
Kemudian setelah itu, beberapa jam setelah perkuliahan selesai, Emir mengajak Najwa untuk berbicara di suatu Cafe yang berada di dekat di kampus.
"Naj, kita duduk di suatu cafe yuk, gue mau cerita sama Lo" ucap Emir kepada Najwa
"Ayo" jawab Najwa kepada Emir, lalu melangkahkan kakinya menuju ke cafe dengan Emir
Hal yang sama dilakukan oleh Andre kepada Alex, tetapi Andre ingin bercerita di suatu tempat yang jauh dari kampus dengan Alex.
"Lex, ngopi yuk di suatu tempat" ucap Andre kepada Alex
"Oke, yuk Ndre, tapi kok kita nggak bareng sama Emir dan Najwa ? Lo nggak berantem kan sama Emir ?" tanya Alex kepada Andre dengan penuh rasa khawatir
"Enggak kok Lex, gue nggak berantem sama Emir" jawab Andre kepada Alex
"Syukurlah, kalau gitu, yuk capcus" ucap Andre kepada Alex, sambil melangkahkan kakinya menuju ke parkiran
Tak Berapa lama kemudian, Emir dan Najwa sudah tiba di suatu cafe yang berada di dekat kampus, setiba di cafe sambil minum, Emir dan Najwa berbincang-bincang tentang yang dialami oleh Andre.
"Kenapa, Mir ?" tanya Najwa kepada Emir dengan penuh rasa khawatir
"Begini, Naj, tadi pagi sebelum perkuliahan dimulai, Andre cerita sama gue tentang perusahaan bokapnya yang diambang kehancuran, setelah Andre cerita, gue berniat mau bantu Andre, awalnya gue kebingungan mau lakuin apa, dan setelah gue pikir-pikir terbesit di benak gue, gue mau bicarain hal ini sama upline Rina, supaya bisa bantu Andre dalam hal ini" ucap Emir kepada Najwa dengan penuh haru
"Mir, gue ngerti sama perasaan Lo dan apa yang Lo rasain sekarang, tapi apa hubungannya bisnis bokapnya Andre sama upline Rina, bukannya bokap Andre itu bisnisnya bagian properti, bukan kecantikan ?" tanya Najwa kepada Emir dengan serius
"Iya, gue tahu Naj, properti ini kan bisnisnya luas, contoh ketika kita sedang menjalani bisnis kecantikan, dan mengadakan seminar, atau meeting, baik itu meeting kecil-kecilan, kayak kemarin ataupun meeting besar-besaran, dan pastinya kita butuh properti" jawab Emir kepada Najwa dengan serius
"Oke, gue ngerti maksud Lo, tapi kalau kita mengandalkan saran dan masukan dari upline Rina aja, nggak bakal cukup Mir, lantas Apalagi yang mau Lo lakuin ?" tanya Najwa kepada Emir dengan serius
__ADS_1
"Iya, Lo betul Naj, gue cuma minta nomor kontak whatsapp semua upline kecantikan yang ada di Jakarta sama upline Rina, dan gue coba bicara sama upline tersebut, supaya bisa bernegoisasi dengan properti bokap Andre" jawab Emir kepada Najwa
"Tapi hal ini, udah Lo bicarakan apa belum sama Andre ?" tanya Najwa kepada Emir
"Belum, Naj, gue mau ngomong sama Lo aja dulu, nanti kalau rencana dan gue udah siap mau bicara, pasti akan gue jelasin kok sama Andre dan Alex" jawab Emir kepada Najwa
"Oke, tapi rencana Lo itu nggak gampang Mir, apa Lo yakin dengan rencana Lo ?" tanya Najwa kepada Emir
"Iya, Naj, gue tahu, ide yang sedang gue Rancang ini, pasti pekerjaannya nggak setengah-setengah, dan memakan tenaga, pikiran sekali, tetapi gue yakin kepada Allah, Insya Allah, Allah pasti memberikan kemudahan kepada gue" ucap Emir kepada Najwa dengan penuh haru
"Subhanallah, gue benar-benar beruntung banget punya sahabat kayak Lo Mir, Lo cinta kan sama Andre ?" tanya Najwa kepada Emir dengan tersenyum
"Duuhhh, Naj, ntar dulu deh masalah cinta, yang jelas sekarang gue mau bantuin Andre dulu" ucap Emir kepada Najwa dengan grogi dan pipinya memerah
"Oke, oke, oke, Besti" hahaha jawab Najwa kepada Emir Sambil tertawa
"Nanti gue temenin Lo ketemu sama upline Rina ya, dan gue juga akan bantu Lo untuk melobi upline yang ada di Jakarta ini" ucap Najwa kepada Emir, sambil menawarkan bantuan kepada Emir
"Iya, Besti, makasih banget ya bantuannya" ucap Emir kepada Najwa,ndengan berterima kasih kepada Najwa
"Sama-sama, Besti, Gue ingin Lo selalu bahagia Mir" jawab Najwa kepada Emir, dengan penuh kasih sayang kepada sahabatnya
"Iya, Naj, gue juga menginginkan hal yang sama buat Lo" jawab Emir kepada Najwa, dengan penuh kasih sayang kepada Najwa
"Ya udah, kalau gitu yuk kita pulang, gue mau bantuin mama nih Mir" ucap Najwa kepada Emir dengan mengajak pulang
"Yuk, Naj, gue juga mau kerja di pabrik juga nih sekarang" jawab Emir kepada Najwa
__ADS_1
Emir dan Najwa bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing, dan bersiap-siap melakukan aktivitas berikutnya, hal yang sama dilakukan oleh Andre dan Alex saling bertukar pikiran satu sama lain.
"Jadi begitulah ceritanya Lex" ucap Andre kepada Alex, dengan menjelaskan masalah yang sedang ia pikirkan sekarang ini
"Kalau menurut gue, coba aja Lo hubungi teman bokap Lo untuk meminta bantuan" ucap Alex kepada Andre dengan memberikan saran kepada Andre
"Udah dicoba sama bokap gue Lex, tapi mereka banyak alasan gitu" jawab Andre kepada Alex, dengan hati yang iba dan wajah yang memelas
"Nanti gue coba bicara sama bokap gue Ndre" jawab Alex kepada Andre
"Nggak usah Lex, Gue nggak mau repotin Lo, Lo cukup dengar cerita gue aja, gue udah seneng banget" jawab Andre kepada Alex dengan penuh rasa malu
"Lo apa-apaan sih Ndre, kayak baru kenal aja sama gue, udah Lo tenang aja, nanti gue coba bicara sama bokap, Lo nggak sendiri di sini, jika solusi gak ada dari bokap gue, Ya udah nanti kita pikir lagi solusi Lainnya, gimana ? yang jelas Lo nggak sendiri, Gue, Najwa, Emir pasti ada buat Lo" jawab Alex kepada Andre dengan memberikan semangat kepada Andre
"Makasih ya Lex, atas support dari Lo" ucap Andre kepada Alex
"Sama-sama, tapi Emir sudah tahu apa belum tentang masalah Lo ini ?" tanya Alex kepada Andre
"Justru Emir yang pertama kali tahu, dan sekarang Emir kepikiran juga dengan apa yang menimpa gue" ucap Andre kepada Alex
"Gue yakin kok Ndre, Emir pasti menemukan solusi dari masalah Lo dan bokap Lo, pantes aja tadi dia narik Najwa buat bicara, jangan-jangan dia minta pendapat sama Najwa" ucap Alex kepada Andre tentang Emir dan Najwa
"Ya bisa jadi Lex, Ya udah kita tunggu aja solusi dari Emir dan Najwa, dan solusi dari Lo juga, Makasih ya kalian selalu ada buat gue" ucap Andre kepada Alex
"Santai aja kali bro, sama-sama, ya udah yuk pulang" ucap Alex kepada Andre dengan mengajak pulang
"Oke, yuk capcus" jawab Andre kepada Alex
__ADS_1