
Seiring dengan berjalannya waktu, hari sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, jam istirahat pun sudah datang, waktunya Emir, Najwa, Andre, dan Alex, pergi ke kantin, tetapi sebelum itu, Emir berpamitan kepada teman-temannya, untuk pergi ke toilet dulu sebelum ke kantin.
"Guys, kalian duluan aja ya ke kantinnya, gue mau ke toilet dulu" ucap Emir kepada Andre Najwa dan Alex
"Lo nggak apa-apa sendirian Besti ?" tanya Najwa kepada Emir
"Nggak apa-apa kok Naj, Lo lanjut aja sama Andre dan Alex, nanti gue nyusul ke kantin" jawab Emir kepada Najwa dengan santai
Sembari Emir sedang ke toilet, Fani dan teman-temannya sudah bersiap-siap untuk mencelakai Emir, terutama Fani ia sudah bersiap-siap dan selalu mengikuti Emir, tak berapa lama kemudian, Emir sudah sampai di tangga, lalu kemudian setelah itu dengan ligatnya Fani mendorong Emir, sehingga Emir terjatuh dan berguling-guling ke bawah sambil berteriak.
"a a a a a a a a" teriak Emir terjatuh dari tangga, dan berguling-guling, ketika setelah didorong oleh Fani
Teriakan Emir tersebut didengar oleh Najwa, Andre, dan Alex, sembari kaki mereka belum melangkah ke kantin
"Guys, kok yang teriak kayak suara Emir" ucap Najwa kepada Andre, dan Alex dengan panik
"Jangan-jangan itu Emir, terjatuh dari tangga" ucap Andre kepada Najwa, dan Alex dengan cemas
"Kalau gitu, yuk buruan kita lihat" ucap Alex kepada Andre dan Najwa, sembari mereka melangkahkan kakinya, dan berlari untuk mengejar Emir
"Emir" teriak Andre Memanggil nama Emir, dan melihat Emir terjatuh berguling-guling di tangga
Kemudian setelah itu Andre, Alex, dan Najwa, berlari mengejar Emir yang sedang berguling-guling di tangga, lalu Andre bergegas menangkis Emir, dan menggendong Emir untuk dibawa ke klinik terdekat.
"Mir, mir, bangun Mir" ucap Andre sambil memeluk, dan menyentuh pipi Emir supaya Emir sadar
Sembari Najwa, Andre, dan Alex, sedang sibuk dengan Emir, tiba-tiba Fani dan teman-temannya senang dan berbahagia, melihat keadaan Emir yang cedera, dan badannya melemah setelah terjatuh dari tangga.
__ADS_1
"Rencana kita berhasil guys" ucap Fani kepada teman-temannya, dengan senang hati
"Syukurin tuh Si Emir, emang enak, hahaha, puas banget gue ngeliat si Emir jatuh dari tangga" ucap Siska kepada teman-temannya, dan bahagia melihat Emir terjatuh dari tangga
"Siapa suruh dia nantang kita, sekarang dia rasakan akibat pembalasan dari kita" ucap Qhira kepada teman-temannya, dengan menaruh dendam kepada Emir
"Iya, bener guys, dia belagu banget selama ini, dan berani nantang kita mampus Lo Emir" ucap Eli kepada Fani dan teman-temannya, sambil menaruh dendam kepada Emil
Tiba-tiba Emir tterbangun, lalu Emir melihat Fani mendorong ia hingga terjatuh, dan Emir menceritakan hal ini kepada Andre, Alex, dan Najwa.
"Ndre, yang dorong gue dari tangga adalah Fani, gue melihat jelas Fani dorong gue Ndre" ucap Emir kepada Andre, dengan lemah
"Kurang ajar si Fani, Lo pasti akan berhadapan dengan gue Fan" ucap Najwa kepada Alex, dan Andre, sambil menaruh rasa sakit hati, kepada Fani dan teman-temannya
"Sabar dulu Naj, yang perlu kita selamatkan adalah Emir, nanti kalau Emir udah mulai membaik, baru kita menghadapi Fani, dan teman-temannya" ucap Alex dengan menyabarkan Najwa, dan mendahulukan untuk menyelamatkan Emir
"Iya, betul Apa kata Lo Lex, sekarang yuk kita bawa Emir ke klinik terdekat yang ada di sini" ucap Andre kepada Alex dan Najwa, dengan menggendong Emir, lalu membawa Emir ke dalam mobilnya, ditemani oleh Alex dan Najwa
"Dokteeer Susteeer, tolongin pacar saya dok, pacar saya barusan jatuh dari tangga" teriak Andre memanggil dokter dan suster, untuk menyelamatkan Emir, yang sudah terjatuh dari tangga setelah didorong oleh Fanny
"Ndre, Lex, gue telepon Chika dan Pinkan dulu ya" ucap Najwa kepada Andre, dan Alex dengan rasa panik dan khawatir
"Ayo, Chika, Pinkan, Angkat dong" ucap Najwa dengan rasa panik
Tak Berapa lama kemudian, Chika dan Pinkan mengangkat video call dari Najwa secara bersamaan.
"Assalamualaikum" ucap Najwa memberikan salam, dengan gugup kepada Chika dan Pinkan
__ADS_1
"Waalaikumsalam" jawab Chika dan Pinkan, menjawab salam dari Najwa secara serentak
"Kak Najwa, Kenapa Kak ? kok panik gini kelihatannya ?" tanya Chika kepada Najwa, dengan penasaran dan khawatir
"Iya Chika, Emir mengalami kecelakaan, ia terjatuh dari tangga, dan sekarang Emir kita bawa ke klinik yang ada di dekat kampus, kalian berdua buruan ya datang ke sini" ucap Najwa kepada Chika dan Pinkan, dengan rasa panik dan khawatir
"Apaaaa" teriak Chika dan Pinkan, dengan rasa khawatir dengan keadaan ember
"Iya, Kak, kita akan ke sana, Pinkan tutup dulu ya teleponnya, Assalamualaikum" ucap Pinkan kepada Najwa, dengan rasa panik dan khawatir kepada Emir
Satu jam kemudian, Chika dan Pinkan telah tiba di klinik terdekat yang ada di kampus, lalu Chika dan Pinkan bergegas untuk masuk ke dalam klinik, dan langsung menemui Emir, Najwa, Andre, dan Alex.
"Kak Emiiiirrrr" teriak Chika dan Pinkan, dengan penuh rasa khawatir kepada Emir
"Kenapa ini bisa terjadi sama Kakak ? siapa yang ngelakuin ini kak ?" tanya Chika kepada Emir, dengan rasa panik dan sambil menangis
"Tenang dulu Dek, kakak baik-baik saja kok" jawab Emir kepada Chika dan Pinkan, dengan kondisi yang lemah
"Pinkan tidak terima, jika ada yang celakai kakak, apa ini ada hubungannya dengan Fani, Qhira, Eli, dan Siska ?" tanya Pinkan kepada Emir, dengan emosi kepada Fani dan teman-temannya
Chika, Pinkan, kita ke depan dulu yuk, biar kakak yang jelaskan semuanya, untuk sementara kita biarkan Emir istirahat dulu ya Dek" ucap Najwa kepada Chika dan Pinkan, sambil menenangkan kedua adik-adik Emir tersebut
"Iya, Kak" jawab Chika dan Pinkan secara serentak kepada Najwa
"Kak, kita ke depan dulu ya, dengan kak Najwa" ucap Chika kepada Emir dengan lembut
"Iya Chik" jawab Emir kepada Chika dengan lemah
__ADS_1
"Kak Andre, Kak Alex, kita titip Kak Emir bentar ya" ucap Pinkan kepada Andre, dan Alex sambil menitipkan Emir
Tak berapa lama kemudian, Chika, Pinkan, dan Najwa, duduk di kursi yang ada di depan klinik, lalu mereka berbincang-bincang, dengan kejadian yang dialami oleh Emir pada hari ini, namun Najwa tidak lupa untuk menenangkan Chika dan Pinkan, supaya untuk tidak bersikap gegabah.