
Pagi sudah mulai datang, waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi, seperti biasanya Emir sudah tiba di kampus dan bersiap-siap menunggu perkuliahan dimulai, sembari sedang menunggu perkuliahan, Emir ditelepon oleh Bude Iin dan Bu Endah atau Mama Najwa.
"Halo, assalamualaikum, Bude" ucap Emir memberikan salam kepada Bude Iin
"Waalaikumsalam, Emir, maaf kalau Bude mengganggu pagi-pagi ini" ucap Bude Iin kepada Emir
"Iya, Bude, nggak apa-apa, ada apa ya Bude ? Najwa baik-baik aja kan Bude ?" tanya Emir dengan rasa khawatir kepada Bude Iin
"Alhamdulillah, Emir, cah ayu keadaannya sudah membaik, begini loh, Bude mau kasih saran sama Emir, gimana kalau salah satu katalog Kecantikan Emir ditaruh di tempat laundry Bude, mana tahu nanti ada yang minat gitu sama produk Kecantikan Emir" ujar Bude Iin kepada Emir sambil membantu Emir dalam menjalankan bisnis
"Alhamdulillah, makasih loh Bude idenya, iya Bude, Emir setuju, nanti pas pulang kuliah Emir bawa katalognya ya Bude "jawab Emir kepada Bude Iin dengan gembira
"Sama-sama toh nduk, ya udah Bude tutup dulu ya teleponnya, nanti Bude tunggu di tempat laundry" ucap Bude Iin kepada Emir
"Iya, Bude, Assalamualaikum" jawab Emir kepada Bude Iin
Tak lama kemudian Mama Najwa menelpon Emir.
"Assalamualaikum, tante" ucap Emir kepada Mama Najwa
"Waalaikumsalam, Emir" jawab Mama Najwa kepada Emir
"Iya, tante, ada apa ?" tanya Emir kepada Mama Najwa
"Maaf ya Mir, kalau tante mengganggu pagi-pagi ini" ucap Mama Najwa kepada Emir
"Nggak apa-apa kok tante, kebetulan dosen belum tiba, jadi perkuliahan belum dimulai" ucap Emir kepada Mama Najwa
"Begini loh Mir, tiba-tiba tante kepikiran aja sama Emir, dan mau kasih saran juga sama Emir" ucap Mama Najwa kepada Emir
"Iya, tante, nggak apa-apa kok, mau kasih saran sama Emir, kira-kira sarannya apa ya Tan ?" tanya Emir kepada Mama Najwa
"Gimana kalau Emir taruh saja katalog Emir di tempat jahitan tante sama om, mana tahu nanti ada yang minat gitu sama produk Emir, lumayan bukan, semalam tante lihat Emir lagi live di tik tok, materinya bagus sekali dan tante juga tertarik, kalau Emir taruh produk Emir di sini, gimana Mir ?" tanya Mama Najwa kepada Emir
"Alhamdulillah, makasih ya tante atas dukungannya dan supportnya kepada Emir, Emir bahagia sekali dengarnya tante" ucap Emir kepada Mama Najwa
"Iya, sama-sama Mir, Emir sudah tante anggap seperti anak tante sendiri, jadi apapun masalah yang terjadi sama Emir, tante, oom, Najwa dan Bude Iin, selalu ada untuk Emir dan adik-adik Emir ya nak" ucap Mama Najwa dengan penuh haru
"Iya, tante, terima kasih banyak perhatiannya" ucap Emir kepada Mama Najwa
"Iya, nak, sama-sama, ya udah nanti pas pulang kuliah tante tunggu di rumah ya nak" ucap Mama Najwa kepada Emir dengan lembut
"Ya udah, tante tutup dulu teleponnya, Assalamualaikum" ucap Mama Najwa kepada Emir memberikan salam
"Waalaikumsalam" jawab Emir kepada Mama Najwa
Setelah perkuliahan usai, Emir langsung ke tempat laundry Bude Iin dan ke rumah Najwa, kebetulan tempat laundry Bude Iin dan rumah Najwa berdekatan, ketika Emir menuju ke rumah Najwa, tiba-tiba Emir diikuti oleh Mama Siska, tak disangka ternyata sudah dari tadi pagi Emir diikuti oleh Mama Siska.
__ADS_1
Satu jam kemudian, Emir telah tiba di rumah Najwa, tapi sebelum itu, Emir tidak lupa untuk mampir ke tempat laundry Bude Iin untuk mengambil cucian laundry, dan memberikan katalog MLM kepada Bude Iin.
"Assalamualaikum, Bude" ucap Emir kepada Bude Iin
"Waalaikumsalam" ucap Bude Iin kepada Emir
"Emir, toh, silakan masuk Mir" ucap Bude Iin kepada Emir
"Iya, Bude"jawab Emir kepada Bu De Iin
"Nih, pakaian laundry-nya udah Bude bungkus untuk Emir bawa pulang" ucap Bude Iin kepada Emir
"Iya, Bude, makasih ya Bude" jawab Emir kepada Bude Iin
"Oh ya Bude, ini katalognya Emir titip di sini ya Bude" ucap Emir kepada Bude Iin
"Iya, Mir" jawab Bude Iin kepada Emir
"Kalau begitu, Emir ke tempat Najwa dulu ya Bude" ucap Emir kepada Bude Iin
"Iya, Mir" jawab Bude Iin kepada Emir
"Assalamualaikum" Emir mengucapkan salam kepada Bude Iin
"Waalaikumsalam" jawab Mama Najwa kepada Emir
"Iya, tante" ucap Emir kepada Mama Najwa, sambil mencium tangan Mama Najwa
"Oh ya, tante, ini katalognya udah Emir bawa" ucap Emir kepada Mama Najwa
"Oke, Mir, tante terima ya katalognya, nanti tante sebarin deh sama pelanggan-pelanggang tante" ucap Mama Najwa kepada Emir
"Iya, tante, makasih ya tante, udah bantuin Emir" ucap Emir kepada Mama Najwa
"Iya, Mir, sama-sama" jawab Mama Najwa kepada Emir
"Tante, Emir lanjut ke kamar Najwa dulu ya" ucap Emir kepada Mama Najwa
"Oh iya, Mir, silakan" jawab Mama Najwa kepada Emir
"Hai, besti, gimana kabarmu hari ini bestiku yang cantik" ucap Emir sambil merayu Najwa
"Hai, kangen juga nih gue sama Lo Mi", ucap Najwa kepada Emir
"Alhamdulillah, gue udah mendingan Mir dan besok gue udah mulai ke kampus buat menuntut ilmu, hehehe" jawab Najwa kepada Emir sambil bercanda
"Oh ya, gimana tuh kampus tanpa penjahat yang berempat tuh ?" tanya Najwa kepada Emir sambil bercanda
__ADS_1
"Kayaknya kampus merdeka tanpa mereka berempat, hahaha" ucap Emir dengan tertawa kepada Najwa
Sembari Emir sedang bercanda kepada Najwa, tanpa diduga, Mama Siska menguping pembicaraan Emir dan Najwa di balik tembok kamar Najwa, setiap langkah demi langkah Emir, Najwa, Mama Najwa, dan bude Iin diselidiki oleh Mama Siska, dengan tujuan untuk rencana balas dendam berikutnya.
"Kurang ajar, anak saya dibilang penjahat, awas kalian kalian, pasti dapat balasan dari saya" ucap Mama Siska di dalam hatinya
Setelah 1 jam Emir dan Najwa berbincang-bincang, dudah saatnya Emir pamit pulang dan bersiap-siap untuk bekerja di pabrik.
"Oh ya, Naj, gue pamit pulang dulu ya" ucap Emir kepada Najwa
"Oke, besti, sampai jumpa besok di kampus" ucap Najwa kepada Emir
"Dah, Besti, Assalamualaikum" ucap Emir memberikan salam kepada Najwa
Langkah demi langkah Emir diikuti oleh Mama Siska, tetapi Emir selalu waspada dengan kejahatan yang akan menimpanya, tiba-tiba firasat tidak enak pun timbul di hati Emir, tapi Emir tidak menyadari kalau ia sedang diikuti oleh Mama Siska, satu jam kemudian Emir telah sampai di rumah.
"Assalamualaikum" ucap Emir memberikan salam sambil mengetuk pintu
"Waalaikumsalam" jawab Chika dan Pinkan membalas salam dari Emir
"Oh ya, Kak, ada pesanan lipstik nih dari teman-teman Chika, dia pesan 10 lipstik sekaligus" ucap jika kepada Emir
"Alhamdulillah" jawab Emir sambil bersyukur
"Eeet tunggu dulu, Kakak jangan senang dulu nih, ada 15 orang lagi yang pesan lipstik sama Pinkan" ucap Pinkan kepada Emir
"Alhamdulillah, terima kasih atas rezekimu ya Allah" jawab Emir sambil bersyukur
Tiba-tiba Mama Siska menguping di tembok bagian belakang rumah Emir, sembari ia juga berkata di dalam hatinya.
"Oh ternyata perempuan ini lagi menjalankan bisnis MLM, awas saya bakal hancurin bisnis kamu, dan ternyata si Endah Mama Najwa dia buka usaha jahitan, dan budenya Najwa dia buka usaha laundry, kalian nggak tahu kalau kalian sedang berhadapan sama siapa, satu persatu kalian akan saya bikin hancur" ucap Mama Siska di dalam hatinya dengan menaruh dendam
Sambil bersiap-siap untuk bekerja di pabrik, seperti biasanya Emir tidak lupa melaksanakan salat lima waktu, dan makan siang bersama adik-adiknya, setelah selesai makan siang, Emir membuka media sosialnya, ternyata ada 20 orang yang ingin jadi member Kecantikan MLM.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, engkau telah memberikan kemudahan kepada hamba, dalam mengelola bisnis kecantikan ini" ucap Emir kepada dirinya sendiri di dalam hati
"Kenapa, Kak, kok kakak tiba-tiba terdiam ?" tanya Pingkan kepada Emir dengan serius
"Alhamdulillah, dek, downline Kakak nambah 20 orang lagi, Alhamdulillah selama satu setengah bulan ini kakak sudah mendapatkan 35 downline aktif" ucap Emir kepada adik-adiknya
"Alhamdulillah, Kak, semoga rezeki Kakak bertambah banyak, selalu dilindungi dari kejahatan dan didekatkan dengan kebaikan dunia dan akhirat" ucap Pinkan kepada Emir dan sambil mendoakan Kakak sulungnya
"Amin, makasih ya dek" ucap Emir kepada adik-adiknya
"Oh ya dek, Kakak berangkat ke pabrik dulu ya, Assalamualaikum" ucap Emir kepada adik-adiknya sambil memberikan salam
"Waalaikumsalam" ucap adik-adik Emir kepada Emir
__ADS_1
Emir bergegas pergi ke pabrik dan selalu diikuti oleh Bu Riris atau Mama Siska, sembari di perjalanan Bu Riris mengikuti Emir, tiba-tiba Bu Riris kepikiran untuk bekerja sama dengan Mama Qhira, Mama Eli dan Mamanya Fani, dengan semangat dan antusiasnya ingin membalaskan dendamnya kepada Emir, Najwa Mama, Papa Najwa dan Bude Iin.