
"Bismillahirohmanirohim, semoga aja berhasil" ucap Emir di dalam hatinya sambil berdoa
"Assalamualaikum" ucap Emir kepada Pak Barga sambil mengetuk pintu
"Waalaikumsalam, ada apa Mir" tanya Pak Barga kepada Emir
"Ada yang bisa saya bantu" tanya Pak Barga kepada Emir
"Iya, Pak, boleh Emir masuk" tanya Emir kepada Pak barga
"Oh ya, silakan" jawab Pak Barga kepada Emir
Emir memasuki ruangan Pak Barga dan duduk di kursi yang sudah tersedia di dalam ruangan tersebut.
Begini Pak, beberapa hari yang lalu, Emir ada Kehilangan dompet, kira-kira Emir bisa mencek cctv-nya nggak Pak ? mana tahu ada orang yang menemukan dompet Emir tanpa sengaja" ucap Emir kepada Pak Barga dengan memberikan alasan yang masuk akal
"Oh begitu, ya sudah coba kamu cek di laptop ini, soalnya saya nggak bisa membantu, karena ada hal lain yang harus saya cek " ucap Pak Barga kepada Emir
"Iya, Pak, Terima kasih Pak" jawab Emir kepada Pak Barga
"Alhamdulillah" ucap Emir di dalam hati
Emir mencari dan membuka file CCTV dengan teliti, tak lama kemudian, Emir berhasil menemukan bukti siapa yang meracuni Najwa, dan didalam CCTV tersebut, terlihat jelas kalau Siska yang mencampurkan obat-obatan serbuk kedalam minuman Najwa.
"Ternyata benar dugaan gue sama Pinkan selama ini, Awas Lo Sis, dan Lo pasti akan berhadapan sama gue" ujar Emir di dalam hatinya
"Gimana, Emir sudah selesai apa belum ?" tanya Pak Barga kepada Emir
"Iya, Pak, sedikit lagi" jawab Emir kepada Pak Barga
10 menit kemudian, Emir telah selesai mengunggah file tersebut dari laptop ke handphonenya, dan setelah itu Emir berpamitan keluar kepada Pak Barga.
"Udah selesai pak, Makasih ya pak" ucap Emir kepada Pak Barga
"Iya, Mir, sama-sama" jawab Pak Barga kepada Emir
__ADS_1
"Kalau begitu,.Emir Permisi keluar dulu ya pak" ucap Emir kepada Pak barga
"Iya, Mir silakan" jawab Pak barga kepada Emir
"Assalamualaikum" ucap Emir kepada Pak Barga
"Waalaikumsalam" jawab Pak Barga kepada Emir.
Emir pun mengamankan hp-nya dan ia langsung bergegas ke dalam ruang kuliah, setiba di dalam ruang perkuliahan, Emir langsung duduk dan mengirimkan bukti kejahatan tersebut kepada Najwa dan juga adik-adiknya melalui WhatsApp.
Emir memperingati Najwa dan adik-adiknya, untuk bersikap tenang terlebih dahulu, supaya ia bisa melanjutkan misi ini dengan baik.
Emir video call dengan Najwa, Chika, dan Pinkan.
"Assalamualaikum" ucap Emir memberikan salam kepada Najwa, Chika, dan Pinkan
"Waalaikumsalam" jawab Najwa Chika dan Pinkan secara serentak
"Sungguh Mir, gue kesel banget sama mereka berempat" ujar Najwa dengan penuh amarah kepada Fani dan teman-temannya
"Ini nggak bisa dibiarin, mereka harus diberi pelajaran, Kak" ucap Chika kepada Emir
"Tenang, kalian harus sabar dulu, gue sangat mengerti kalian pasti kesal dan marah sekali sama mereka berempat, tapi untuk sementara, kita hadapi dulu mereka dengan tenang, dan nanti pas gue udah tiba di rumah Lo Naj, pulang kuliah gue langsung lapor polisi dan Menindaklanjuti ini semua" ucap Emir kepada Najwa dan adik-adiknya
"Iya, Mir, Lo benar, Nanti gue tunggu Lo di rumah ya"ucap Najwa kepada Emir
"Iya, Naj, jawab Emir kepada Najwa
Chika, Pinkan, kalian harus sabar ya dek, tenangkan diri kalian terlebih dahulu, dan kakak pasti akan menindak lanjuti kasus ini" ujar Emir kepada adik-adiknya
"Iya, Kak" jawab Chika kepada Emir
"Kita pasti Bantu Kakak dan support Kak Emir dan Najwa" ujar Pinkan kepada Emir
"Iya, dek, makasih ya" ucap Emir kepada adik-adiknya
__ADS_1
"Naj, gue tutup dulu teleponnya ya, Assalamualaikum" ucap Emir kepada Najwa
"Waalaikumsalam" jawab Najwa kepada Emir.
Tak lama kemudian, Emir pergi keluar mau menuju ke toile, tanpa sengaja Emir melihat Siska dan teman-temannya sedang berbincang-bincang, Lalu setelah itu Emir menguping pembicaraan Siska dan teman-temannya, kemudian tak lupa pula Emir merekam percakapan mereka berempat.
"Oh ya Besti, gue kesel banget sama adik si Emir dan budenya Najwa, Waktu itu gue sama Eli kepergok di rumah sakit oleh adiknya si Emir tuh, dan tak berapa lama kemudian, kita bertengkar, dengan seenaknya dia menampar gue sekuat tenaga, sakiiiiiit banget rasanya, sumpah, gue jengkel banget sama Emir dan adik-adiknya" ujar Siska kepada teman-temannya
"Iya, bener guys, yang diucapkan diska, dan yang lebih parahnya lagi, kalian tahu nggak dia genggam lengan gue erat-erat, sampai-sampai gue merasa kesakitan, dan dia juga ancam gue, kalau dia bakalan nuntut gue dan kita semua, apalagi tuh sama si Bude orang tua jelek kayak gitu, dia nabok punggung gue sama Siska pakai sendal jepit, dan sampai sekarang sakitnya terasa tahu nggak" ujar Eli kepada teman-temannya
"Kan sebelumnya gue udah peringatkan kalian, jangan pergi ke rumah sakit dulu, nanti rencana kita bakal ketahuan, habisnya sih Lo berdua bandel" ucap Fani kepada Siska dan Eli
"Ya, tapi setidaknya gue happy banget, karena Lo Sis berhasil meracuni Najwa dengan obat kadaluarsa, hahaha" ucap Qhira kepada teman-temannya
"Enak aja Lo, ini kan ide kita berempat, bukan gue aja ya yang terlibat di sini" ucap Siska kepada Qhira
"Iya, iya, kita akui kok" jawab Qhira kepada Siska
Lalu setelah itu langsung saja, pada detik itu juga Emir mengirim rekaman hasil percakapan, antara Siska dan teman-temannya kepada Najwa, dan adik-adiknya, lalu setelah itu tak lupa pula Emir mengamankan hp-nya, kemudian Emir menuju ke toilet dan kembali ke ruang perkuliahan.
Emir pun sudah sampai di dalam ruangan.
"Untuk sementara ini, gue harus tenang menghadapi mereka berempat, gue harus bersabar dulu sampai masalah ini selesai" ucap Emir di dalam hatinya
Dengan waktu yang bersamaan, Najwa memanggil Bude Iin, lalu menceritakan semuanya kepada Bude Iin serta memperlihatkan video dan hasil rekaman yang dikirim oleh Emir.
"Duh, gustiiii, benar-benar jahat mereka berempat, ini nggak bisa dibiarin, mereka harus dilaporkan kepada polisi, dan harus diberikan pelajaran yang setimpal" ujar Bude Iin dengan penuh amarah
"Iya Bude, yang sabar ya Bude, untuk sementara ini Bude temani Najwa aja di sini, nanti pas pulang kuliah Emir mampir ke sini, untuk membicarakan rencana selanjutnya dalam menyelesaikan masalah ini" ujar Najwa kepada Bude Iin
"Hari ini, mama dan papamu pulang Cah ayu, Bude pasti menceritakan hal ini kepada mereka berdua, karena mereka berhak tahu apa yang terjadi denganmu, cah ayu" ucap Bude Iin kepada Najwa
"Iya, Bude" jawab Najwa kepada Bude Iin
Setelah 3 jam kemudian mama dan papa Najwa tiba di bandara lalu ia menghubungi Najwa.
__ADS_1