Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 29 Mendapatkan Bukti Fitnah Kejahatan


__ADS_3

"Tok tok tok" Najwa mengetuk pintu rumah Emir


Lalu setelah itu, Emir membuka pintu rumahnya dan langsung berhadapan dengan Najwa, serta menyuruh Najwa masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum" ucap Najwa mengucapkan salam sambil mengetuk pintu


"Waalaikumsalam" jawab Emir sambil membuka pintu rumahnya


"Hai, Besti, tumben Lo siang-siang datang ke sini" ucap Emir kepada Najwa


"Lo mau berangkat kerja Mir ?" tanya Najwa kepada Emir


"Iya, Naj, tapi sebentar lagi kok, oh ya silakan masuk" ucap Emir kepada Najwa


Najwa masuk ke dalam rumah Emir dan duduk di kursi yang sudah disediakan


"Lo udah lihat kan Mir, tentang bukti yang sudah gue kirimkan sama Lo ?" tanya Najwa kepada Emir


"Sudah kok Naj" jawab Emir kepada Najwa


Tiba-tiba Pinkan dan Chika menghampiri Emir dan Najwa.


"Hei, kak Najwa, udah lama datang kak" tanya Chika kepada Najwa dengan tersenyum


"Kakak baru datang kok Chik" jawab Najwa kepada Chika


"Oh ya, kak Najwa, Pinkan bikin minum dulu ya" ucap Pinkan kepada Najwa


"Nggak usah repot-repot dek" ucap Najwa kepada Pinkan dengan basa-basi


"Nggak repot kok kak, santai aja kali" jawab Pinkan kepada Najwa


"Oh ya, Mir, tadi gue menghampiri rumah Mama Siska, dan lumayan berdebat juga sama dia, dan gue juga lihat ketiga preman yang sudah nyerang kalian" ucap Najwa kepada Emir dan Chika


"Ya Allah Naj, gue khawatir sama Lo" ucap Emir kepada Najwa dengan rasa khawatir


"Iya, Kak, apalagi kakak melihat ketiga preman itu" ucap Chika kepada Najwa

__ADS_1


"Udah kalian tenang aja, gue nggak apa-apa kok" jawab Najwa kepada Emir dan Chika


Lalu tiba-tiba Pinkan datang menghidangkan kue dan teh


"Iya, kak, Pinkan khawatir mereka lumayan berbahaya loh, lain kali kakak jangan pergi sendiri-sendiri ya kak, minimal ajak salah satu diantara kita lah" jawab Pinkan kepada Najwa, sambil mengkhawatirkan keadaan saja


"Tuh dengerin adik gue tuh" ucap Emir kepada Najwa


"Oke, siap, besti Makasih ya" ujar Najwa kepada Emir


"Sama-sama" ucap Emir dengan adik-adiknya secara serentak


"Kalau menurut gue ya Naj, untuk sementara bukti ini kita simpan dulu, karena belum lengkap, dan kalau gue dengar dari hasil rekaman antara Lo dengan Bu Riris masih belum lengkap hasilnya, karena bu Riris enggak mengakuinya" ucap Emir kepada Najwa


"Iya, Mir, Lo bener juga, tapi setidaknya sekarang ada kemajuan, kita mendapatkan satu bukti, Nanti kalau kita udah mendapatkan bukti yang lengkap, gue sendiri yang akan klarifikasi di media sosial, dan mengangkat nama baik Lo kembali" ucap Najwa kepada Emir


"Nggak usah Naj, gua takut Lo kenapa-kenapa" ucap Emir kepada Najwa dengan rasa khawatir


"Besti, besti, Lo bener aneh ya besti" ucap Najwa kepada Emir


"Ini dia nih Chik, ketika si Emir ini mau melakukan sesuatu buat kakak, dia rela mati loh, dan dia nggak peduli apa yang terjadi dengan dirinya sendiri, demi ngebantuin sahabat tercintanya ini" ucap Najwa kepada Emir, Chika, dan Pinkan, sambil bercanda


"Nah, giliran kakak ingin melakukan hal yang sama kayak dia, Hadeeeuuuuh khawatirnya minta ampun" ucap Najwa kepada Emir, Chika, dan Pinkan, sambil bercanda


"Pokoknya nggak ada tapi-tapian, gue juga nggak mau Mir terjadi sesuatu yang buruk lagi sama Lo, dan gue juga nggak bakal tinggal diam, jika ada yang mau nyakitin Lo" ucap Najwa kepada Emir dengan tegas


"Yah, begitulah sahabat Kak, sahabat tuh ibaratnya sama seperti saudara sendiri" ucap Chika kepada Emir dan Najwa


"Pinkan jadi kagum, sama persahabatan kak Emir dan kak Najwa, udah seperti kayak saudara kandung" jawab Pinkan kepada Emir dan Najwa


"Kita satu keluarga dek, kalian berdua juga adik adik kakak" ucap Najwa kepada Chika dan Pinkan


"Kak, gimana kalau mulai besok kita selidiki Mama Siska secara diam-diam, dan bukti untuk ketiga preman ini sudah aman sama kita, terus yang perlu kita selidiki adalah Riris yaitu mamanya Siska, gimana kak ?" tanya Chika kepada Najwa dan Emir


"Boleh juga, lebih cepat lebih baik" ucap Najwa kepada Chika


"Tapi kalian berdua harus hati-hati ya, jujur gue khawatir sama kalian" ucap Emir kepada Chika dan Najwa

__ADS_1


"Iya, kak, Pinkan juga khawatir sama kak Najwa dan Kak Chika" jawab Pinkan kepada Chika ada Najwa


"Pinkan, Kak Emir, kita mengerti kok, kalau kalian khawatir sama kita berdua, tapi jika kita selalu diiringi rasa cemas menghadapi sesuatu, kapan masalah akan selesainya" ucap Chika kepada Emir dan Pinkan dengan bijaksana


"Chika, betul, terkadang kita harus memberanikan diri dan menghilangkan rasa khawatir untuk mencapai tujuan kita, jika tujuan itu yang terbaik untuk kita semua, apa salahnya besti ?" ucap Najwa kepada Emir dan Pinkan


"Ya udah, gue ngerti kok sama kalian berdua, gue selalu mendoakan kalian, supaya misi kalian berhasil" ucap Emir kepada Chika dan Najwa


"Oh ya, Naj, gue berangkat kerja dulu ya, tapi sebelum berangkat kerja, gue ingin tangan kita semua bersatu dan mengucapkan, kalau kita adalah sahabat, dan satu keluargaa" ucap Emir kepada Najwa, Pinkan, Chika secara serentak, sambil menggenggam tangannya masing-masing


"Dan kita juga saling bahu-membahu, satu sama lain" sambung Najwa kepada Emir dan adik-adiknya


"Oke, siap bos, kakak-kakakku yang cantik" ucap Pinkan dan Chika secara serentak


"Oke, gue berangkat kerja dulu ya, "Assalamualaikum" ucap Emir kepada Najwa Chika dan Pinkan


Tak Berapa lama kemudian, Najwa keluar dari rumah Emir, dan bergegas pulang ke rumahnya, setiba di rumah, Najwa menceritakan semuanya apa yang ia alami pada hari ini kepada Mama, Papa, dan bude Iin.


"Jadi begitu ya nak, ceritanya" ucap Endah kepada Najwa


"Iya, Ma" jawab Najwa kepada Endah


"Kita jangan sampai salah langkah, Papa setuju dengan pendapat Emir, dan kita juga harus berhati-hati" jawab Yosep kepada Najwa


"Iya, betul, toh untung aja Emir ini dia menghadapi masalah dengan kepala dingin" ucap Bude Iin kepada Najwa Endah dan Yosep


"Iya, Bude, begitulah Emir, sahabat siapa dulu dong, sahabat Najwa" ucap Najwa dengan senang hati kepada Endah, Yosep, dan bude Iin


"Kamu beruntung toh Nduk, dapat sahabat seperti Emir" ucap Bude Iin kepada Najwa


"Selain mendapatkan sahabat yang baik seperti Emir, Najwa juga mendapatkan adik-adik yang baik hati, solehah, dan juga cantik-cantik yaitu Chika, dan Pinkan adik-adiknya Emir" hehehe ucap Najwa kepada Mama Papa dan bude Iin


"Iya nak, jadinya keluarga kita nambah juga ya Pa, awalnya dari satu anak sekarang nambah 3 anak lagi jadi 4, hahaha" ucap Endah dengan senang hati, kepada Najwa, Yosep, dan bude Iin


"Inilah kekayaan yang sesungguhnya Ma, Kalau uang bisa dicari, tapi persahabatan, keluarga, rasa saling peduli, bahu membahu, cinta, kasih sayang, sangat mahal dan tidak ternilai harganya" ucap Yosep kepada Endah


Setelah selesai berbincang-bincang, mereka kembali beraktivitas dengan kegiatan sehari-hari mereka, seperti Najwa sepulang kuliah ia selalu membantu mamanya menjahit pakaian dan memasak, lalu Bude Iin sibuk dengan laundry dan Yosep sibuk dengan bahan dasar pakaian.

__ADS_1


__ADS_2