
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, setiba Emir di kampus, ternyata Emir melihat Andre yang sedang lagi duduk termenung di ruang perkuliahan, lalu duduk di kursi yang sudah disediakan di dalam ruangan tersebut, Emir menghampiri Andre.
"Ndre, Lo kenapa ?" tanya Emir kepada Andre dengan serius
"Gue nggak kenapa-kenapa kok Mir" jawab Andre kepada Emir dengan wajah yang sendu
"Ndre, Lo nggak usah bohong, Apa yang terjadi sama Lo, cerita sama gue" tanya Emir kepada Andre, dengan penuh rasa khawatir kepada Andre
"Iya, Mir, kalau gitu kita cerita di kantin aja ya, sambil minum" ucap Andre kepada Emir
"Oke, Yuk kita ke kantin" jawab Emir kepada Andre
Emir dan Andre melangkahkan kakinya untuk pergi ke kantin, tak berapa lama kemudian, Emir dan Andre sudah sampai di kantin, kebetulan pada pagi hari ini mahasiswa masih sepi dan di kantin pun masih sepi, Emir dan Andre duduk di kantin sambil berbincang-bincang tentang masalah yang terjadi dengan Andre.
"Jujur Mir, gue lagi kepikiran dengan masalah yang terjadi pada keluarga gue" ucap Andre kepada Emir dengan wajah yang sedih
"Apa yang terjadi Ndre ? cerita sama gue, Lo kan sahabat gue, mana tahu gue bisa bantu Lo" ucap Emir kepada Andre dengan rasa prihatin
"Entahlah, Mir, gue nggak tahu harus mulai dari mana menceritakan ini sama Lo" ucap Andre kepada Emir dengan hati yang iba
"Ndre, Lo lihat mata gue, jujur aja sama gue Ndre" ucap Emir kepada Andre dengan penuh perhatian
"Perusahaan bokap gue hampir kolaps Mir" ucap Andre kepada Emir, dengan penuh pikiran di dalam otaknya
"Astaghfirullahaladzim, kolaps kenapa Ndre, kalau gue boleh tahu ?" tanya Emir kepada Andre dengan rasa khawatir
"Bokap gue ditipu sama pengusaha yang lainnya Mir, bahkan untuk membayar gaji karyawan pun suka macet saat sekarang ini, yang gue lihat, Papa banyak pikiran sekarang, gue takut Papa sakit Mir" ucap Andre kepada Emir, dengan penuh rasa khawatir tentang keadaan Papanya
__ADS_1
"Dan gue nggak tahu harus berbuat apa, untuk membantu papa" ucap Andre kepada Emir, dengan penuh rasa khawatir tentang keadaan Papanya
"Gue ingin cari tahu Mir, siapa sebenarnya pengusaha yang berani membuat Papa gue hancur seperti saat sekarang ini" ucap Andre kepada Emir, dengan penasaran kepada pengusaha yang menghancurkan perusahaan Papanya
"Andre, kalau menurut gue, yang perlu kita lakukan adalah memikirkan bagaimana caranya perusahaan papa Lo bangkit lagi, baru setelah itu kita cari tahu siapa dalang di balik ini semua" ucap Emir kepada Andre dengan memberi saran kepada Andre
"Lalu apa yang seharusnya gue lakuin Mir ?" tanya Andre kepada Emir
"Kalau masalah itu, coba nanti gue pikirkan dulu ya Ndre, Lo nggak usah khawatir gue, Najwa, dan Alex selalu ada buat Lo, Lo nggak sendiri Ndre" ucap Emir kepada Andre, dengan memberi semangat kepada Andre
"Makasih, ya Mir, support dari Lo dan teman-teman yang lainnya sangat berharga buat gue, terutama support dari Lo, karena Lo orang yang penting di hati gue" ucap Andre kepada Emir dengan penuh cinta
"Iya, Ndre, sama-sama" jawab Emir kepada Andre dan sambil menenangkan Andre
"Kalau gitu kita ke dalam ruangan yuk, sebentar lagi kuliah akan dimulai lo" ucap Emir kepada Andre, dengan mengajak Andre masuk ke dalam ruang perkuliahan
"Oke, Mir, yuk" jawab Andre kepada Emir, dan sambil berdiri untuk melangkahkan kakinya menuju ruang perkuliahan
"Nggak apa-apa kok Naj" jawab Emir kepada Najwa dengan santai
"Nggak usah ngeles jawabannya sama gue, Besti" ucap Najwa kepada Emir dengan penasaran
"Yang pastinya nanti gue bakal cerita sama Lo, tapi bukan sekarang" jawab Emir kepada Najwa dengan santai
"Oke, yang penting Lo baik-baik aja kan ? nggak terjadi sesuatu sama Lo ?" tanya Najwa kepada Emir dengan rasa khawatir
"Nggak terjadi apa-apa sama gue kok Naj, Lo tenang aja, nggak usah cemas" jawab Emir kepada Najwa
__ADS_1
Hal yang sama pun dilakukan oleh Alex kepada Andre dengan rasa penasaran.
"Ndre, Lo kenapa ? kok bengong gitu gue lihat ?" tanya Alex kepada Andre
"Gue nggak apa-apa kok Lex" jawab Andre kepada Alex
"Fisik Lo nggak kenapa-kenapa, tapi mata dan hati Lo lagi kenapa-kenapa, gue bisa baca itu dari wajah Lo" ucap Alex kepada Andre dengan rasa khawatir kepada Andre
"Nanti gue bakal cerita kok sama Lo Lex, tapi sekarang gue belum mau cerita sama Lo" jawab Andre kepada Alex
"Okelah, kalau begitu, yang penting Lo baik-baik aja kan Ndre" tanya Alex kepada Andre, dengan rasa penuh khawatir kepada Andre
"Iya Lex, gue baik-baik aja kok, Lo tenang aja, nggak usah khawatir sama gue" jawab Andre kepada Alex dengan tenang
"Oke" jawab Alex kepada Andre
Sembari sedang menunggu dosen, Emir berusaha berpikir dengan tenang, sambil membuka ponselnya untuk mencari solusi tentang masalah yang diceritakan oleh Andre, yang membuat pikiran Andre menjadi terganggu, tetapi dibalik itu Emir tidak lupa berdoa, dan meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
"Ya Allah, izinkanlah hamba membantu Andre, dalam menyelesaikan masalahnya, berikan petunjuk darimu ya Allah, ya Allah berikanlah kemudahan kepada Papa Andre di dalam menyelesaikan permasalahannya, ya Allah dan lindungilah Papa Andre dari orang-orang yang zalim, dan dari musibah dan marabahaya, ya Allah hamba tidak mau terjadi sesuatu dengan Andre dan Papanya, lindungi mereka ya Allah, bukakanlah pikiran Hamba di dalam menemukan solusi untuk membantu Andre dalam kondisi seperti ini, tolong ya Allah, amin ya rabbal alamin" ucap Emir di dalam hatinya sambil berdoa, dan minta petunjuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Kemudian setelah itu, terbesit di benak Emir, solusi dalam menyelesaikan masalah Andre, Emir berencana untuk menghubungi dan berbicara kepada upline Rina, tentang kerjasama antara produk kecantikan MLM dengan bisnis properti, yang sedang digeluti oleh pak Indra atau Papanya Andre, dan Emir berencana meminta kontak WhatsApp seluruh upline produk kecantikan MLM yang ada di Jakarta.
"Semoga aja ide gue ini berhasil, pokoknya gue harus bantuin Andre, gue paling nggak bisa lihat Andre hancur kayak gini" ucap Emir di dalam hatinya
"Naj, nanti setelah perkuliahan ini selesai, gue ingin ngomong sama Lo sebentar, tapi gue nggak bisa ngomong lama-lama sama Lo, karena gue harus kerja di pabrik, sekalian gue ingin minta pendapat dan support dari Lo" ucap Emir kepada Najwa, dengan meminta bantuan kepada Najwa
"Iya, Besti, Lo tenang aja, gue pasti support Lo, walaupun gue belum tahu apa yang akan Lo ceritakan sama gue, tetapi jika itu yang terbaik buat Lo dan kita semua, Insya Allah gue selalu support Lo" jawab Najwa dengan menyemangati Emir
__ADS_1
"Terima kasih ya Naj" ucap Emir kepada Najwa
"Sama-sama, Mir" jawab Najwa kepada Emir