
Setelah usai bekerja di pabrik, Emir langsung pulang ke rumah nya, setiba di rumah Chika dan Pinkan menceritakan tentang produk yang terjual hari ini di sosial media mereka, dan tak lupa pula Chika dan Pinkan mentransfer uang kepada Emir dari hasil belanja viewers mereka.
Seperti biasanya, Emir dan adik-adiknya melakukan aktivitas dan rutinitas nya masing-masing, lalu setelah itu Emir mencoba chat pribadi antara dia dengan Upline Rina, dengan alasan supaya ia bisa mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi dari Upline Rina.
Setelah berkomunikasi dengan Upline Rina, Emir lanjut Membuat konten, konsep, dan target yang harus ia kerjakan dalam mengembangkan bisnis kecantikannya.
Malam sudah berganti dengan pagi hari, seperti aktivitas biasanya, Emir dan adik-adiknya berangkat untuk menuntut ilmu, setiba di kampus Emir merasakan ada yang mengganjal di hatinya, seakan-akan akan terjadi sesuatu, lalu di dalam pikiran Emir selalu memikirkan Najwa.
"Kenapa ya, kok perasaan gue nggak enak gini ?" tanya Emir di dalam hatinya
Tiba-tiba Emir kepikiran menelpon Najwa.
"Assalamualaikum, besti" ucap Najwa memberikan salam kepada Emir
"Waalaikumsalam, Naj, Lo lagi di mana sekarang ?"tanya Emir kepada Najwa
"Nih, gue lagi di perjalanan mau menuju kampus" jawab Najwa kepada Emir
"Lo baik-baik aja kan Naj ?"tanya Emir kepada Najwa
"Alhamdulillah, gue baik kok besti, emang ada apa ya ?" tanya Najwa kepada Emir dengan serius
"Syukurlah kalau gitu Naj, Entah kenapa ya, perasaan gue nggak enak aja dan gue teringat terus sama Lo, makanya gue telepon Lo" jawab Emir kepada Najwa
"Aduh, besti gue yang cantik ini, saking sayangnya ya sama gue, sampai-sampai kepikiran gue terus" ucap Najwa kepada Emir sambil bercanda
"Hahaha, iya Naj, gue tunggu Lo di kampus ya" ucap Emir kepada Najwa
"Oke, besti" jawab Najwa kepada Emir
Tak lama kemudian, Siska menuju ke ruang kuliah bersama teman-temannya, sebelum Siska dan teman-temannya masuk ke dalam ruang perkuliahan, tiba-tiba Siska mempunyai ide untuk mencelakai Najwa.
"Eh, ntar dulu deh, jangan masuk dulu" ujar Siska kepada teman-temannya
"Kenapa, Sis ? tanya Fani kepada Siska dengan penasaran
"Mending kita duduk dulu di sana, ada yang mau gue bicarain sama kalian" jawab Siska kepada teman-temannya dengan serius
"Oke, kalau gitu, Yuuukk kita ke sana" jawab Eli kepada teman-temannya
Siska dan teman-teman bergegas untuk duduk dan menjauh dari Emir.
"Ada apa sih Sis ?" tanya Qhira kepada Siska
__ADS_1
"Kemarin Lo Qhir yang kasih saran buat balas dendam sama rakyat jelata berdua yang sok pintar itu, dan saran Lo itu buat kita berempat celaka, dan sekarang gue yang kasih saran, gimana kalau kita masukin obat-obatan yang kadaluarsa ke dalam minuman Najwa ?" tanya Siska kepada teman-temannya
"Kenapa harus Najwa sih ? Kenapa nggak dua-duanya aja ?" tanya Eli kepada Siska
"Gimana sih Lo, kan yang sering bawa minuman si Najwa, gue nggak pernah lihat tuh kalau Si Emir bawa minuman" ujar Siska kepada Eli
"Lo Bener Sis, untuk kali ini kita harus hati-hati, dan kita cari kesempatan yang tepat untuk mencelakai Najwa terlebih dahulu, baru setelah itu kita mencelakai Emir" ucap Fani kepada Siska
"Gimana Menurut kalian ?" tanya Fani kepada teman-temannya
"Setujuuuu" jawab Siska dan teman-temannya
Tak lama kemudian, Najwa pun telah tiba di kampus, kebetulan Najwa lewat di depan Fani dan teman-temannya, kemudian mereka sempat juga bertatap-tatapan, tapi Najwa bersikap cuek aja, namun Fani dan teman-temannya tetap menatap Najwa dengan tajam.
"Oh ya, Mir, gue ke toilet dulu ya" ujar Najwa kepada Emir
"Naj, gue ikut" kata Emir kepada Najwa
"Yuuuk" kata Najwa kepada Emir
Tanpa disengaja pun, Najwa lupa membawa minumannya yang ada di atas meja yang ada di ruang perkuliahan, di sanalah kesempatan Siska memasukkan obat kadaluarsa ke dalam minuman Najwa, pas tiba di toilet Najwa baru sadar kalau minumannya tertinggal di atas meja.
"Yah, minuman gue tertinggal nih Mir di ruang perkuliahan" ujar Najwa kepada Emir
"Yuk, Mir" ujar Najwa mengajak Emir kembali ke dalam ruang perkuliahan
Ketika Emir dan Najwa sudah tiba di ruang perkuliahan, mereka langsung duduk dan tiba-tiba Najwa haus, sehingga Najwa meminum minuman yang sudah di campur aduk oleh Siska dengan obat kadaluarsa.
"Kebetulan banget nih Mir, gue haus "kata Najwa kepada Emir
"Tanpa disadari oleh Najwa dan Emir, Siska, dan teman-temannya memperhatikan Najwa yang sedang minum.
"Ayo, habiskan minumannya rakyat jelata" kata Fani berbisik-bisik dengan teman-temannya
"Hahaha, Syukurin Lo, minum terus" ujar Qhira sambil berbisik-bisik dengan teman-temannya
"Wooow, akhirnya habis juga tuh" ujar Eli sambil berbisik-bisik dengan teman-temannya
"Hahaha, mampus Lo rakyat jelata" ujar Fani sambil berbisik-bisik dengan teman-temannya
Kemudian setelah itu, Najwa merasakan hal yang tidak enak di tubuhnya tapi untuk sementara ia tahan karena perkuliahan sebentar lagi dimulai.
"Kenapa Lo Naj ?" tanya Emir kepada Najwa dengan khawatir
__ADS_1
"Nggak tahu nih Mir, tiba-tiba Badan gue nggak enak, kepala gue pusing" jawab Najwa kepada Emir
"Lo sakit Besti ?" tanya Emir kepada Najwa sambil memegang jidat Najwa
"Badan Lo panas Naj" tanya Emir kepada Najwa dengan rasa khawatir
"Nggak apa-apa kok Mir, Lagian perkuliahan hanya sebentar kok, nanti pas pulang kuliah gue istirahat di rumah" ujar Najwa kepada Emir
"Yakin Lo Besti, mengikuti perkuliahan pada hari ini, gue lihat Lo pucat banget" ujar Emir kepada Najwa dengan rasa khawatir
"Nggak apa-apa kok" jawab Najwa dengan santai dan menggigil
"Ya udah, nanti pas pulang kuliah gue antar Lo pulang ya Naj, Sekalian nanti gue mau jemput cucian laundry Bude Iin" ujar Emir kepada Najwa
"Iya, Mir, Makasih ya" jawab Najwa kepada Emir
"Sama-sama, Naj" jawab Emir kepada Najwa
Setelah beberapa jam perkuliahan selesai, Emir mengantar Najwa pulang ke rumahnya dan badan Najwa makin melemah, setiba Emir di rumah Najwa tak lama kemudian, Najwa pingsan, kebetulan di rumah Najwa kedua orang tuanya tidak ada di rumah, karena mereka berdua sedang mengikuti pelatihan di luar kota, untuk usaha yang lagi mereka kelola.
"Astaghfirullahaladzim, Najwaaaa" ucap Emir beristighfar sambil berteriak dengan rasa khawatir
Tiba-tiba Bude Iin kaget dan keluar dari laundry
"Ya Allah, Najwaaaa" teriak Bude Iin dengan merasa khawatir
"Bangun cah ayu, piye, Apa yang terjadi sama keponakanku ya Allah" ucap Bude Iin dengan khawatir
"Kenapa Najwa sampai bisa begini Emir ?" tanya Bude Iin kepada Emir dengan penuh khawatir
"Emir juga nggak tahu Bude, dari tadi di kampus badan Najwa pucat dan panas, ia merasa pusing, tapi Najwa tetap memaksakan untuk kuliah, dan pas tiba di rumah, Najwa langsung pingsan" ucap Emir kepada Bude Iin sambil menjelaskan kejadiannya.
"Yuk, kita bawa ke dalam dulu" Kata bude kepada Emir sembari mereka berdua mengangkat Najwa ke dalam rumah
Setiba di dalam rumah badan Najwa membiru dan Najwa semakin pucat.
"Ya Allah gustiiii, badan Najwa membiru dan Najwa semakin pucat" ucap Bude Iin dengan cemas.
"Gimana ini Emir ?" tanya Bude Iin kepada Emir.
"Bude, Emir telepon Chika dan Pinkan dulu ya, semoga mereka bisa bantu" ucap Emir kepada Bude Iin
"Iya Mir, buruan" ucap Bude Iin dengan rasa cemas
__ADS_1
Lalu setelah itu Emir menelpon Chika dan Pinkan secara bersamaan dengan video call, kebetulan mereka berdua sudah sampai di rumah, karena sekolah Chika dan Pinkan ada acara untuk menyambut kedatangan bapak Bupati, Oleh karena itu Chika dan Pinkan bisa pulang sekolah lebih awal dari sebelumnya.