Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 111 Mencari Tahu Tentang Pengacara


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, saatnya Andre, Emir, Alex, Najwa, menjalankan misinya yang sudah direncanakan kemarin, untuk datang ke rumah Farah dan Riris, Tak lama kemudian Andre dan Emir sudah tiba di rumah Riris.


"Ayo, Mir, kita ikuti langkah Riris" ucap Andre kepada Emir dengan mengikuti Riris


"Iya, Ndre, tapi kalau gue lihat-lihat kayaknya dia mau pergi, bener juga apa kata Najwa" ucap Emir kepada Andre, dengan berbisik-bisik


Tak lama kemudian Riris pergi ke suatu tempat, dengan mengendarai mobil, lalu diikuti oleh Andre dan Emir.


"Ayo, Ndre, kita ikuti dia" ucap Emir kepada Andre dengan berbisik


"Ayo, Mir" jawab Andre kepada Emir, dengan melangkahkan kedua kaki mereka, secara perlahan untuk mengikuti Riris


Setelah satu jam kemudian, Andre dan Emir mengikuti Riris, tiba-tiba Riris berhenti di suatu tempat kantor pengacara.


"Ndre, Bukankah ini kantor pengacara ?" tanya Emir kepada Andre


"Iya, Mir, jangan-jangan Riris mau bertemu dengan pengacara yang kemarin ?" tanya Andre kepada Emir


"Kalau gue rasa, kemungkinan iya" jawab Emir kepada Andre dengan berbisik-bisik


"Kalau gitu, ayo kita ikuti pelan-pelan" jawab Emir kepada Andre, dengan keluar dari mobil bersama Andre


Tak lama kemudian, Andre dan Emir mengikuti Riris untuk bertemu, dengan pengacara.


"Tuh kan, Ndre, bener dugaan gue, si Riris bertemu sama pengacara yang kemarin" ucap Emir kepada Andre dengan serius

__ADS_1


"Di sini kalau gue lihat nama beliau adalah Ardian SH" ucap Emir kepada Andre dengan serius


Kemudian setelah itu Emir dan Andre melangkahkan kaki mereka berdua, untuk mendekati ruangan Bapak pengacara Ardian, kebetulan pada waktu itu Riris sudah tiba di dalam ruangan tersebut, dan berbincang-bincang dengan bapak Ardian, tetapi Emir dan Andre tidak lupa untuk merekam semua pembicaraan antara Riris dan Bapak Ardian.


"Saya akan akan bayar berapa pun juga, asalkan anak saya bisa keluar dari penjara, dan kasus ini bisa saya menangkan" ujar Riris kepada Ardian dengan tegas


"Oke, baiklah Bu, kita sepakat, dan Saya jamin Ibu pasti akan memenangkan kasus ini" jawab Bapak Ardian kepada Riris, dengan tersenyum


"Oke, terima kasih atas kerjasamanya" ucap Riris kepada bapak Ardian, sambil memberikan uang DP untuk kerjasama mereka berdua


"Terima kasih, Bu" jawab Bapak Ardian dengan menerima uang dari Riris


Kemudian setelah itu, Riris keluar dari ruangan bapak Ardian, Tak lama kemudian Andre dan Emir masuk ke dalam ruangan bapak Ardian, dan langsung menemui Bapak Ardian secara langsung.


"Saya minta kepada bapak untuk tidak ikut terjun dengan kejahatan Siska dan teman-temannya" ucap Emir kepada bapak Ardian dengan tegas


"Kenapa kalian ada di sini ?" tanya Bapak Ardian kepada Emir dan Andre dengan gugup


"Bapak nggak perlu tahu kenapa kita bisa sampai datang ke sini, tujuan saya datang bersama Emir menemui bapak, untuk memberi peringatan kepada bapak, supaya tidak ikut terjun dengan kejahatan Fani, Siska, Eli, Qhira, Tante Riris, dan Tante Farah, karena mereka berbahaya Pak, bapak sendiri tahu kan kalau kita semua punya bukti-bukti tentang kejahatan mereka" ucap Andre kepada bapak Ardian dengan tegas


"Apa, kalian mau mengancam saya !!!" tanya Bapak Ardian kepada Emir dan Andre, dengan mata yang melotot


"Kita nggak mengancam bapak, justru kita minta kerjasama kepada bapak, untuk tidak ikut campur dengan kejahatan Siska dan teman-temannya, termasuk orang tua mereka, karena saya dan Andre sudah merekam semua pembicaraan Bapak dengan tante Riris, kenapa bapak menatap saya seperti itu ? Apa Bapak mau menghancurkan handphone saya ? percuma Pak, karena rekaman ini sudah saya share kepada orang-orang terdekat saya Pak" ucap Emir kepada Bapak Ardian dengan tegas


Bapak Ardian terkejut dan ia menggigil mendengarkan ucapan dari Emir.

__ADS_1


"Saya di sini tidak mengancam, tetapi mohon kerjasamanya Pak, jadilah pengacara yang cerdas, pengacara yang cerdas bukan di bidang ilmu saja Pak, tetapi dari sikap, keputusan, memihak yang benar, di sanalah terletak kecerdasan seorang pengacara, Saya yakin Bapak bukanlah seorang pengacara yang bodoh, saya akui bapak seorang pengacara yang pintar, tetapi jangan sampai salah langkah, dan bodoh dalam menanggapi sebuah kasus, jika saya jahat, kenapa saya mendapatkan bukti ini, saya langsung pergi aja ke kantor polisi dengan Andre, tapi hal tersebut tidak saya lakukan, karena saya masih memberikan kesempatan kepada bapak" ucap Emir kepada bapak Ardian dengan jelas dan tegas


"Dan jika ini terjadi dengan anak perempuan Bapak, Bagaimana dengan perasaan bapak nanti ? Bapak tidak akan terima, saya tegaskan sekali lagi, saya dengan Emir meminta kerjasamanya dengan bapak, untuk tidak terjun dengan tante Riris, Baik itu dengan Siska dan teman-temannya, sekarang semuanya tergantung sama bapak, jika Bapak masih bersih Kukuh bekerja sama, dengan Tante Riris, Baik itu dengan tante Farah, terpaksa kita semua menantang Bapak di jalur hukum, tetapi jika bapak bisa diajak kerjasama, saya sangat berterima kasih kepada bapak, karena sudah memberikan contoh yang baik kepada negara kita, supaya tidak berbuat curang dan tidak merugikan orang lain dalam kejahatan" ucap Andre kepada bapak Ardian dengan jelas dan tegas


Tak lama setelah itu, Andre dan Emir berbalik arah dari bapak Ardian, lalu mereka berdua melangkahkan kedua kakinya untuk pergi dari hadapan Bapak Ardian, tetapi Bapak Ardian memanggil Andre dan Emir.


"Mungkin Hanya itu yang bisa kami sampaikan kepada bapak, kalau begitu kita pamit pulang dulu, Assalamualaikum" ucap Emir memberikan salam, kepada bapak Ardian sebelum melangkahkan kakinya, untuk Beranjak Pergi dengan Andre


"Ayo, Ndre, kita pergi" ucap Emir kepada Andre, dengan mengajak Andre keluar dari ruangan bapak Ardian


"Ayo, Mir" jawab Andre kepada Emir


"Tunggu" ucap Bapak Ardian kepada Emir dan Andre


"Iya, ada apa Pak ?" tanya Andre kepada bapak Ardian


"Saya mohon, berikan saya waktu untuk merenungkan ini semua" ucap Bapak Ardian kepada Andre, dengan memohon dan merendah diri


"Gimana, Mir ?" tanya Andre kepada Emir dengan berbisik


"Nggak apa-apa, Ndre" jawab Emir kepada Andre, sambil menganggukkan kepala


"Baiklah, kalau begitu, Pak ini kartu nama saya, jika Bapak sudah selesai merenungkan ini semua, jangan lupa hubungi saya" jawab Andre kepada bapak Ardian, dengan tegas dan jelas


"Terima kasih" jawab bapak Ardian kepada Andre, dengan mengucapkan terima kasih

__ADS_1


"Sama-sama, kalau begitu saya keluar dulu ya pak" jawab Andre kepada bapak Ardian, dengan berbalik arah, lalu keluar dengan Emir dari ruangan bapak Ardian


Setelah beberapa menit kemudian, Andre dan Emir telah masuk ke dalam mobil, sembari mereka sedang di perjalanan, Emir dan Andre berbincang-bincang tentang Bapak Ardian.


__ADS_2