Arkan setelah mempertimbangkan semuanya.
"Heuh?" Hanya itu yang dapat mengekspresikan jawaban Choon Hee, dia rasa tidak ada pria yang datang ketempat itu ingin menikahi gadis yang ia sewa.
__ADS_1
"Aku akan bertanggung jawab atas kejadian tadi malam, sebelumnya aku tidak pernah melakukannya dengan gadis manapun dan aku tidak ingin melakukan itu dengan banyak wanita," ujar Arkan sembari menyatukan kedua tangannya di dada.
Choon Hee benar benar bingung bagaimana menanggapinya, dia juga tidak pernah melakukan itu dengan siapapun walau usianya sudah 28 tahun.
"Namaku Arkan Fernando usia ku 30 tahun, aku sudah membeli rumah tadi jadi kau dan aku bisa tinggal disana," ucap Arkan dengan sangat jelas.
Bagaimana aku bisa menerima ini tapi disisi lain aku tidak ingin terjebak disini
"Baiklah aku setuju," ucap Choon Hee.
Beberapa saat setelahnya mereka siap lalu keluar dan tebakan Arkan benar bahwa pintu sudah terbuka dengan mudah, wajah datarnya menatap setiap gadis yang melewati kamar itu.
"Selamat pagi tuan," sapa Madam Sina.
Kali ini Arkan benar benar tidak suka madam Sina berada di depan wajahnya, pria itu ingin sekali merobohkan rumah sialan yang membuatnya terjebak dengan seorang wanita itu.
__ADS_1
"Ambil ini dan jangan pernah terlihat didepan ku atau tempat mu akan roboh detik itu juga!!" Ucap Arkan dengan tegas.
Choon Hee menatap madam Sina beberapa detik lalu mengikuti Arkan dengan langkah cepat sampai parkiran "aku akan mengantarmu menemui nona Lexsa tapi akan ku ajak kesatu tempat terlebih dahulu," ucap Arkan.
Kemana tuan?
Ia hanya mengangguk meskipun ingin melontarkan pertanyaan tersebut tapi melihat wajah Arkan yang datar membuat Choon Hee mengurungkan diri.
"Tuan maaf apa anda tidak akan menyesal dengan keputusan ini?" Tanya Choon Hee meskipun keberaniannya setipis tisu belah seribu.
Arkan pun sebenarnya tidak tahu cara membina keluarga hanya saja ia ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan menikahi Choon Hee tak peduli apapun resikonya.
Mendengar tak ada jawaban sedikitpun Choon Hee tak lagi berharap pria itu berbicara dan lebih memilih melihat pemandangan kota dipagi hari.
Beberapa saat setelah itu keduanya sampai disebuah perumahan, mustahil jika dikatakan perumahan sederhana sebab satu rumah memiliki luas tak terhitung "anda mengunjungi kerabat tuan?" Tanya Choon Hee sekali lagi.
__ADS_1
l