
Tak Berapa lama kemudian, waktunya Emir pulang, ketika Emir sedang di perjalanan menuju pulang ke rumahnya, tiba-tiba Emir dipergoki oleh Riris, Beno, Erik, dan Yudi, mereka berempat mengikuti langkah Emir.
"Bos, bukannya yang lagi jalan itu Si Emir Bos" ucap Beno kepada Riris, sembari ia sedang menyetir mobil
"Iya, Bos, kayaknya Emir" ucap Yudi kepada Riris dengan serius
"Kalian benar, itu memang Emir" jawab Riris kepada Beno dan Yudi
"Kebetulan kita bertemu dengan Emir di perjalanan, ini kesempatan kita untuk balas dendam kepada Emir, Ayo kita ikuti dia" ucap Riris kepada Beno, Yudi, dan Erik dengan menaruh rasa dendam kepada Emir
"Oke, siap bos" ucap Beno, Yudi, dan Erik, secara serentak kepada Riris
"Oke, waktunya kita tangkap Emir" ucap Riris kepada Yudi, Erik, dan Beno, dengan memerintahkan mereka bertiga untuk menangkap Emir
Tiba-tiba Beno memotong perjalanan Emir, lalu mobilnya tiba di hadapan Emir, berhenti secara mendadak di depan Emir.
"Astaghfirullahaladzim" ucap Emir terkejut tiba-tiba ada mobil berhenti mendadak di hadapannya
Tak lama kemudian Beno, Erik, Yudi, dan Riris turun dari mobil.
"Hai, Emir, apa kabar ?" ucap Riris kepada Emir dengan Ketus dan mata yang melotot ke arah Emir
"Tante Riris" ucap Emir kepada Riris
"Hai, Mir, gue kangen sama Lo" ucap Beno kepada Emir, lalu mendekati Emir dengan menatap Emir dari atas sampai ke bawah
"Oh, Ternyata kalian" jawab Emir kepada Riris, Beno, Erik, dan Yudi, dengan tegas
"Ben, Lo jangan macam-macam ya, sama gue !!!" ucap Emir dengan tegas kepada Beno
"Nggak, Mir, serius gue kangen sama Lo, jujur aja gue dan teman-teman gue udah lama ingin mencicipi tubuh Lo dan Najwa" ucap Beno kepada Emir dengan mendekati Emir, sembari ia sedang melihat tubuh Emir, walaupun Emir berpakaian dengan sopan
Emir pun kesal dan menampar Beno dengan emosi.
"Kurang ajar !!!" teriak Eiger kepada Beno dengan Mengayunkan tangannya lalu menampar Beno
"Aduuuh au" teriak Beno memegang pipinya setelah ditampar oleh Emir
"Lo pikir, Lo bisa Seenaknya saja sama gue Ben !!!" ucap Emir kepada Beno dengan tegas
__ADS_1
"Sudah jangan buang-buang waktu, Ayo segera tangkap perempuan ini !!!" teriak Riris kepada Beno dan teman-temannya
"Tunggu dulu Bos" ucap Beno kepada Riris
"Berani-beraninya Lo nampar gue !!!" teriak Beno kepada Emir dengan emosi, lalu Mengayunkan tangannya dan menampar Emir
"Aduh, awww" teriak Emir memegang pipinya setelah ditampar oleh Beno
"Saya puas sekali melihat kamu di tampar Emir" ucap Riris kepada Emir dengan Ketus, dan mata yang tajam menatap Emir
"Gue nggak akan biarin Lo pergi dari hadapan gue Mir, Ayo ikut kita !!!" teriak Beno kepada Emir, sembari iya memegang pergelangan tangan Emir dengan erat
"Aw, sakiiiittt" teriak Emir dengan merasa kesakitan, setelah pergelangan tangannya dipegang erat oleh Beno
"Rasain kamu !!!" ucap Riris kepada Emir dengan kasar
"Tolong, tolong, tolong !!!" teriak Emir meminta tolong
"Gak ada yang bisa bantuin Lo di sini !!!percuma Lo teriak-teriak !!!" ucap Erik kepada Emir dengan keras
Emir pun tidak tinggal diam, ia berusaha melawan Beno dan teman-temannya beserta dengan Riris sekuat tenaga.
"Aduh, aaaawwww, sakiiiitttt !!!" teriak Beno merasa kesakitan setelah *********** ditendang oleh Emir, dan tangannya digigit oleh Emir
Emir bergegas berdiri dan mencoba melarikan diri dari Beno, Erik, Yudi, dan Riris, tapi Erik dan Yudi berhasil menangkap Emir.
"Mau ke mana Lo !!! Sini Lo, ikut kita !!!" teriak Yudi kepada Emir, sembari ia memegang pergelangan tangan Emir dengan erat
"Ayo sini !!!" teriak Erik kepada Emir, sembari ia memegang pergelangan tangan Emir dengan erat
"Aduuuhhh, aaawwww, sakiiittt !!!" teriak Emir merasa kesakitan, ketika kedua pergelangan tangannya dipegang erat oleh Erik dan Yudi
Emir mencoba melawan terus-menerus, sehingga ia berhasil melarikan diri dari hadapan Beno, Yudi, Erik, dan Riris.
"Lepasin Gue !!!" teriak Emir kepada Erik dan Yudi dengan emosi, sembari ia sedang Mengayunkan pergelangan tangannya sekuat tenaga menuju kepala Erik
"Aduh, aaawwww, sakiiitt" teriak Erik ketika kepalanya terbentur mengenai kaca mobil, setelah pergelangan tangan Emir menghantam kepala Erik
"Lepasin Gue !!!" Emir kembali berteriak kepada Yudi dengan emosi, sembari ia sedang Mengayunkan pergelangan tangannya sekuat tenaga menuju kepala Yudi
__ADS_1
"Aduh, aw !!!" teriak Yudi ketika kepalanya terbentur mengenai kaca mobil, setelah pergelangan tangan Emir menghantam kepala Yudi
Emir pun bersiap-siap untuk melarikan diri, tetapi salah satu tangan kirinya di tangkis oleh Riris.
"Mau ke mana kamu !!! Ayo ikut dengan saya !!!" teriak Riris kepada Emir, dengan menangkis tangan kiri Emir
"Saya nggak mau !!! kamu pikir kamu siapa !!!lepaskan tangan saya !!!" teriak Emir kepada Riris, lalu Mengayunkan tangannya dan menampar Riris dengan emosi
"Aduh, aw !!!" teriak Riris memegang pipinya setelah ditampar oleh Emir
Tak Berapa lama kemudian, Emir berhasil melarikan diri dari hadapan Riris, Beno, Yudi, dan Erik, lalu ia segera bergegas untuk pulang ke rumahnya.
"Ayo, buruan kita pergi dari sini !!! Emir melarikan diri, Ayo kita kejar dia !!!" ucap Riris kepada ketiga anak buahnya
"Ayo, dasar payah !!! nggak guna kalian !!! percuma aja saya bayar kalian mahal-mahal !!!" teriak Riris kepada ketiga anak buahnya
"Oke, Bos, siap Bos !!!" ucap Erik kepada Riris dengan nafas yang tersendak-sendak
Tak Berapa lama kemudian, Emir telah tiba di rumahnya, lalu menggedor-gedor pintu memanggil Chika dan Pinkan.
"Tok tok tok tok" Emir menggedor pintu dengan keras
"Chika, Pinkan, buruan buka pintunya, tolong bantuin kakak dek !!!" teriak Emir dengan memanggil Chika dan Pinkan
Kemudian setelah itu Chika dan Pinkan bergegas membuka pintu rumah.
Chika, Pinkan" ucap Emir dengan cemas kepada Chika dan Pinkan
"Kakak kenapa ? apa yang terjadi Kak ? kok ngos-ngosan kayak gini ?" tanya Chika kepada Emir dengan cemas
"Tante Riris mamanya Siska, Beno, Erik, dan Yudi, mereka hampir mencelakai kakak, kakak berhasil melarikan diri dari mereka, kakak takut mereka datang ke rumah ini dan mencelakai kalian" ucap Emir kepada Chika dan Pinkan, dengan mencemaskan kedua adik-adiknya
"Kakak nggak usah khawatir, jika mereka berani datang ke sini kita lawan mereka" ucap Chika dengan merasa kesal kepada Beno dan teman-temannya
"Kakak takut terjadi sesuatu sama kalian berdua adik-adik" ucap Emir kepada adik-adiknya dengan merasa cemas
"Kakak nggak usah takut, Pinkan tidak terima kakak diperlakukan tidak baik sama mereka, jika mereka berani kurang ajar sama kakak, Pinkan bakal lawan mereka kak" ucap Pinkan kepada Emir, dengan merasa kesal kepada Beno dan teman-temannya
Tak Berapa lama kemudian, Beno, Erik, Yudi, dan Riris, tiba di hadapan Emir dan adik-adiknya.
__ADS_1