
Setelah selesai melaksanakan ujian skripsi, saatnya Emir, Najwa, Andre, dan Alex, berencana untuk mengadakan pertemuan bisnis dengan downline baru, seperti biasanya Emir mengadakan pertemuan dengan para downline di gedung pabrik gula, kebetulan pada hari ini Emir, Najwa, Andre, Alex, dan Chika, mereka berlima sedang bersantai di rumah Najwa, terkecuali Pinkan ia sibuk belajar kelompok dengan teman-temannya menjelang ujian akhir tiba.
"Kok termenung" ucap Najwa kepada Chika, sembari mereka duduk sampai di depan rumah
"Iya, Kak, Chika ingat sama Pinkan, kayak ada yang kurang rasanya, jika Pinkan nggak ada di sini" ucap Chika kepada Najwa dengan teringat kepada Pinkan
"Sama, Dek, Kakak juga ingat dengan Pinkan, tapi Pinkan nggak mau ikut karena ada alasannya, sebentar lagi dia mau ujian akhir, dan sekarang ia bersama teman-temannya belajar kelompok di rumah" sambung Emir kepada Chika dengan tersenyum manis
"Oh ya, Emir, kapan Lo mengadakan pertemuan dengan downline baru, di gedung pabrik gula ?" tanya Najwa kepada Emir dengan serius
"Iya, Naj, rencananya besok, gue udah kasih tahu semua para downline untuk hadir besok, setelah salat zuhur" jawab Emir kepada Najwa, sembari ia sedang duduk santai di teras rumah Najwa
"Perlengkapan untuk besok gimana, Mir ?" tanya Andre kepada Emir, sembari ia sedang memegang gitar
"Perlengkapan untuk besok udah gue siapin di rumah sama Pinkan waktu itu" jawab Emir kepada Andre dengan tenang
"Oke, berarti besok gue jemput Lo ya, Mir, bersama Alex" sambung Andre kepada Emir
Di saat Emir, Najwa, Andre, Alex, dan Chika, sedang berbincang-bincang tentang pertemuan bisnis yang akan diadakan esok hari, ternyata Siska dan Fani menguping pembicaraan Emir dan teman-temannya, kemudian terbesitlah di benak Siska dan Fani untuk menghancurkan acara pertemuan yang akan dikelola oleh Emir esok hari.
"Wow, ini informasi penting, Fan, gimana pertemuan bisnis mereka kita hancurkan saja besok" ucap Siska kepada Fani, dengan berbisik-bisik sambil menguping pembicaraan Emir dan teman-temannya
"Ide bagus, kira-kira reaksi mereka bagaimana ya, jika kita menghancurkan pertemuan bisnis mereka besok, yang pastinya mereka malu sekali" jawab Fani kepada Siska dengan menaruh rasa dendam, kepada Emir Najwa Andre Alex Chika dan Pinkan
__ADS_1
"Hahaha" Fani dan Siska tertawa bersama
"Kalau gitu buruan kita menghubungi Eli dan Qhira, untuk menyusun rencana menghancurkan pertemuan bisnis Emir dan Najwa" ucap Fani sembari ia sambil beranjak dari persembunyian nya
Setelah beberapa jam kemudian, Fani dan Siska sudah berkumpul di rumah Qhira, mereka berempat berencana untuk mempermalukan Emir dan Najwa, serta menghancurkan pertemuan bisnis mereka dengan melibatkan Riris dan Farah.
"Rencana kita Selanjutnya apa untuk menghancurkan pertemuan bisnis mereka ?" tanya Eli kepada teman-temannya dengan serius
"Kita ambil sebuah produk kecantikan, seperti Skin Care, yang sama dengan produk yang dikelola oleh Emir dan Najwa, Lalu setelah itu di depan para member mereka, kita mainkan peran kita sebagai pembeli produk, dan tidak cocok memakai produk yang dikelola oleh Emir dan Najwa" ucap Fani dengan memberikan saran kepada teman-temannya
"Lalu setelah itu kita marah-marah, bahkan menghina mereka sampai mereka malu, lalu mereka tidak berani memperlihatkan wajah mereka di depan umum" sambung Siska menjelaskan dengan tepat kepada teman-temannya
"Ide kalian bagus, tapi kalau menurut gue, gimana kita libatkan tante Riris dan tante Farah, karena mereka berdua jago dengan hal ini" ucap Eli kepada teman-temannya
"Nyokap Lo kan juga jago Li dengan permasalahan seperti ini, kenapa bukan nyokap Lo aja ?" tanya Fani kepada Eli dengan serius
"Betul apa yang dikatakan Eli, sekarang ada tante Riris dan tante Farah yang stand by di rumah, dan gue rasa tante Riris dan tante Farah pasti mau kok bantuin kita" ucap Qhira kepada teman-temannya dengan memberikan saran
"Oke, nanti gue coba tanya Mama" ucap Siska kepada teman-temannya, sembari ya sedang mencicipi kue yang dihidangkan Qhira
"Oke, nanti gue coba tanya sama nyokap" ucap Fani kepada teman-temannya, sembari ia sedang minum teh yang dihidangkan oleh Qhira
Setelah beberapa jam kemudian, Fani dan teman-temannya sudah bubar dari rumah Qhira, tibalah saatnya Fani dan Siska berbincang-bincang bersama Ibu mereka, untuk merencanakan kejahatan kepada bisnis yang dikelola oleh Emir dan Najwa.
__ADS_1
"Oke, sayang, mama setuju besok kita hancurkan mereka, lalu kita permalukan mereka semua" ucap Riris kepada Siska, dengan menaruh dendam kepada Emir, Najwa, Andre, Alex, Chika, dan Pinkan
"Iya, Ma, makasih ya Ma, Mama selalu ada buat Siska" ucap Siska kepada ibunya
"Iya, sayang, sama-sama" jawab Riris kepada Siska, dengan mengelus kepala Siska
Hal yang sama dilakukan oleh Fani, kemudian ibu mereka berdua setuju dengan rencana yang sudah disepakati oleh Fani dan teman-temannya.
"Baiklah, sayang, Mama setuju dengan rencana kalian, Mama sudah geram sekali kepada mereka semua, dan sampai kapanpun Mama tidak akan pernah berhenti untuk balas dendam kepada mereka, lihat aja kalian Emir, Najwa, Andre, Alex, Chika, Pinkan, tunggu kedatangan saya" ucap Farah kepada Fani, sembari ia menaruh dendam kepada Emir dan teman-temannya
"Iya, Ma, Fani kesal sekali sama mereka, sampai kapanpun Fani tidak akan pernah lelah untuk balas dendam kepada mereka semua" ucap Fani kepada ibunya dengan menaruh rasa dendam, kepada Emir dan teman-temannya
"Lo lihat saja Emir, Najwa, Andre, Alex, Chika, Pinkan, kalian pasti akan mendapatkan pelajaran yang berharga dari gue teman-teman gue, dan juga nyokap gue, awas kalian" ucap Fani di dalam hatinya, dengan menaruh rasa dendam yang mendalam kepada Emir, Najwa, Andre, Alex, Chika, dan Pinkan
Sembari Fani, Eli, Qhira, dan Siska sedang berencana untuk menghancurkan bisnis Emir dan Najwa, tiba-tiba muncullah firasat tidak enak di hati Chika dan menyuruh Emir, Najwa, Andre, dan Alex, untuk tetap Waspada.
"Oh ya, Kak Emir, kak Najwa, kak Andre, Kak Alex, perasaan Chika nggak enak" ucap Chika kepada Emir, Najwa, Andre, dan Alex
"Kenapa Chik ?" tanya Andre kepada Chika dengan serius
"Apapun yang kita lakukan, jangan lupa waspada, ingat kejahatan ada di mana-mana" jawab Chika dengan rasa khawatir, kepada Andre, Alex, Emir, dan Najwa
"Iya, dek, tapi kalau kita selalu dihantui rasa takut, kita kapan majunya, jangan lupa sebelum acara dimulai kita baca doa dulu, insya Allah kita selalu dalam lindungan Allah" sambung Emir kepada Chika dengan menghilangkan prasangka buruk, yang ada di pikiran kita
__ADS_1
"Iya, Chik, betul apa yang dikatakan Emir, Siapa yang ingin berbuat jahat pasti akan berbalik kepada diri mereka masing-masing" ucap Andre kepada Chika dengan menenangkan Chika
"Iya, Kak" jawab Chika kepada Emir dan Andre