
Kemudian setelah itu, Bude Iin menawarkan katalog produk kecantikan Emir kepada pelanggannya.
"Mbak, ini ada produk kecantikan, boleh dilihat-lihat dulu, mana tahu ada yang suka, produknya bagus-bagus loh" ucap Bude Iin kepada salah satu pelanggannya
"Ini katalog punya Emir yang lagi viral itu ya Bude ?" tanya salah satu pelanggan Bude Iin kepada Bude Iin
"Yang lagi viral ?" tanya Bude Iin kepada pelanggannya
"Oh jadi Bude belum tahu ya, nih lihat Bude, kelakuan anak buah Bude, ampun deh malu-maluin" ucap pelanggan Bude Iin kepada Bude Iin
"Apaaa !!!" tiba-tiba Bude Iin terkejut
"Maaf ya Bude, saya ke sini cuma nganterin pakaian aja kok, dan saya nggak order produk kecantikan ini, takutnya ditipu, karena kalau saya lihat-lihat wajah si Emir itu kan lugu, polos, dan ternyata kenyataannya munafik juga, jangan-jangan nanti saya ditipu sama produk kecantikan ini" ucap pelanggan Bude Iin kepada Bude Iin
"Saya permisi dulu ya Bude, Assalamualaikum" ucap salah satu pelanggan Bude Iin mengucapkan salam
"Waalaikumsalam" jawab Bude Iin
"Ya Allah gusti, kasihan Emir, Saya yakin Emir pasti difitnah, Saya kenal betul dengan Emir, dia nggak mungkin melakukan ini"ucap Bude Iin kepada dirinya sendiri
"Ya Allah, lindungilah Emir dari kejahatan" ucap Bude Iin sambil berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Tiba-tiba Endah datang menghampiri Bude Iin
"Loh, mbak yu kenapa toh ?" tanya Endah kepada Bude Iin dengan penasaran
"Piye toh Nduk, coba lihat ini" ucap Bude Iin kepada Endah dengan memperlihatkan video fitnah tentang Emir
"Astaghfirullahaladzim, Saya yakin Emir difitnah ini mbak yu, Saya yakin nggak mungkin Emir melakukan ini" ucap Endah kepada Bude Iin
"Iya, betul toh Nduk, sekarang kita berdoa aja kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala semoga Emir selalu dilindungi" ucap Bude Iin kepada Endah
"Amin" jawab Endah kepada Bude Iin
"Kira-kira Najwa sudah tahu apa belum, dengan berita yang menimpa Emir ?" tanya Endah kepada Bude Iin
"Mbak yu rasa mungkin sudah toh Nduk, Najwa satu kampus dan satu jurusan juga sama Emir" jawab Bude Iin kepada Endah
__ADS_1
"Ini nggak bisa dibiarkan Mbak Yu, Apapun yang terjadi kita harus bantu Emir" jawab Endah kepada Bude Iin
"Iya, betul toh Nduk" jawab Bude Iin kepada Endah
Tak Berapa lama kemudian, tiba-tiba Emir, Chika, dan Pinkan, sampai di rumah, lalu mereka bertiga saling berbincang-bincang.
"Kak, maaf ya, dari tadi nggak ada yang order produk satu pun sama Chika" ujar Chika kepada Emir, dengan wajah yang memelas
"Iya, Kak, Maafkan kita ya Kak ucap Pinkan kepada Emir dengan wajah yang bersedih
"Nggak apa-apa kok dek, ya udah apapun yang terjadi, kalian harus tetap semangat menjalani hidup, jangan karena satu masalah kita semua jadi down, oke" ucap Emir kepada adik-adiknya
"Iya, Kak" jawab adik-adik Emir kepada Emir
"Ya udah, nih pakaian laundry-nya, kakak berangkat kerja ke pabrik dulu ya dek" ucap Emir kepada adik-adiknya
"Kak, tunggu sebentar makan dulu, masalah boleh datang, tapi kalau masalah perut keroncongan, jangan ditunda nanti sakit loh" ucap Pinkan kepada Emir
"Ayo, Kak, kita makan" ucap Chika kepada Emir
"Kalian udah pada salat kan" tanya Emir kepada adik-adiknya
"Udah dong Kak, dan kita minta sama Allah, semoga kita selalu dalam lindungannya, masalah kakak cepat terselesaikan, amin" ucap Pinkan kepada Emir
"Amin" jawab Emir dan Chika
Setelah beberapa menit kemudian, Emir selesai makan, kemudian lanjut untuk pergi bekerja di pabrik gula, setelah sampai di pabrik, Emir dipanggil oleh atasannya mengenai perihal berita miring yang lagi menimpanya.
"Emir" ucap Ena menyapa Emir
"Iya, mbak, Ada apa ?" tanya Emir kepada Ena
"Gue dipanggil sama atasan Mir, dan Lo disuruh segera menghadap" ucap Ena kepada Emir
"Iya, mbak, Makasih Mbak" Jawab Emir kepada Ena
"Sama-sama, Mir" jawab Ena kepada Emir
__ADS_1
Setelah sampai di ruangan Direktur, Emir dimarahi oleh pimpinan dan ditatar, dengan berbagai pertanyaan oleh Direktur kepada Emir.
"Tok tok tok" Emir mengetuk pintu ruangan Direktur
"Permisi, bu, bolehkah saya masuk bu" ucap Emir kepada Ibu Direktur
"Iya, Mir, silakan masuk" jawab ibu Direktur kepada Emir
"Emir, Saya sangat bangga dan kagum sama kinerja dan kedisiplinan kamu, tetapi saya tidak menyangka dengan berita yang lagi viral tentang kamu !!! Apakah berita ini benar atau tidak !!!" tanya ibu direktur kepada Emir dengan suara keras
"Berita itu tidak benar bu, Saya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan oleh orang berjubah hitam, yang ada di media sosial itu bu" ucap Emir kepada Ibu Direktur dengan jelas
"Lalu, buktinya apa yang bisa kamu perlihatkan kepada saya, jika kamu memang tidak bersalah dan tidak melakukannya !!!" tanya bu Direktur kepada Emir dengan suara keras
"Untuk sementara ini, Saya belum punya bukti apa-apa bu, karena Saya sendiri terkejut ketika melihat di media sosial berita hoax, yang diviralkan oleh orang yang berjubah hitam itu bu" ucap Emir kepada Ibu Direktur
"Jujur saya katakan kepada kamu, untuk sementara ini saya sangat kecewa dengan kamu !!! apalagi pada saat sekarang ini kamu tidak memiliki bukti apa-apa !!! wajar saya kecewa sama kamu !!! dan sekarang pertanyaan saya, tindak lanjut kamu ke depan bagaimana, dalam menyelesaikan masalah kamu ini ?" tanya bu Direktur kepada Emir
"Beri saya kesempatan bu, untuk mendapatkan bukti yang akurat, kalau saya tidak pernah melakukan hubungan zina dengan pria manapun, seperti yang sudah diviralkan oleh pria yang berjubah hitam itu bu" ucap Emir kepada bu Direktur
"Oke, baiklah saya akan beri kamu kesempatan untuk membuktikannya kepada saya, jika kamu terbukti bersalah dan mencoreng nama perusahaan !!! maka secara tidak hormat kamu saya pecat !!! tetapi jika kamu tidak terbukti bersalah maka kamu bisa bekerja kembali" ucap bu direktur dengan tegas kepada Emir
"Iya, bu, saya mengerti terima kasih atas kesempatan yang sudah Ibu berikan kepada saya, dan satu hal lagi bu, yang harus Ibu ketahui, karena saya tidak bersalah, makanya saya berani menampakkan wajah saya di depan umum, dan jika saya bersalah, maka saya sudah menutup wajah saya ini dengan rasa malu bu" ucap Emir dengan tegas kepada bu Direktur
"Oke, sama-sama, saya pegang kata-kata kamu, dan silakan cari bukti, serta perlihatkan kepada Saya, jika kamu tidak bersalah, sampai di sini Kamu paham dan mengerti, maksud dari perkataan saya !!!" tanya bu direktur kepada Emir dengan tegas
"Saya mengerti bu" ucap Emir kepada bu Direktur
"Oke, kalau begitu kamu bisa keluar dari ruangan saya" ucap bu Direktur kepada Emir dengan tegas
"Iya, bu, saya permisi dulu, Assalamualaikum" ucap Emir kepada bu direktur mengucapkan salam
"Waalaikumsalam" jawab bu direktur kepada Emir
Setelah selesai keluar dari ruangan direktur, Emir kembali lagi bekerja, dan ketika waktu istirahat sudah tiba, Emir banyak diwawancarai oleh rekan kerja Emir yang di pabrik gula.
Kemudian setelah itu, Beno memberikan kabar gembira kepada Riris, bahwa rencananya berhasil, lalu Erik memberitahu Riris bahwa bisnis yang sedang dijalankan oleh Emir Mengalami penurunan.
__ADS_1