Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 26 Bisnis Kecantikan Mengalami Penurunan


__ADS_3

Tak lama kemudian Emir membuka ponselnya, sambil duduk di ruang perkuliahan, ia melihat fitnah tentang dirinya yang sedang diumbar, hujatan netizen yang tajam tentang dirinya.


"Apa !!!" Emir terkejut ketika melihat berita hoax tentang dirinya


"Siapa yang melakukan ini semua ?" tanya Emir berkata di dalam hatinya


"Jangan-jangan para ketiga preman yang tadi malam ?" tanya Emir kepada dirinya sendiri


Tiba-tiba Pinkan menelpon Emir secara video call


"Assalamualaikum, Kak" ucap Pinkan memberikan salam kepada Emir


"Waalaikumsalam" jawab Emir kepada Pinkan


"Kakak sudah lihat nggak Kak, di tik tok tentang fitnah yang sedang mencekam diri kakak, benar kan Kak dugaan Pinkan sama Kak Chika, para preman yang datang ke rumah kita tadi malam itu adalah orang suruhan" ucap Pinkan kepada Emir


"Iya, dek, kalian betul, tapi kalian tetap tenang gak boleh panik, nanti biar kakak selidiki siapa dalang di balik ini semua" ucap Emir kepada Pinkan dengan tenang


"Kak, kalau ada apa-apa, kakak bilang sama Pinkan dan Kak Chika ya Kak, Kakak nggak sendiri kok" ucap Pinkan kepada Emir


"Iya, dek, tenang aja" ucap Emir kepada Pinkan dengan tenang


"Ya udah, kalau gitu Kakak tutup dulu ya teleponnya, Assalamualaikum" ucap Emir memberikan salam kepada Pinkan


"Waalaikumsalam" jawab Pinkan kepada Emir


Tak lama kemudian Najwa datang menghampiri Emir


"Mir, gue udah lihat tentang berita hoax yang menyudutkan Lo" ucap Najwa kepada Emir dengan rasa khawatir


"Iya, Naj, nggak apa-apa, Lo gak usah khawatir, ingat satu hal, jika kita tidak berbuat salah dan selalu menempuh jalan yang lurus ke jalan yang diridhoi Allah, Insya Allah, Allah ada bersama kita" ucap Emir kepada Najwa


"Iya, Mir, tapi Lo tenang aja, gue pasti bakal bantuin Lo, dan gue pasti bakal bantuin Lo buat menyelidiki siapa dalang di balik ini semua" ucap Najwa kepada Emir dengan rasa khawatir

__ADS_1


"Oke, besti, Makasih ya" jawab Emir kepada Najwa


"Sama-sama, besti" jawab Najwa kepada Emir


Tak lama kemudian, setelah itu Emir keluar dari ruang perkuliahan dan menyebarkan katalognya secara offline, dengan memberikan katalog kepada sebagian mahasiswa yang ada di kampus secara bergantian.


"Permisi, maaf, saya mengganggu sebentar, saya mau menawarkan produk-produk terbaru pada bulan ini" ucap Emir kepada salah satu mahasiswa yang ada di kampus


"Nggak ah, Nggak minat" ucap mahasiswa tersebut dengan ketus lalu ia pergi meninggalkan Emir


"Huuuhhh, nggak apa-apa, Apapun yang terjadi, gue harus semangat, bantu hamba ya Allah, amin" ucap Emir sambil menyemangati dirinya dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala


Sembari Emir masuk ke dalam ruang perkuliahan, tiba-tiba ada salah satu mahasiswa sengaja menyindir Emir dengan suara keras.


"Duh, kayaknya alim, eh ternyata munafik juga, laganya kayak nggak pacaran dan ternyata diam-diam mesum, males ah beli produk kecantikan dia, takutnya ditipu" ucap salah satu mahasiswa dengan kasar menyindir Emir


Tapi Emir tidak memperdulikan hal itu, dan tidak melawan sindiran itu, lalu Emir menarik nafas dalam-dalam, kemudian ia keluarkan dan ia kembali ke dalam ruangannya.


Kemudian setelah itu Emir kembali ke dalam ruang perkuliahan.


"Gimana, besti, ada yang order nggak produk Lo ?" tanya Najwa kepada Emir dengan serius


"Nggak ada Naj" ucap Emir kepada Najwa dengan wajah sedih


"Sabar dan kuat ya besti, gue tahu gimana perasaan Lo sekarang" ucap Najwa kepada Emir


"Iya, Naj, nggak apa-apa kok" jawab Emir kepada Najwa


Sembari perkuliahan dimulai, dalam waktu yang bersamaan, tiba-tiba Chika dibully oleh salah satu teman sekolahnya, terkait dengan berita miring yang menimpa kakak sulungnya, namun apapun yang terjadi, Chika dan Pinkan tetap kuat dan tabah serta tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, jam istirahat di sekolah pun sudah datang, waktunya Chika menyebarkan katalog secara offline kepada teman-teman di sekolahnya.


"Masih bantuin kakak Lo jualan !!!" ucap Vega dengan ketus kepada Chika


"Iya, emang kenapa ?" Jawab Chika dengan santai

__ADS_1


"Chik, Chik, emang dasar ya Lo itu nggak tahu malu, udah jelas kelakuan kakak Lo malu-maluin kayak gitu, belaga sok suci lagi, gue lihat dari tampangnya cewek baik, eh ternyata nggak senonoh juga ya kelakuannya, mesum kayak gitu !!!" ucap Vega kepada Chika dengan kasar


"Hahaha, justru yang nggak tahu malu itu Lo Ga, apa Lo lupa sama kasus bokap Lo, korupsi di tempat kerjanya, lalu diberhentikan secara tidak hormat, dan gue denger-denger narkoba iya juga, sampai-sampai bokap Lo gak berani pamerin wajahnya di depan publik sampai pada saat sekarang ini, terus kenapa gue nggak malu bantuin kakak gue dengan fitnah yang mencekam kakak gue ? karena gue yakin, kakak gue Tidak sebejat diberita hoax itu, memang sekarang belum terbukti, tapi Allah tidak akan tidur, lambat laun si pelaku yang menyebarkan berita hoax seperti ini, pasti ketangkap dengan sendirinya, jadi Lo jangan samain kakak gue, sama berita fakta yang terjadi sama bokap Lo"ucap Chika dengan tegas melawan Vega


Lalu tiba-tiba, Vega Mengayunkan tangannya kepada Chika, karena kesal dan tidak terima dengan perkataan Chika, dan Vega ingin menampar Chika, tetapi Pinkan datang dan menangkis tangan Vega


"Kurang ajar Lo Chik, Lo jangan bawa-bawa nama bokap gue" ucap Vega kepada Chika dengan suara keras


"Mau apa Lo ? Lo Mau nampar kakak gue ? yang dibilangin sama kakak gue itu adalah fakta dan no hoax, berita viral yang lagi trending tentang kakak sulung gue itu baru berita hoax, gue nggak mau mengotori tangan gue untuk nampar Lo Ga, dan Lo pikir kita akan diam aja kalau Lo menghina Kakak kita" ucap Pinkan kepada Vega dengan tegas


"Kakak Lo kurang ajar dia udah berani menghina bokap gue" ucap Vega kepada Pinkan dengan suara keras


"Lo dulu yang mulai ga, gue udah lihat semuanya apa yang Lo lakuin barusan sama Kak Chika, gue bukan mau belain Kak Chika, tetapi memang faktanya Lo dulu yang mulai" ucap Pinkan kepada Vega dengan tegas


"Awas ya kalian berdua"ucap Vega kepada Pinkan dan Chika


"Gue nggak takut sama Lo" ucap Pinkan kepada Vega


"Yuk, dek, kita pergi dari sini, kita jualan di tempat yang lain aja" ucap Chika kepada Pinkan


"Yuk, Kak" jawab Pinkan kepada Chika


"Oh ya, Kak, gimana ada yang order produk nggak dari tadi sama kakak ?" tanya Pinkan kepada Chika


"Nggak ada dek" jawab Chika kepada Pinkan


"Sama Kak, dari tadi Pinkan mengalami penolakan melulu" jawab Pinkan kepada Chika


"Iya, dek, Nggak apa-apa, nanti kita minta petunjuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, ingat satu hal, Allah ingin kita naik level nih dalam kehidupan" jawab Chika dengan tersenyum kepada Pinkan


"Iya, Kak, tetap optimis, Bismillah" jawab Pinkan kepada Chika


Hal yang sama terjadi di tempat laundry Bude Iin, Ketika pelanggan laundry datang, tiba-tiba Bude Iin memperlihatkan katalog kecantikan kepada customernya, namun tak ada satupun yang order produk kecantikan kepada Bude Iin, terkait dengan perihal yang terjadi kepada Emir.

__ADS_1


__ADS_2