Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 161 Mendapatkan Bukti Secara Perlahan Dan Lapor Polisi


__ADS_3

"Keesokan harinya telah tiba, tibalah saatnya Emir, Najwa, Andre, dan Alex, mencari bukti yang lainnya, tentang dalang dibalik hancurnya kerjasama antara perusahaan kedua orang tua Andre, dengan rekan kerja pengusaha yang lainnya.


Tak lama kemudian Emir, Najwa, Andre, dan Alex, telah tiba di daerah yang tak jauh dari perusahaan kedua orang tua Andre, kemudian mereka berempat mencoba melaksanakan rencana yang telah diberi saran dari Pinkan.


"Kita saling Pencar aja ya, Ndre, gue sama Najwa pergi ke arah sana, dan Lo pergi ke arah sana" ucap Alex kepada Andre, dengan memberikan instruksi untuk membagi tugas masing-masing


"Oke, Lex, gue sama Emir ke sana dulu ya" jawab Andre kepada Alex, dengan melangkahkan kakinya bersama Emir, untuk berlainan arah dari Alex dan Najwa


Setelah beberapa jam kemudian Andre, Emir, Alex, dan Najwa, berhasil menemukan bukti yang lainnya dari hasil rekaman CCTV jalanan, CCTV toko, dan CCTV Cafe, yang ada di sana, kemudian setelah itu Andre, Alex, Emir, dan Najwa, berkumpul di suatu cafe yang ada di depan perusahaan kedua orang tua Andre.


"Alhamdulillah, kita mendapatkan bukti baru lagi, yaitu mobil dan plat mobil yang dikendarai oleh ketiga penjahat itu" ucap Andre kepada Emir, Najwa, dan Alex, sembari mereka duduk sampai di sebuah cafe untuk makan siang


"Iya, Ndre, habis makan siang ini kita langsung ke kantor polisi ya, supaya masalah perusahaan Om Indra dan tante Riris cepat terselesaikan" ucap Emir kepada Andre, sembari ia meminum jus dan duduk di dekat Andre


"Iya, Mir, betul apa yang Lo katakan, semakin cepat semakin lebih baik" sambung Najwa kepada Emir, sembari ia meminum jus dan duduk di samping Alex


Tak lama kemudian pelayan cafe menghidangkan makanan kepada Emir, Najwa, Andre, dan Alex.


"Nah, ini makanan udah datang, Ayo guys, kita buruan makan, habis itu kita lanjutkan misi berikutnya pergi ke kantor polisi" ucap Alex kepada Andre, Emir, dan Najwa, sembari ya mengelus perutnya yang sedang keroncongan


Setelah beberapa menit kemudian Andre, Alex, Emir, dan Najwa, sudah selesai makan di Cafe, kemudian mereka berempat langsung ke kantor polisi.

__ADS_1


Setelah 1 jam di perjalanan, tibalah saatnya Andre, Alex, Emir dan Najwa, memberikan laporan kepada polisi, tentang ketiga penjahat yang sudah menghancurkan misi kerjasama antara perusahaan kedua orang tua Andre, dengan pengusaha yang lainnya.


Dibalik itu Andre dan teman-temannya, tidak lupa untuk menceritakan secara detail, kejadian yang dialami oleh perusahaan kedua orang tua Andre, kemudian menceritakan tentang bukti yang ia dapat di sekitar jalanan toko cafe melalui CCTV.


"Ini semua bukti yang kita dapatkan, Pak" ucap Andre kepada polisi dengan jelas, sembari ya mengeluarkan ponselnya, lalu mengirimkan bukti tersebut melalui WhatsApp polisi


"Oh, jadi begitu ceritanya, baiklah menurut laporan dan bukti yang tepat saudara berikan kepada saya, maka saya dan rekan-rekan saya yang lainnya, setuju untuk mencari tahu dan menangkap pelaku kejahatan ini.


"Terima kasih, Pak, atas kerjasamanya, kalau begitu kita pamit dulu" sambung Emir kepada Pak Polisi, dengan mengucapkan terima kasih atas kerjasama dari pihak polisi


"Sama-sama" jawab polisi kepada Emir


kemudian setelah itu Andre, Emir, Alex, dan Najwa, mereka masuk ke dalam mobil, kemudian bergegas pergi ke rumah Andre, untuk memberikan laporan kepada Indra dan Reva, tentang usaha yang dilakukan oleh Emir, Andre, Alex, dan Najwa untuk mengungkap dalang dibalik ini semua.


"Kriiiing" HP Emir berbunyi


"Assalamualaikum, Kak Emir" ucap Pinkan memberikan salam kepada Emir


"Waalaikumsalam, ya, ada apa Pinkan" jawab Emir membalas salam dari Pinkan


"Kakak, inkan boleh kasih saran nggak" tanya Pinkan kepada Emir dengan serius

__ADS_1


"Boleh, saran apa ya, Dek ?" tanya Emir kepada Pinkan dengan lembut


"Menurut Pinkan, ketiga para penjahat itu jangan diposting dulu di media sosial, tiba-tiba Pinkan kepikiran tentang ketiga penjahat itu, Kak, menurut Pinkan, kalau kita memposting ketiga para penjahat tersebut di media sosial, dikhawatirkan mereka bertiga bersiap-siap untuk melarikan diri, atau menyamar, dan sebagainya, sehingga bisa merugikan pihak yang lain, lebih baik kita berpura-pura tenang seperti tidak terjadi apa-apa, tapi dibalik itu kita punya bukti yang kuat untuk menangkap mereka, sampai di sini kakak mengerti kan, apa yang Pinkan maksud ?" tanya Pinkan kepada Emir dengan serius


"Kakak rasa pendapat kamu benar, Pinkan, Nanti Kakak coba bicarakan dulu ya sama Andre, Alex, dan Najwa" jawab Emir kepada Pinkan dengan tenang


"Iya, Kak, kalau begitu Pinkan tutup dulu ya teleponnya, Assalamualaikum" ucap Pinkan kepada Emir memberikan salam sebelum menutup teleponnya


"Waalaikumsalam" jawab Emir kepada Pinkan membalas salam dari Pinkan, sebelum menutup telepon dari Pinkan


"Pinkan Kenapa, Mir ?" tanya Najwa kepada Emir dengan serius


"Pinkan, nggak kenapa-kenapa kok, Naj, cuma Pinkan kepikiran dengan ketiga penjahat tersebut, lalu Pinkan memberikan saran kepada kita untuk tidak memposting para ketiga penjahat itu, dikawatirkan setelah mereka di posting lalu viral, kemudian mereka bersiap-siap untuk melarikan diri atau menyamar untuk merugikan yang lainnya, itu menurut Pinkan, kalau menurut kalian gimana ?" jawab Emir kepada Najwa, lalu balik bertanya kepada Andre, Najwa, dan Alex, dengan serius


"Kalau menurut gue pendapat Pinkan, it's oke, no problem, gue setuju banget, apalagi dengan keadaan kita berdiam diri dan memperlihatkan tidak terjadi apa-apa, pasti para ketiga penjahat tersebut dia merasa tenang dan aman-aman saja, tetapi di balik kita tenang, kita berhasil menangkap mereka, sekaligus dengan bos para ketiga penjahat tersebut" jawab Andre kepada Emir, dengan tenang sembari ia sedang menyetir mobil


"Bener juga apa yang dikatakan Pinkan, semoga aja cita-cita Pinkan tercapai ya, Mir, untuk jadi pengacara, dia bijaksana sekali dalam bertindak" ucap Najwa kepada Emir, sembari ia mengagumi Pinkan


"Amin ya Allah, semoga doa Lo diijabah oleh Allah" sambung Emir kepada Najwa, dengan mengaminkan doa dari Najwa


"Guys, kenapa ya, kok tiba-tiba gue merasa dalang dibalik ini semua ada hubungannya dengan Siska, Fani, Eli, dan Qhira beserta dengan orang tua mereka, karena biang kerok dari masalah yang selalu kita hadapi, kemungkinan selalu berhubungan dengan para nenek lampir ttersebut"ucap Alex kepada Andre, Emir, dan Najwa, sembari ia berprasangka buruk kepada Siska, Fani, Eli, Qhira, dan beserta kedua orang tua mereka masing-masing

__ADS_1


"Sebenarnya, gue berasumsi yang sama dengan Lo Lex, tapi kita nggak boleh menuduh orang sembarangan tanpa bukti yang cukup, dan gak boleh mengambil keputusan yang gegabah, sehingga keputusan itu menjebak kita" sambung Najwa kepada Alex dengan bijaksana


"Iya, betul Apa yang Lo bilang Naj, gue juga pernah beranggapan seperti apa yang dibayangkan oleh Alex, tapi gue berusaha menahan diri untuk tidak gegabah di dalam mengambil keputusan" ucap Emir kepada Najwa dengan menyetujui pendapat Najwa


__ADS_2