Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 8 Diterima Kerja Dan Balas Dendam


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 WIB, perkuliahan sudah usai, saatnya Emir dan Najwa bergegas menuju ke pabrik gula untuk interview pekerjaan Emir, ketika Emir dan Najwa sedang bersiap-siap untuk pergi ke pabrik gula, Qhira dan teman-temannya juga bersiap-siap untuk membalaskan dendamnya kepada keluarga Emir dan Najwa.


Setelah 30 menit kemudian, Emir dan Najwa sampai di pabrik gula, dan langsung menemui admin di pabrik gula.


"Permisi mbak, perkenalkan saya Emir yang melamar pekerjaan kemarin di sini, dan saya tadi juga yang dapat telepon dari Mbak untuk interview pada siang ini" ucap Emir kepada Novi sebagai admin di pabrik gula


"Oh iya, Mbak, langsung saja ya mbak saya antar ke ruangan Bu direktur" jawab Novi kepada Emir


"Iya, Mbak" Jawab Emir kepada Novi


"Oke, besti gue tunggu di luar ya" ucap Najwa kepada Emir


"Siiiip, besti" jawab Emir kepada Najwa


Beberapa menit kemudian Emir dan Novi sampai di ruangan Direktur.


Sembari Emir dan Najwa sedang fokus di pabrik gula, namun Qhira dan teman-temannya bergegas ke rumah Emir dan Najwa untuk melaksanakan misi balas dendamnya.


Satu jam kemudian, Qhira dan Siska sampai di rumah Emir, setiba di rumah Emir, mereka berdua mengetuk pintu rumah Emir dan marah-marah kepada adik-adik Emir


"Tok tok tok" Qhira menggedor pintu rumah Emir dengan keras


"Ada orang nggak !!!" teriak Siska di rumah Emir


Tiba-tiba Chika membuka pintu dan bergegas membuka pintu rumahnya.


"Iya, ada apa ya mbak ?" tanya Chika kepada Qhira dan Siska dengan lembut


"Lo, Adiknya Emir ya !!!" tanya Qhira dengan mata yang melotot dengan suara yang keras


"Iya, bener Mbak, Ada apa ya mbak ?" tanya Chika kepada Qhira


"Lo bilangin ya sama kakak Lo itu, jangan cari gara-gara sama gue !!! kalau gak, kakak Lo itu habis sama gue !!!" ucap Qhira kepada Chika dengan keras dan kasar


"Maaf ya Mbak sebelumnya, ini masalahnya apa ya mbak ?" tanya Chika kepada Qhira


"Alah !!! Lo jangan munafik, gue yakin Lo pasti udah tahu, Emir pasti udah banyak cerita sama Lo, dan kalau dikasih mulut nih tembok di rumah Lo udah pada ngomong kali ya, kalau Lo dan Kakak Lo udah gibahin gue di rumah ini !!!" ucap Siska kepada Chika dengan kasar dan sambil menunjuk Chika


"Demi Allah mbak, kak Emir nggak pernah ghibahin Mbak di rumah ini, Kak Emir itu dia sibuk sekali cari nafkah buat kita, setelah itu dia juga sibuk ibadah dan ngerjain tugas kuliahnya, lalu dia istirahat, Maaf sebelumnya ya Mbak, saya bukan membela kakak saya, tapi Kak Emir itu dia nggak sempat ghibah di rumah ini, dengan kesibukan yang ia lakukan setiap hari" ucap Chika kepada Qhira dan Siska dengan lembut


"Adik sama Kakak sama aja !!! sama-sama munafik !!!" jawab Qhira kepada Chika dengan kasar.


"Asal Lo tau ya, Kakak Lo si Emir itu udah berani nampar gue dan teman-teman gue di kampus !!!" ucap Siska kepada Chika dengan kasar


"Mbak, Tenangkan diri dulu jangan marah-marah, semua masalah itu bisa dibicarakan baik-baik, dan jangan menghujat orang dengan seenaknya" jawab Chika kepada Qhira dan Siska


"Eh Tutup mulut Lo, pakai ceramah Lo lagi, dasar, rakyat jelata kayak Emir, dan juga Lo gak pantes buat ceramahin gue, dan teman-teman gue ngerti !!!" jawab Qhira sambil menunjuk wajah Chika.


"Sekarang saya tanya sama mbak, bisa dibicarakan baik-baik nggak tanpa menghina saya dan kakak saya ?" ucap Chika kepada Qhira dan Siska dengan tegas


"Kalau kita nggak mau, terus Lo mau apa !!!" jawab Qhira kepada Chika sambil menunjuk kepada Chika


"Cukup ya mbak !!! dari tadi Saya udah cukup sabar menghadapi kalian berdua !!!" jawab Chika dengan tegas kepada Qhira dan Siska


Tiba-tiba Qhira menampar Chika dengan emosi

__ADS_1


"Aduh, aw" teriak Chika sambil berteriak kesakitan


Tiba-tiba Pinkan pun datang menghampiri Chika, Siska dan Qhira


"Rasain Lo itu akibatnya jika Lo bantah perkataan gue !!!" ucap Qhira kepada Chika dengan kasar


"Ada apa ini Mbak, kok tiba-tiba kakak saya ditampar Mbak ?" tanya Pinkan kepada Qhira dan Siska


"Dek, masuk ke dalam" ujar Chika kepada Pinkan


"Oh, ternyata Lo mau lindungi adek Lo ya !!!" ucap Siska kepada Chika dengan kasar


"Nggak Kak, Pinkan tetap di sini sama kakak dan sepertinya Kakak ada dalam masalah" jawab Pinkan kepada Chika


"Oh, Lo ternyata adik bungsunya Emir ya !!!tanya Siska kepada Pinkan dengan tatapan yang tajam


"Iya, betul kenapa Mbak ?" tanya Pinkan kepada Siska


"Lo jangan sentuh adik gue !!! ucap Chika kepada Siska dengan tegas


Dan tiba-tiba Siska menampar Pinkan dengan emosi


"Aduuuhhh" ucap Pinkan dengan kesakitan di pipinya


Tiba-tiba kesabaran Chika udah habis, Tak lama kemudian Chika membalas tamparan Qhira dan menampar balik Siska.


"Aduuuhhh aw" ucap Qhira dan Siska dengan kesakitan


"Kalian berdua boleh kurang ajar sama gue !!!tapi kalau kalian udah nyentuh kakak dan adik gue, gue nggak bakalan tinggal diam !!! ngerti kalian berdua !!!" ucap Chika dengan tegas kepada Qhira dan Siska


"Dasar rakyat jelata nggak tahu diri, kalian berdua dan si Emir Emang pantas diludahi !!!cuih !!!" ucap Siska kepada adik-adik Emir sambil meludah


Tiba-tiba Pinkan pun menjadi panas dan menampar Siska


"Aduuuhh" ucap Siska sambil berteriak kesakitan


"Rasain Lo !!! itu pelajaran buat Lo karena udah kurang ajar sama kakak gue, dan sekarang kalian berdua pergi dari sini !!!" ucap Pinkan kepada Qhira dan Siska dengan suara yang keras


"Apa kalian nggak denger ucapan dari adik Gue barusan, pergiiii !!!" ucap Chika kepada Qhira dan Siska sambil berteriak


"Berani-beraninya ya Lo Ngusir kita berdua, dan gue nggak bakalan segan-segan buat menyakiti kalian berdua !!!" ucap Qhira kepada Chika dan Pinkan


Tiba-tiba Qhira Mengayunkan tangannya untuk menampar Chika lagi


"Lo rasain ini ya rakyat jelata !!!" ucap Qhira kepada Chika sambil mengayunkan tangannya


kemudian setelah itu, tiba-tiba Chika menangkis tangan Qhira dan mendorong Qhira hingga terjatuh


"Aduuuuh" ucap Qhira sambil kesakitan setelah didorong Chika lalu jatuh ke lantai


"Gimana rasanya sakit !!!" ucap Chika kepada Qhira dengan suara keras


"Bawa teman Lo dari sini, sebelum gue ngelakuin hal yang sama kayak kakak gue kepada Lo !!!" jawab Pinkan kepada Siska dengan suara keras


"Kurang ajar Lo !!! berani Lo ngancam gue !!!nih rasain !!!" ucap Siska kepada Pinkan sambil memplintir lengan Pingkan

__ADS_1


"Aduuuuh sakit" teriak Pinkan dengan kesakitan setelah tangannya di plintir oleh Siska


Setelah itu Pinkan membalas perbuatan Siska, dengan menginjak kaki Siska sekuat tenaga, lalu mendorong Siska hingga terjatuh ke lantai


"Aduuuuh" teriak Siska merasa kesakitan setelah kakinya diinjak oleh Pinkan lalu didorong Pinkan sampai jatuh ke lantai


"Dari tadi gue dan Kak Chika udah ngusir kalian !!! tapi kalian malah keterlaluan, kalian pikir kita akan diam aja dengan perbuatan kurang ajar kalian yang nggak senonoh !!! datang ke rumah orang gak ada sopannya sama sekali !!!" ucap Pinkan dengan emosi kepada Qhira dan Siska


"Mungkin mereka berdua ini nggak diajarin sopan santun kali dek !!!" ucap Chika kepada Pinkan


"Ya, bener Kak" jawab Pinkan kepada Chika


Tiba-tiba Siska dan Qhira berdiri sambil kesakitan


"Aduh, aw, aw" ucap Qhira dan Siska sambil kesakitan


"Awas ya kalian berdua !!!" ucap Qhira kepada Chika dan Pinkan


"Lihat pembalasan kita sama Lo berdua dan juga Emir" ujar Siska kepada Chika dan Pinkan


"Kita bertiga nggak pernah takut sama kalian berdua !!!" ucap Chika kepada Qhira siska dengan suara keras


"Udah pergi sana !!!" teriak Pinkan kepada Qhira dan Siska


"Ayo, Qhir kita pergi" ucap Siska kepada Qhira


"Ayo, Sis" jawab Qhira kepada Siska


Tiba-tiba Chika dan Pinkan mendapat telepon dari Emir


"Halo, assalamualaikum" ucap Chika menjawab salam dari Emir


"Waalaikumsalam, Dek Kakak ada berita gembira buat kalian" jawab Emir kepada Chika


"Apaan tuh Kak ? kita jadi penasaran nih" tanya Chika kepada Emir


"Alhamdulillah, Dek, Kakak diterima kerja di pabrik gula, mulai besok Kakak udah bisa kerja di pabrik gula" ucap Emir kepada Chika


"Alhamdulillah" ucap Chika, Pinkan kepada Emir secara serentak


"Kak, sini handphonenya, Pinkan mau bicara sama Kak Emir" kata Pinkan kepada Chika


Chika memberikan handphonenya kepada Pinkan


"Kak Selamat ya udah diterima kerja di pabrik gula, Kakak Buruan pulang dong, ada yang kita mau bicarakan sama kakak" ucap Pinkan kepada Emir


"Iya dek, nih kakak bentar lagi mau pulang, tapi Kakak makan dulu ya sama Najwa, karena kita laper banget" ucap Emir kepada adik-adiknya


"Iya, kak hati-hati di jalan ya kak" ucap Pinkan kepada Emir


"Assalamualaikum" ujar Emir kepada Pinkan


"Waalaikumsalam" jawab Pinkan kepada Emir


Hal yang sama pun dilakukan oleh Fani dan Eli di rumah Najwa, kebetulan waktu itu rumah Najwa sepi yang ada di rumah cuma Bude Iin.

__ADS_1


__ADS_2