Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 156 Rencana Balas Dendam Dan Perlengkapan Wisuda


__ADS_3

Keesokan harinya Emir, Najwa, Andre, dan Alex, sudah mulai menyiapkan perlengkapan untuk wisuda, sembari mereka sedang sibuk menyiapkan untuk perlengkapan wisuda, kedua orang tua Siska, Riris, dan Arman, sibuk menyusun strategi untuk balas dendam, dan menghancurkan bisnis yang dikelola oleh Andre dan kedua orang tua Andre.


Siska dan kedua orang tuanya sedang duduk santai di depan televisi, sambil minum teh hangat dan ngemil keripik.


"Kira-kira rencana Papa apa untuk menghancurkan bisnis Andre dan kedua orang tua Andre ?" tanya Riris kepada Arman dengan serius


"Kita hancurkan saja planning bisnis properti Andre ke depannya" jawab Arman dengan menaruh rasa dendam, kepada Andre dan kedua orang tua Andre


"Caranya gimana Pa ?" tanya Siska kepada Arman dengan serius


"Caranya kita sabotase aja dan jangan lupa untuk memalsukan kontrak bisnis properti mereka, kemudian setelah itu Para investor dan para rekan kerja usaha yang lainnya, pasti akan kecewa lalu mereka akan menuntut balik perusahaan kedua orang tua Andre" jawab Arman kepada Siska dengan santai


"Besok Papa akan menyuruh orang-orang suruhan Papa, untuk menyabotase file data kontrak properti di perusahaan kedua orang tua Andre, dengan cara mereka menyelinap atau menyamar menjadi karyawan di sana" jawab Arman kepada Riris dan Siska dengan jelas


"Kalau mereka mencoba menyelinap atau menyamar, nanti ketahuan gimana Pa ? di mana-mana ada CCTV loh ?" tanya Siska kepada Arman dengan serius


"Siska, Siska, makanya kamu berpikiran panjang dong, justru daerah CCTV yang ada di perusahaan kedua orang tua Andre dihancurkan, maka tidak ada yang tahu kalau anak buah Papa masuk ke dalam kantor Indra dan Reva, udah kalian tenang aja hal seperti ini biar Papa yang atur dengan anak buah Papa" jawab Arman kepada Riris dan Siska dengan jelas dan tegas


"Baiklah, Pa, Mama percaya sama Papa, Mama serahkan semua ini kepada Papa dan anak buah Papa" jawab Riris kepada Arman dengan mempercayai Arman sepenuh hati


"Ya, Siska juga percaya sama Papa, semoga aja rencana Papa berhasil dan bisa menghancurkan Andre, jika Andre hancur maka teman-temannya yang lain juga ikut hancur" ucap Siska kepada Arman, dengan menaruh dendam kepada Andre dan teman-temannya


"Siska udah nggak sabar Pa, lihat Andre, Alex, Emir, dan Najwa, hancur secara perlahan-lahan" ucap Siska kepada Arman, sembari ia sedang minum teh hangat dan duduk bersantai dengan kedua orang tuanya


"Tenang aja sayang, gak usah khawatir" jawab Arman kepada Siska, dengan mengelus kepala Siska

__ADS_1


Sembari Siska, Arman, dan Riris, sedang berbincang-bincang untuk menghancurkan bisnis kedua orang tua Andre, Emir dan teman-temannya sibuk memilih baju kebaya dan baju kemeja di mall untuk wisuda.


"Mir, gue rasa baju kebaya yang ini cocok buat Lo" ucap Andre kepada Emir, sambil memilih untuk perlengkapan wisuda yang lainnya


"Iya, Ndre, cantik banget baju kebayanya" jawab Emir kepada Andre, dengan menyukai baju kebaya pilihan Andre


"Gue coba dulu ya, bajunya" ucap Emir kepada Andre, sembari ia ingin mencoba baju kebaya yang dipilihkan oleh Andre untuknya


Hal yang sama dilakukan oleh Najwa dan Alex, mereka memilih baju yang cocok untuk acara wisuda, tiba-tiba Andre dan Alex tercengang melihat kecantikan Emir dan Najwa, memakai baju kebaya pilihan mereka berdua.


"Andre, lihat ini, gimana cocok nggak gue pakai kebaya ini ?" tanya Emir kepada Andre, sembari ia sedang memakai baju kebaya pilihan Andre, lalu berputar di hadapan Andre


Kemudian mata Andre melotot kepada Emir tanpa berkedip, karena terpesona dengan kecantikan Emir memakai baju kebaya pilihannya


"Lihat ini Lex, gimana cocok nggak gue pakai kebaya ini ?" tanya Najwa kepada Alex, sembari ia sedang memakai baju kebaya pilihan Alex, lalu berputar di hadapan Alex


"Helloooo" teriak Emir dan Najwa kepada Andre dan Alex, sambil melambaikan tangan mereka berdua ke arah mata Andre dan Alex


"Kalian kenapa ? kok malah bengong melihat kita berdua ?" tanya Emir kepada Andre dengan serius


"Iya, kok bengong gitu ? emang ada yang salah ya dengan pakaian kita ?" tanya Najwa kepada Alex dengan serius


"Emir, Lo cantik banget memakai baju kebaya ini, jujur aja ya Mir, gue melihat Lo pakai baju kebaya ini, terbayang aja kalau Lo pakai baju kebaya ini untuk menikah dengan gue" ucap Andre kepada Emir dengan penuh cinta


"Iya, Naj, Lo cantik banget memakai baju kebaya ini, sampai-sampai gue terkesima melihat Lo pakai baju kebaya ini, hal yang sama gue rasain dengan Andre, tiba-tiba terbayang aja di benak gue, kalau Lo pakai baju kebaya ini untuk menikah dengan gue" ucap Alex kepada Najwa dengan penuh cinta

__ADS_1


"Kok ngomong nikah sih, kan kita bentar lagi mau wisuda" ucap Emir kepada Andre dan Alex, dengan salah tingkah dan gugup di hadapan Andre dan Alex


"Iya, kalian aneh aja" sambung Najwa kepada Andre dan Alex, dengan salah tingkah dan gubuk di hadapan Andre dan Alex


"Gue serius Emir, setelah acara wisuda selesai, dan setelah urusan bisnis ke luar negeri juga udah selesai, jujur gue mau melamar Lo untuk jadi istri gue" ucap Andre kepada Emir dengan serius


"Gue juga serius Najwa, setelah acara wisuda selesai, dan ketika kerjasama urusan bisnis template gue juga udah selesai, jujur gue mau melamar Lo untuk jadi istri gue" ucap Alex kepada Najwa dengan serius


"Iya, ki ki kita ngerti kok" ucap Emir dan Najwa dengan gugup, kemudian salah tingkah kepada Andre dan Alex


Sembari Emir, Najwa, Andre, dan Alex, sibuk mempersiapkan perlengkapan untuk wisuda, dan mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, tiba-tiba Fani, Eli, dan Qhira mengikuti dan mempergoki Emir, Najwa, Andre, dan Alex, dengan penuh bahagia dan tersenyum bahagia.


"Hari ini kalian bisa tersenyum manis, tapi lihat saja sebentar lagi, Lo akan hancur Andre, secara perlahan-lahan Emir, Najwa, dan Alex, juga akan hancur" ucap Fani kepada Eli dan Qhira, dengan menaruh rasa dendam kepada Andre, Emir, Najwa, dan Alex


"Dan kita juga bakalan menghancurkan kebahagiaan kalian satu persatu" sambung Eli kepada Fani dan Qhira, dengan menaruh rasa dendam yang mendalam kepada Andre, Emir, Najwa, ldan Alex


Tanpa disengaja Najwa melihat Fani, Eli, dan Qhira dari jarak jauh, kemudian Najwa memberitahu teman-temannya.


"Guys, itu bukannya Fani, Eli, dan Qhira ?" tanya Najwa kepada teman-temannya dengan serius


"Iya, Naj, Lo bener" sambung Alex kepada Najwa


"Ya sudah, biarkan saja mereka, yang penting sekarang kita urus untuk perlengkapan wisuda" jawab Emir kepada teman-temannya dengan tenang


"Ya sudah, kita cuek kan saja mereka, selagi mereka tidak mencari ribut dengan kita" jawab Andre kepada teman-temannya dengan tenang

__ADS_1


"Yuk, guys, kita siap-siap untuk pergi dari sini" jawab Alex kepada teman-temannya, dengan bersiap-siap untuk pergi dari mall


__ADS_2