
"Mereka datang Kak" ucap Pinkan kepada Emir dan Chika, melihat Beno, Yudi, Erik, Riris, datang menghampiri Chika, Pinkan, dan Emir.
"Kakak tenang aja nggak usah khawatir" ucap jika kepada Emir melindungi kakaknya
"Kebetulan Kalian bertiga ada di depan kami !!! jadi kami nggak bersusah payah untuk menangkap Kalian bertiga !!!" ucap Riris kepada jika Pinkan dan Emir
"Anda salah, tidak segampang itu menangkap kita bertiga, justru kedatangan anda lah ke rumah kami membuat diri Anda dan anak buah Anda tertangkap di tangan kami" ucap Chika kepada Riris dengan tegas
"Eh anak ingusan, jangan sok menantang saya !!!" ucap Riris kepada Chika dengan kasar
"Kita tidak menantang anda, tetapi anda lah yang menantang kita !!! Anda datang seperti tamu yang tak diundang !!! dan kalau dilihat-lihat urat malu anda udah putus, datang seenaknya ke rumah orang dengan tidak sopan !!!" ucap Pinkan kepada Riris dengan tegas
"Eh diam kamu !!!" ucap Riris kepada Pinkan dengan kasar
"Anda yang seharusnya diam !!! jangan berani-berani mendekati adik-adik !!!" saya teriak Emir kepada Riris dengan tegas
"Oh, berarti kamu dengan adik-adik kamu benar-benar menantang saya ya Emir, oke, kamu lihat saja apa yang bakal saya lakukan !!!" ucap Riris kepada Emir dengan keras
"Tunggu dulu !!! saya mau ke dalam dulu !!!" ucap Chika kepada Riris ingin masuk ke dalam rumahnya
"Gak boleh !!! Kamu tunggu di sini !!!" ucap Riris kepada Chika dengan kasar
"Anda pikir Anda siapa, melarang saya masuk ke dalam rumah saya sendiri !!! sekarang Anda minggir dari hadapan saya !!!" ucap Chika kepada Riris dengan tegas
"Oke, kalau gitu kamu diiringi sama Yudi masuk ke dalam rumah !!!" ucap Riris kepada Chika dengan kasar
"Oke !!!" ucap Chika kepada Riris dengan tegas
"Tapi, Chik" ucap Emir kepada Chika dengan cemas
"Tenang aja kak, kakak nggak usah khawatir" jawab jika kepada Emir dengan santai
__ADS_1
"Awas gue kerjain Lo" ucap Chika di dalam hatinya, dengan berencana memberikan pelajaran kepada Yudi
Tak Berapa lama kemudian, Chika bergegas masuk ke dalam rumah, lalu kemudian setelah itu, Yudi juga bergegas mengiringi Chika, kemudian Chika dengan sigapnya menutup pintu, sebelum Yudi masuk ke dalam rumahnya, sehingga jidat Yudi kejedot pintu dengan keras.
"Aduh, awwww, sakiiittt" teriak Yudi memegang jidatnya, setelah jidatnya kejedot pintu dengan keras
Chika bergegas mengambil handphonenya, Tak lama kemudian Chika memanjat jendela yang ada di depan rumah, melalui jeruji besi yang ada di jendelanya, lalu menaruh rekaman video yang ada di ponselnya, kemudian menaruh ponselnya di atas lubang tersembunyi, supaya ada bukti tentang kejahatan Riris, Beno, Erick, Yudi kepada dirinya Emir dan Pinkan.
"Alhamdulillah, akhirnya ready juga, semoga mereka nggak curiga kalau gue sedang memasang kamera tersembunyi" ucap Chika berkata di dalam hatinya
"Bantu hamba ya Allah, untuk memberikan pelajaran kepada penjahat ini dan menangkap penjahat ini" ucap Chika di dalam hatinya, sembari ia sedang berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Tak lama kemudian, Chika keluar dari rumahnya, lalu berhadapan dengan Riris, Beno, Erik, Yudi, Emir, dan Pinkan, sembari Chika sedang keluar rumah, tiba-tiba Beno menampar Pinkan.
"Aduuuhh, aaawwww" teriak Pinkan merasa kesakitan setelah di tampar oleh Beno
Tak lama kemudian setelah itu, Emir menghampiri Beno, lalu menendang ******** Beno, dan menampar Beno dengan emosi.
"Aduuuhhh, sakiiittt" teriak Emir merasa kesakitan setelah rambutnya dijambak oleh Riris dan lehernya dicekik oleh Riris
"Kamu pikir saya akan diam saja, setelah Apa yang kamu lakukan kepada Siska !!! kamu sudah memasukkan anak saya ke dalam penjara !!! Saya benci kamu Emir !!!" teriak Riris kepada Emir, sembari ia sedang menjambak rambut Emir dan mencekik Emir
Tak lama kemudian, Emir mengepal tangannya, lalu memukul kepala Riris dengan emosi, sehingga membuat Riris jadi kesakitan dan pusing
"Aduuhhh, aaaww, sakiiiitt, pusing rasanya kepalaku" teriak Riris setelah kepalanya dipukul oleh Emir
"Asal anda tahu !!! anak anda di penjara karena ulah dia sendiri !!! apa anda lupa setelah Apa yang dilakukan oleh anak anda kepada saya dan Najwa !!! anak Anda sudah meracuni Najwa, dan sudah bekerja sama untuk mencelakai saya, sehingga saya terjatuh dari tangga dan berhasil membuat saya menjadi cedera !!! jika dibiarkan anak anda akan semakin membabi buta berbuat kejahatan !!!" ucap Emir dengan tegas kepada Riris
"Tutup mulut kamu !!! saya sudah pernah peringatkan kamu dengan Najwa, supaya tidak melawan anak saya, nggak ada satupun orang yang bisa melawan anak saya dan teman-temannya !!! seharusnya kamu dan Najwa sadar diri, kalau kalian itu siapa, cuma rakyat biasa nggak punya apa-apa !!! dan nggak ada pangkat apa-apa, lalu berani menentang anak saya !!!" teriak Riris kepada Emir
"Lalu Anda pikir, Anda siapa !!! kami tahu anda orang kaya, dan kita tidak sekaya Anda !!! tetapi tidak semua orang bisa diinjak-injak oleh Anda dan anak anda dengan seenaknya !!! walaupun kita hanya rakyat biasa, tetapi kita nggak minta sama kalian, dan enggak mengemis sama kalian !!! emang dasar kalian aja yang egois !!!" ucap Chika kepada Riris dengan tegas
__ADS_1
"Diam kamu !!!" teriak Riris kepada Chika dengan Mengayunkan tangannya untuk menampar Chika
Tak lama kemudian, Pinkan datang mendekati Chika dan menangkis tangan Riris, lalu menampar balik Riris dengan emosi.
"Aduh, aw !!!" teriak Riris memegang pipinya setelah ditampar oleh Pinkan
"Berani-beraninya kamu menampar saya !!!" teriak Riris kepada Pinkan dengan emosi
"Anda memang pantas ditampar !!! atas apa yang sudah anda lakukan, sikap Anda seperti ini sangat murahan !!!" teriak Emir kepada Riris dengan emosi
"Kurang ajar kamu Emir !!! Awas kamu !!!" teriak Riris kepada Emir dengan emosi
"Saya tidak pernah takut dengan ancaman anda !!!" jawab Emir kepada Riris dengan Tegas
"Beno, Erik, Yudi, jangan buang-buang waktu, Ayo tangkap mereka bertiga !!!" teriak Riris kepada ketiga anak buahnya
"Jika kalian berani menyentuh kita, kita akan teriak !!! dan warga di sini pasti bakal keroyok kalian, dan memukul kalian !!!" ucap Emir kepada Erik, Beno, dan Yudi, dengan tegas
"Teriak aja !!! kita nggak takut !!!" ucap Beno kepada Emir
"Oke, berarti kalian menantang kita !!!" ucap Chika kepada Erik, Beno, dan Yudi, dengan tegas
"Ayo Kak, kita teriak, satu, dua, tiga" ucap Pinkan dengan memberi aba-aba kepada Emir dan Chika untuk berteriak
"Tolong, tolong, tolong, tolong, tolong, tolong" teriak Emir, Chika, dan Pinkan, meminta tolong kepada warga yang ada di sekitar rumahnya
Tak lama kemudian, warga pun datang mendekati rumah Emir, lalu mereka semua berhasil mengusir Beno, Erik, Yudi, dan Riris dari rumah Emir.
"Waduh, gawat ini Bos" ucap Yudi kepada Riris dengan berbisik
"Sialan" ucap Riris dengan emosi
__ADS_1
"Banyak warga yang datang bos" ucap Beno berbisik kepada Riris