Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 14 Bertengkar Didepan Rumah Sakit


__ADS_3

"Woooiiii" ucap Pinkan kepada Siska dan Eli dengan suara keras bersorak dihadapan Najwa dan Bude Iin


Tiba-tiba Eli dan Siska terkejut karena ketauan diam-diam ada di rumah sakit.


"Ngapain Lo disini ?" tanya Pinkan kepada Siska


"Suka-suka gue donk !!! emang nih rumah sakit milik Lo !!!" ucap Siska kepada Pinkan dengan kasar


"Ooo, Najwa, kok Lo ada disini, kayak pucat gitu, atau jangan-jangan Lo hamil ya ? Diam-diam Lo munafik juga ya Naj, belagak Lo aja sama si Emir kayak cewek baik-baik, dan pada kenyataannya Lo sama Emir itu sebenarnya cewek murahan, atau bentar lagi Lo sama Emir jadi Pelakor" ucap Eli dengan kasar kepada Najwa


"Gue gak ada waktu buat ribut sama kalian sekarang ini" jawab Najwa kepada Siska dan Eli dengan kondisi yang masih lemah


"Oh, yaaaa, kondisi Lo lemah ya sekarang" ucap Eli sambil mengganggu Najwa


"Heeyyy, stop !!! jangan ganggu keponakan saya !!!" ujar Bude Iin dengan tegas kepada Eli dan Siska


"Apa Lo, minggiiiirrrr !!! dasar perempuan tua !!!" ujar Eli sambil menunjuk Bude Iin


Tiba-tiba Pinkan tidak bisa menahan amarahnya dan menampar Eli dengan emosi.


"Aduuuuhhh aaaawww sakitt" teriak Eli sambil memegang Pipinya.


Tiba-tiba Eli membalas tamparan Pinkan, tapi disaat yang bersamaan dengan lihainya Pinkan menangkis tangan Eli.


"Kurang ajaaaarrr !!!" teriak Eli kepada Pinkan


"Mau apa Lo ? mau balas tamparan gue ? Lo pikir gue akan diam aja, kalau Lo nyakitin gue dan kak Najwa !!!" ujar Pinkan dengan tegas kepada Eli


"Gue jadi curiga sama kalian berdua, atau jangan-jangan Lo dan teman Lo yang meracuni kak Najwa dengan obat kadaluarsa ?" tanya Pinkan kepada Eli dan Siska dengan perasaan curiga


"Apaaaa keracunan obat kadaluarsa ?" tanya Najwa kepada Pinkan dengan kebingungan


Kemudian Siska mendorong bahu kanan Pinkan.


"Enak aja Lo !!! jangan menuduh orang sembarangan, gue bisa aja ya nuntut Lo !!! dasar rakyat jelata !!!" ujar Siska dengan kasar dan sambil menunjuk kearah Pinkan


Lalu Pinkan menarik lengan Siska dengan emosi.


"Eh sini Lo !!!" ucap Pinkan kepada Siska sambil menarik lengan Siska dengan kuat


"Aduuhhhh aw aw !!! sakiiittt !!!" ujar Siska kesakitan

__ADS_1


"Lepaskan gue sakiiittt !!!" ujar Siska kepada Pinkan


"Gue peringatkan ya sama Lo dan teman Lo ini, kalau Lo dan teman Lo terbukti meracuni kak Najwa, kita pasti akan tuntut kalian berdua, dan kemana pun kalian pergi, kita pasti kejar kalian" ujar Pinkan sambil memperingati Siska


Setelah itu Pinkan melepaskan lengan Siska, lalu Siska dan Eli merasa cemas dengan ancaman Pinkan.


"Ayo, kak, kita pulang" ucap Pinkan kepada Najwa


"Ayo, cah ayu kita pulang, habis itu istirahat" ucap Bude Iin kepada Najwa


Tiba-tiba Eli dan Siska tidak mau beranjak pergi, dan membuat Bude Iin marah besar, sehingga Bude Iin melepaskan sendalnya lalu memukul Eli dan Siska.


"Heyyy, minggir sampean, kita mau lewat !!!" ucap Bude Iin dengan suara keras kepada Eli dan Siska


"Hey, tunggu dulu, perempuan tua !!! gue jadi curiga nih sama Lo, atau jangan-jangan usaha laundry Lo itu hanya sebagai topeng aja, tapi di balik tu, Lo jual Najwa sama om-om, ibarat kata, Lo kayak germo gitu !!!" ucap Siska kepada Bude Iin


Tiba-tiba Bude Iin turun dari sepeda becak dan memukul Eli sama Siska dengan sendal jepitnya.


"Kurang ajar ya sampean !!! berani-beraninya sampean memfitnah saya, dan mengganggu keponakan saya, niiih rasain !!!" ucap Bude Iin, dengan kasar dan sambil memukul Eli sama Siska dengan sendal jepitnya.


"Aduuuhhh, sakiiittt, apa-apaan ini !!!" ujar Eli kepada Bude Iin


"Bude udah bude" sahut Najwa kepada Bude Iin


Najwa pun menggeleng-gelengkan kepalanya, Pinkan pun bergegas turun dari sepeda becak, lalu menghampiri bude Iin, dan target yang selanjutnya ditampar oleh Pinkan adalah Siska.


"Bude, udah ya, sekarang gantian biar Pinkan yang berikan hadiah terakhir sebelum kita pulang, kepada salah satu diantara mereka berdua" ucap Pinkan kepada Bude Iin


Tiba-tiba Pinkan menghampiri Siska lalu menampar Siska dengan emosi.


"Lo bilang apa barusan, Bude Iin seorang germo !!!" tanya Pinkan kepada Siska dengan tegas


"Iya, kenapa !!!" jawab Siska dengan suara keras kepada Pinkan


Tiba-tiba Pinkan menampar Siska dengan emosi.


"Rasain Lo !!!" ucap Pinkan kepada Siska dengan tegas


"Aduuhh, auuu !!!" teriak Siska merasa kesakitan setelah ditampar sama Pinkan


"Mau apa Lo !!!" mau balas tamparan dari gue juga !!! jangan sampe ya, Lo gue dorong seperti kejadian beberapa hari yang lalu !!! Lo masih ingatkan !!!" ujar Pinkan dengan tegas kepada Siska

__ADS_1


"Minggiiiirrr kalian berdua !!!" teriak Pinkan kepada Eli dan Siska


"Kalau sampeyan belum minggir, jangan sampe ya nih sendal tiba lagi di punggung kalian, dasar anak-anak kualat !!!" ucap Bude Iin dengan tegas


"Awas, Lo, bocah ingusan !!!" ucap Siska kepada Pinkan dan sambil menunjuk Pinkan


"Apa, Lo !!!" Lo masih nantangin gue berantem !!!" ucap Pinkan dengan suara yang keras kepada Siska


"Ayo, sini Lo !!!" teriak Pinkan dengan emosi kepada Siska disertai dengan mata yang melotot


Tiba-tiba Eli dan Siska mundur dan beranjak pergi dari hadapan Pinkan, lalu setelah itu Pinkan bersama Bude Iin bergegas membawa Najwa pulang kerumahnya.


"Ayo, Li, kita pergi dari sini" ucap Siska kepada Eli dengan merasa takut melawan Pinkan


"Ayo, Sis" ucap Eli kepada Siska dengan cemas kepada Pinkan


"Ayo,.Bude kita berangkat" ucap Pinkan kepada Bude Iin


Sambil diperjalanan Bude Iin dan Najwa bercanda-canda dengan Pinkan.


"Pinkan, Pinkan, Bude jadi salut loh sama kamu toh nduk" ucap Bude Iin kepada Pinkan sambil tersenyum


"Salut kenapa Bude ? emang Pinkan ngelakuin apa ya Bude ?" tanya Pinkan kepada Bude Iin sambil tersenyum


"Kalau kebaikan kamu, sama kayak Aisyah istri Rasulullah Loh nduk, tapi kalau soal membela sahabat, keluarga, saudara dan kebenaran sekalipun dari orang-orang jahat, pasti kamu berubah kayak Macan, hahaha" ujar Bude Iin sambil bercanda


"Hahahaha" Najwa, dan Pinkan pun ikut tertawa


"Ada-ada aja Bude nih" ucap Najwa kepada Bude Iin


"Nah gitu donk kak, Pinkan jadi senang lihat kakak bisa senyum lagi" ujar Pinkan kepada Najwa dan sambil menyemangati Najwa


"Iya, bener toh cah ayu, apa yang dibilang sama Pinkan, jangan berfikiran yang macem-macem dulu, yang penting banyak istirahat, makan teratur, dan bisa pulih seperti semula" ujar Bude Iin kepada Najwa


"Iya, Bude" jawab Najwa kepada Bude Iin


"Pokoknya, kakak tenang aja, suatu saat InsyaAllah kak Emir pasti mencari tau siapa yang meracuni kakak" ujar Pinkan kepada Najwa


"Pinkan yakin kak, hal seperti ini pasti disengaja, dan firasat Pinkan yang melakukan ini adalah komplotan Siska dan teman-temannya.


"Sebelum ada bukti yang kuat, kita gak bisa main tuduh gitu aja dek" sahut Najwa kepada Pinkan

__ADS_1


"Iya, kak, betul" jawab Pinkan kepada Najwa


Tak berapa lama kemudian, Pinkan, Bude Iin, dan Najwa sudah tiba dirumah, waktunya Najwa istirahat, dan waktunya Pinkan pulang kerumah, tapi sebelum itu Pinkan tidak lupa berpamitan kepada Bude Iin dan Najwa.


__ADS_2