
Tak lama kemudian, Pinkan sampai di rumah, dan setiba di rumah Pinkan menceritakan kejadian yang ada di rumah sakit antara dirinya dengan Siska, Eli, Bude Iin, dan Najwa serta tak lupa pula Pinkan menceritakan tentang yang diderita oleh Najwa kepada Chika.
Sembari Pinkan sedang bercerita kepada Chika, dalam waktu bersamaan, Emir sudah tiba di rumah, dan Emir sudah mendengar semua apa yang diceritakan oleh Pinkan kepada Chika, kemudian tiba-tiba Emir terkejut dengan kejadian yang menimpa Najwa.
"Apaaaaa ? Najwa keracunan obat kadaluarsa ? tanya Emir kepada Pinkan dengan terkejut
" Iya, bener Kak" ucap Pinkan kepada Emir
"Kok bisa ya Dek ?" tanya Emir kepada Pinkan
"Pinkan juga nggak tahu" Kak ujar Pinkan kepada Emir
"Kok kakak merasa ada yang janggal loh dek" ujar Emir kepada Pinkan
"Janggal kenapa Kak ?" Tanya Chika kepada Emir
"Setahu kakak, Najwa tuh orangnya sangat peduli sama kesehatannya, dan Najwa juga suka mengkonsumsi makanan-makanan sehat, walaupun iya demam atau badannya gak enak, dia selalu minum obat-obatan dari rempah-rempah gitu" ucap Emir kepada adik-adiknya
"Maksudnya obat pil yang terbuat dari rempah-rempah gitu Kak" tanya Chika kepada Emir
"Bukan dek, tapi dari rempah-rempah asli, ya contohnya seperti jahe dia campur sama lemon, terus pakai serai dan dikasih gula merah sedikit, ya kayak semacam rempah-rempahan gitulah, tapi rempahan yang aslinya" ujar Emir kepada adik-adiknya
"Dan setelah minum dari rempah-rempahan asli tersebut, badannya langsung seger gitu, pokoknya Najwa yang kakak kenal iya jarang sekali loh minum obat-obatan kayak pil gitu" jawab Pinkan kepada adik-adiknya
"Jujur Kak, Pinkan curiga sama Siska dan Eli" ucap Pinkan kepada Emir
"Curiga boleh dek, tapi kita nggak boleh nuduh sembarangan, kalau sebelum ada buktinya" ujar Chika kepada Pinkan
"Iya, Kak, betul dan kita juga harus hati-hati dalam mengambil sikap" jawab Pinkan kepada Chika
"Kalian berdua benar, tapi alangkah baiknya besok di kampus, Kakak cari tahu tentang mereka berempat" ujar Emir kepada adik-adiknya
Kemudian setelah itu Emir video call dengan Najwa untuk menanyakan kondisi Najwa.
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap Emir kepada Najwa memberikan salam kepada Najwa
"Waalaikumsalam, Mir" jawab Najwa kepada Emir
"Gimana kabar Lo besti ? Maaf ya tadi gue nggak bisa anterin Lo ke rumah sakit, karena gue ada meeting tadi di pabrik, makanya gue minta tolong sama Pinkan" ujar Emir kepada Najwa
"Alhamdulillah, gue udah mendingan kok Mir, Ya udah nggak apa-apa kok, dan Lo nggak usah khawatir sama gue" ucap Najwa kepada Emir
"Oh ya, besti, kalau menurut gue, lebih baik besok Lo jangan kuliah dulu, nanti biar gue yang urus di kampus tentang izin sakit Lo, sama dosen yang bersangkutan" ujar Emir kepada Najwa
"Iya, Mir, gue istirahat aja dulu di rumah, Makasih ya Mir"ucap Najwa kepada Emir
"Iya, sama-sama, Ya udah Lo istirahat ya, nanti pas pulang dari kampus gue mampir di rumah Lo" ujar Emir kepada Najwa
"Assalamualaikum" ucap Emir kepada Najwa memberikan salam
"Iya, Mir" Waalaikumsalam jawab Najwa kepada Emir
"Bismillahirohmanirohim, bikin konten dulu ah" ucap Emir di dalam hatinya sambil membuka handphone nya
Dengan penuh antusiasnya Emir membuat konten untuk bisnis Kecantikan, dan tak lupa pula ia membuat konten semenarik mungkin, lalu memikirkan kata demi kata, supaya konten yang ia buat bisa menarik perhatian viewers-nya.
"Alhamdulillah, Akhirnya selesai juga nih konten, upload dulu ah" ujar Emir kepada dirinya sendiri.
"Nah, sekarang gue mau mencoba untuk chat pribadi kepada 1000 orang" ucap Emir kepada dirinya sendiri
Tak Berapa lama kemudian, ada yang membalas chat pribadi Emir dan tertarik untuk jadi member Kecantikan.
"Alhamdulillah, Ada 5 orang nih yang mau daftar jadi member Kecantikan, nggak apa-apa walaupun sedikit, lama-lama pasti jadi bukit, Insya Allah" jawab Emir kepada dirinya sendiri dan menyemangati dirinya.
Tiba-tiba Chika datang membawa teh dan kue untuk Emir.
"Kak, ini tehnya, diminum dulu" ujar Chika kepada Emir, sembari ia sedang menghidangkan teh hangat
__ADS_1
"Gimana Kak sama bisnisnya ?" tanya Chika kepada Emir
"Alhamdulillah, dek, lumayan ada kemajuan" jawab Emir kepada Chika
"Nanti kalau kakak udah sukses dalam bisnis kecantikan ini, Chika juga mau loh jadi member kakak dan kakak ajarin sampai Chika sukses hehehe" ujar Chika kepada Emir
"Iya, dek, Insya Allah pasti kakak akan didik kalian berdua, tapi sekarang kalian fokus sekolah dulu, oke" ujar Emir kepada Chika
"Iya, Kak" jawab Chika kepada Emir
"Oh ya, Kak, Chika kembali ke kamar dulu ya" Kak ucap Chika kepada Emir
"Iya, dek, ingat tidurnya jangan kemalaman, ntar telat bangun loh" ucap Emir sambil memperingati Chika
"Siap, bosku" jawab Chika sambil bercanda kepada Emil
"Iya, dek, makasih ya tehnya" jawab Emir kepada Chika
Emir selalu menjalankan bisnisnya dengan teliti dan cermat, bahkan Emir melaksanakan bisnis ini setiap hari dan di manapun ia berada, secara perlahan dari hari ke hari dan dari minggu ke minggu, bisnis yang sedang dijalani oleh Emir mengalami kemajuan, walaupun secara berangsur-angsur, tetapi Emir selalu gigih dengan usaha dan keyakinannya.
Pagi pun datang, waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, Emir datang ke kampus lebih awal karena ia ingin menjalankan misinya untuk mencari tahu siapa yang meracuni Najwa.
"Gue harus cari tahu siapa yang meracuni Najwa" ucap Emir kepada dirinya sendiri di dalam hati
Lalu setelah itu tersirat di benak Emir untuk pergi ke dalam ruangan CCTV, yang ada di kampus, kemudian Emir minta tolong kepada bapak Barga, supaya ia diizinkan untuk melihat CCTV yang ada di dalam ruang perkuliahannya.
"Tapi gimana caranya ya, supaya bapak Barga mengizinkan gue untuk bisa masuk ke dalam ruangan CCTV ?" tanya Emir kepada dirinya sendiri di dalam hati
Tiba-tiba tersirat di benak Emir, ide yang cemerlang supaya iya diizinkan masuk oleh Bapak Barga.
"Gue ada ide nih, Gimana kalau gue kasih alasan, kalau gue ada kehilangan barang dan ingin melihat pelakunya, semoga ini berhasil, Maafkan hamba ya Allah, hamba berbohong, dan hamba melakukan ini demi kebaikan Najwa, tolong izinkan hamba untuk bisa menemukan bukti siapa yang meracuni Najwa" ucap Emir sambil berdoa di dalam hatinya
Emir pun memperhatikan gerak-gerik Pak barga dan menghadapi Pak barga dengan tenang, lalu Emir Melihat pak barga sedang ada di depan laptop, untuk memantau situasi yang ada di seluruh kampus.
__ADS_1