
Sembari Andre, Alex, Emir, dan Najwa, sudah berhasil mendapatkan tender, tak lama kemudian, pihak Kepolisian menelpon Andre, polisi berhasil menangkap ketiga anak buah Arman, lalu kemudian setelah itu polisi meminta Andre untuk datang ke kantor polisi
"Baiklah, Pak, terima kasih atas informasinya, saya segera akan pergi ke kantor bapak" ucap Andre kepada polisi dengan tenang
"Kenapa, Andre ?" tanya Emir kepada Andre dengan serius
"Alhamdulillah, Mir, para ketiga penjahat sudah tertangkap" jawab Andre kepada Emir di hadapan Alex dan Najwa
"Kalau gitu, yuk kita pergi ke kantor polisi" sambung Alex kepada Emir Najwa dan Andre
"Semoga kejahatan mereka terungkap dan masalah cepat sselesai"jawab Najwa kepada Andre, Alex, dan Emir
"Kalau begitu, yuk kita segera ke sana" ucap Emir kepada Andre Alex dan Najwa
Tak berapa lama kemudian Andre, Alex, Emir, dan Najwa, sudah di perjalanan menuju ke kantor polisi, kemudian setelah itu Andre menelpon kedua orang tuanya, untuk memberitahu bahwa, ketiga penjahat tersebut sudah tertangkap polisi.
"Kriiinggg" HP Indra berbunyi
"Assalamualaikum, Pa, Andre mau kasih tahu, kalau ketiga penjahat tersebut sudah tertangkap oleh Polisi, sekarang Andre, Emir, Alex, dan Najwa, mau menuju ke kantor polisi" ucap Andre kepada Indra, sembari ia duduk di samping Alex yang sedang mengendarai mobil
"Waalaikumsalam, Andre, Alhamdulillah ya sudah sekarang Papa sama Mama segera pergi ke kantor polisi, kamu share lokasinya ya" ucap Indra kepada Andre, dengan bergegas mau menuju ke kantor polisi
Setelah beberapa jam kemudian Andre, Alex, Emir, Najwa, Indra, dan Reva, sudah tiba di kantor polisi, kemudian setelah itu mereka langsung berhadapan dengan polisi dan ketiga penjahat anak buah suruhan Arman.
"Jadi kalian yang sudah menghancurkan kerjasama bisnis perusahaan saya, lalu kalian juga yang sudah menghancurkan properti yang ada di dalam ruangan suami saya, dan kalian juga yang menghancurkan CCTV, apa kesalahan kami kepada kalian ? kenapa kalian ingin menghancurkan kami ? saya tidak akan memaafkan kalian, biarkan saja kalian membusuk di penjara !!!" ucap Reva kepada ketiga penjahat suruhan Arman dengan emosi
__ADS_1
"Tunggu dulu, Bu, kalau ibu memenjarakan kita, ada yang lain sehharusnya yang masuk penjara, bukan kita bertiga saja" ucap Ridho kepada Reva dengan jelas, di hadapan Emir, Najwa, Andre, Alex, Indra, dan polisi
"Lalu siapa orang itu ? apa kalian orang suruhan, atau dibayar untuk menghancurkan perusahaan saya ?" tanya Indra kepada Rizo dengan tegas
"Anda sangat pintar, memang benar apa yang anda katakan, saya memang dibayar untuk melakukan ini semua" ucap Rizo kepada Indra dengan jelas
"Cepat Lo katakan, siapa yang membayar Lo, untuk menghancurkan perusahaan kedua orang tua gue ?" tanya Andre kepada Rizo dengan tegas
Sembari Reva, Indra, dan Andre, sedang berbincang-bincang, Emir selalu waspada dengan kejadian, ia tak lupa untuk merekam semua pembicaraan ketiga anak buah Arman kepada Indra, Reva, dan Andre, di hadapan polisi.
"Yang membayar kita bertiga adalah Riris dan Arman, mereka adalah kedua orang tua Siska" jawab Anton kepada Andre dengan jelas
"Iya, benar apa yang dikatakan Anton, Arman Riris, dan Siska, ia menaruh dendam yang mendalam kepada kalian semua, jika kalian mau penjarakan kami itu tidak adil, kalian juga harus memenjarakan mereka bertiga" ucap Regi kepada Reva dan Indra dengan jelas
"Kalau begitu mereka bertiga saya tahan terlebih dahulu Pak, Bu, baru setelah itu nanti saya dan anggota saya bekerja, untuk menangkap Riris dan Arman, beserta dengan anaknya Siska" ucap polisi kepada Reva, Indra, Emir, Najwa, Andre, dan Alex
"Terima kasih, Pak, atas kerjasamanya, kalau begitu kita pulang dulu, berikan hukuman yang setimpal untuk ketiga penjahat ini, Pak" ucap Indra kepada polisi, dengan emosi kepada tingkah anak buah Arman
Tak lama kemudian Reva, Indra, Andre, Alex, Emir, dan Najwa, mereka telah keluar dari kantor polisi.
"Andre, Emir, kalian bisa kan temani mama ke rumah Siska ?" ucap Reva kepada Emir dan Andre, dengan merasa kesal kepada kedua orang tua Siska dan juga Siska
"Buat apa Mama ke sana ?" tanya Indra kepada Reva
"Papa, tenang saja, mama mau berhadapan dengan Riris dan juga Siska, Mama nggak sendiri kok ke sana, ada Emir dan Andre yang menemani Mama" ucap Reva kepada Indra
__ADS_1
"Oke, Mama hati-hati ya, Papa nggak bisa temani Mama, karena Papa harus meeting dengan klien sore ini" ucap Indra kepada Reva
"Kalau gitu, Om, Alex sama Najwa antar Om ke kantor" ucap Alex kepada Indra, dengan mengantarkan Indra ke kantornya
Kemudian setelah itu Andre, Emir, dan Reva, bergegas ke rumah Siska, satu jam kemudian Andre, Emir, dan Reva, sudah tiba di rumah Siska
"Tok tok tok" Reva menggedor pintu rumah Siska dengan emosi
"Iya, tunggu sebentar, siapa sih gedor-gedor pintu" ucap Riris kepada Siska, dengan terkejut mendengar gedoran pintu di rumahnya
Tak lama kemudian Riris membuka pintunya dan langsung berhadapan dengan Reva.
"Kenapa Anda ingin menghancurkan perusahaan kami ?" tanya Reva kepada Riris dengan tegas
"Oh, ternyata ada tamu yang gak diundang datang ke sini, dan ada juga Andre sama Emir, kenapa perusahaan kalian, gagal ya, menjalankan kerjasama dengan perusahaan besar yang ada di kota Jakarta !!! Duh, kasihan sekali" ucap Riris kepada Reva Indra dan Emir dengan kasar
"Kamu harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah kamu lakukan kepada perusahaan saya !!! kita semua sudah tahu apa yang sudah kamu lakukan, dengan suami kamu kepada kita !!! ketiga anak buah suami kamu sudah menghancurkan properti yang ada di dalam ruangan suami saya !!! ia mengambil dokumen penting, lalu menyabotase data tersebut menjadi palsu, kemudian ia membawa surat-surat yang asli, sehingga pada waktu itu perusahaan saya ada masalah, dengan kerjasama yang sudah dibangun, lalu ketiga anak buah suami kamu ia sudah menghancurkan CCTV yang ada di perusahaan saya, kurang ajar kalian !!!" teriak Reva kepada Riris dengan keras
"Kamu jangan menuduh suami saya sembarangan !!! ngaca dulu kalau ngomong !!! perusahaan kamu gagal itu karena suami kamu bodoh, nggak bisa melobi klien dan jangan mengkambing hitamkan suami saya, untuk menutupi kebodohan suami kamu itu !!! sekali bodoh akan tetap bodoh, dan jangan menuduh sembarangan !!!" ucap Riris kepada Reva dengan kasar, sambil menunjuk ke arah Reva
Tiba-tiba Reva emosi lalu ia menampar Riris dengan keras.
"Aduh, aw !!!" teriak Riris memegang pipinya setelah ditampar oleh Reva
"Kamu nggak usah mengelak lagi !!! semua bukti sudah tertuju kepada kamu, dan hati-hati kalau bicara, jangan pernah menghina suami saya bodoh !!! justru kamu dan suami kamu lah yang bodoh !!! karena melakukan tindakan yang murahan seperti ini !!!" teriak Reva kepada Riris dengan tegas
__ADS_1