
"Oh, ternyata ada Tuan Putri Alex yang selalu membela Alex" ucap Eli kepada Najwa dan teman-temannya, sambil berbicara ketus kepada Najwa
Li, Lo jangan banyak ngomong, Lo tinggal bawa aja teman-teman Lo pergi dari sini !!!sebelum kita permalukan Lo jauh lebih malu dari yang sekarang ini !!!" ucap Emir dengan tegas kepada Eli, sambil memperingati Eli untuk Beranjak Pergi dari hadapannya
"Lo ngusir kita !!! Lo pikir, Lo siapa Mir !!!" ucap Qhira dengan Ketus, kepada Emir dan mata yang tajam menatap Emir
"Lo nggak perlu tahu siapa kita !!! yang jelas kita udah beri peringatan kepada Lo, untuk tidak cari gara-gara sama kita !!!" ucap Andre dengan tegas, kepada kira dan teman-temannya
"Apa yang bakal Lo lakuin !!!" tanya Fani kepada Andre dengan menantang Andre
Emir pun emosi dan menampar Fani dengan emosi.
"Aduh, aw !!!" teriak Fani merasa kesakitan, dan memegang pipinya setelah ditampar oleh Emir
"Gue paling nggak suka ya, Lo kurang ajar sama Andre !!!" ucap Emir dengan tegas kepada Fani
Fani pun emosi, Lalu setelah itu Fani mendekati Emir, dan menjambak rambut Emir
"Aduh, aw !!!" teriak Emir merasa kesakitan setelah rambutnya dijambak oleh Fani
"Lo pikir, gue nggak bisa kasar sama Lo Mir !!!Lo rasain ini !!!" ucap Fani sambil menjambak rambut Emir dengan emosi
"Fan, Lo apaan sih !!! lepasin Emir !!!" ucap Andre dengan tegas kepada Fani
Lalu kemudian setelah itu, Emir menggigit lengan Fani dan mendorong Fani hingga terjatuh
"Aduh, aw !!!" teriak Fani ketika lengannya digigit oleh Emir
"Lo rasain ini !!!" ucap Emir kepada Fani, sambil mendorong Fanny hingga Fani terjatuh
__ADS_1
"Aduh, aw !!!" teriak Fani merasa kesakitan, dan jatuh ke tanah, setelah didorong oleh energi
"Lo benar-benar keterlaluan ya Mir !!!" ucap Siska kepada Emir dengan suara keras
"Lo yang keterlaluan dari tadi !!! kerjaan Lo cari Ribut melulu !!!" ucap Andre dengan tegas kepada Siska
"Mir, lo Nggak kenapa-kenapa kan ?" tanya Andre kepada Emir dengan rasa khawatir
"Gue nggak kenapa-kenapa kok ndre, ya udah, yuk Guys kita pergi ke ruangan aja, Males banget gue berhadapan sama mereka berempat" ucap Emir kepada Andre dan teman-temannya, sambil mengajak ke dalam ruang ujian
"Oke, yuk Mir" jawab Najwa kepada Emir
Tak lama kemudian, ujian pun segera dimulai, seluruh mahasiswa sudah bersiap-siap untuk mengikuti ujian berikutnya, terkecuali Fani, Qhira, Eli, dan Siska, mereka diberi peringatan untuk tidak mengikuti ujian selanjutnya, karena nama mereka sudah masuk ke dalam buku merah.
"Siska, Fani, Eli dan Qhira, kalian tidak boleh mengikuti ujian !!! silakan keluar dari ruangan ini !!!" ucap Ibu pengawas kepada Siska dan teman-temannya dengan tegas
"Loh kenapa Bu, Kok kita nggak boleh ikut ujian ?" tanya Siska kepada Ibu pengawas
"Tapi Bu" tanya Fani kepada Ibu pengawas dengan gugup
"Kalian berhadapan dengan pembimbing masing-masing, dan silakan keluar dari ruangan ini !!!" teriak Ibu pengawas dengan tegas, kepada Fani dan teman-temannya
"Apa kalian tidak dengar kata-kata saya !!!keluar !!!" teriak Ibu pengawas dengan tegas, kepada Fani dan teman-temannya untuk yang ketiga kalinya
Fani, Siska, Eli, dan Qhira sudah keluar dari ruang ujian, kemudian setelah itu, ujian pun dimulai dan dilaksanakan dengan khidmat, Setelah beberapa jam kemudian ujian sudah usai, waktu pulang pun sudah datang, saatnya Emir, Najwa, Andre, dan Alex, pulang ke rumah mereka masing-masing.
"Ndre, gue sama Najwa pulang dulu ya" ucap Emir kepada Andre sambil berpamitan pulang
"Iya, Mir, gue ingin Nongkrong juga sama Si Alex sebentar, tapi nanti malam Lo sama Najwa dan Alex ke rumah gue lagi ya, kita belajar bareng lagi" ucap Andre kepada Emir
__ADS_1
"Siap ndre, nanti gue bakal jemput permaisuri Lo" ucap Alex kepada Andre dengan merayu Emir
"Nah gitu dong, itu baru sahabat gue yang baik" jawab Andre kepada Alex dengan merayu Alex
"Oke, Ndre, Lex, sampai jumpa nanti malam ya" ucap Najwa kepada Andre dan Alex sambil berpamitan pulang
"Iya, Naj" jawab Andre kepada Najwa
Tak Berapa lama kemudian, Emir dan Najwa bergegas untuk pulang dan melaksanakan aktivitas berikutnya, Emir bersiap-siap untuk pergi bekerja di pabrik gula, lalu adik-adik Emir bersiap-siap untuk beres-beres rumah, dan menjemput pakaian laundry di tempat Bude Iin, sore pun sudah berganti dengan malam, Emir, Najwa, dan Alex sudah sampai di rumah Andre, mereka belajar kelompok dan mengerjakan tugas bersama-sama, Seiring berjalannya waktu, malam sudah berganti dengan pagi, Andre, Alex, Emir, dan Najwa sudah tiba di kampus, dan bersiap-siap untuk melaksanakan ujian berikutnya.
Seiring berjalannya waktu, ujian terus berlangsung dan sudah dilewati oleh Andre, Emir, Najwa, dan Alex serta mahasiswa yang lainnya, sebelum libur dimulai, seluruh mahasiswa menunggu hasil ujian, yang sudah mereka lewati selama Seminggu kemarin.
"Gue deg-degan nih Mir, gimana ya hasil ujian gue" ucap Andre kepada Emir, dengan penuh rasa khawatir terhadap hasil ujiannya
"Lo nggak usah panik Ndre, kalau sewaktu ujian Lo merasa bisa melewati hal tersebut, Insya Allah hasilnya nggak bakalan ketuker kok" jawab Emir dengan lembut kepada Andre, dan sambil menenangkan Andre
"Sama Ndre, gue juga gugup nih" ucap Alex kepada Andre, dengan merasa gugup
"Lex, Lo tarik nafas dalam-dalam, lalu Lo keluarkan lagi, udah, nggak usah deg-degan" ucap Najwa kepada Alex, dan sambil menenangkan Alex
Setelah 2 jam kemudian, hasil ujian sudah keluar, seluruh mahasiswa berbondong-bondong untuk melihat hasil ujian mereka, hal yang sama dilakukan oleh Emir, Najwa, Andre, dan Alex, mereka berempat antusias melihat hasil ujian mereka
"Duuhhhh, rame banget" ucap Najwa kepada Emir, Andre, dan Alex
"Oke, kita tenangkan diri dulu, lalu minta permisi, nah secara perlahan kita pasti sampai di depan, dan melihat hasil ujian kita" ucap Emir kepada Najwa sambil menenangkan Najwa
"Oke, yuk guys" ucap Andre kepada Emir Najwa dan Alex
"Yuk" sambung Alex kepada Andre
__ADS_1
Emir, Andre, Alex dan Najwa, minta Permisi secara perlahan kepada mahasiswa yang berdiri di depan mereka, kemudian setelah itu Emir dan teman-temannya sudah sampai di depan pengumuman hasil ujian, secara perlahan Mereka melihat hasil ujiannya, Tak lama kemudian Andre melihat hasil ujiannya, dan ia dinyatakan lulus tanpa ada pengulangan, hal yang sama terjadi kepada Emir, Najwa, dan Alex, mereka berempat berbahagia melihat hasil ujian mereka masing-masing.